ADVERTISEMENT
Sabtu, September 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Dengarkan Harapan Anak Papua Pedalaman, Puan Maharani: Mereka Punya Hak Pendidikan yang Sama Seperti di Jawa

Sebanyak 300 putra-putri Papua dari wilayah pedalaman diberangkatkan melalui jalur laut menuju Karawaci, Tangerang, untuk memulai perjalanan pendidikan mereka.

9 Desember 2025
0
Dengarkan Harapan Anak Papua Pedalaman, Puan Maharani: Mereka Punya Hak Pendidikan yang Sama Seperti di Jawa

Puan Maharani, Ketua DPR RI mengunjungi anak-anak Papua pedalaman yang sedang belajar di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang, Banten, Senin 8 Desember 2025. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Koranpapua.id- Di tengah kesibukannya sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani menyempatkan waktu untuk mengunjungi anak-anak Papua pedalaman yang sedang belajar di Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria, Tangerang, Banten, Senin 8 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, Puan menyatakan dukungannya agar para siswa SLH Gunung Moria, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP), dapat kembali ke tanah kelahiran mereka dan turut membangun kemajuan daerah.

ADVERTISEMENT

Puan yang tiba di lokasi disambut oleh pendiri SLH Gunung Moria, Aileen Hambali Riady. Ia kemudian bertemu dan berdialog dengan para siswa Papua yang tengah menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Saat saya diceritakan tentang Sekolah Lentera Harapan Gunung Moria, saya langsung berpikir ini bagus sekali inisiatifnya Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP),” ujar Puan dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

Menurutnya, konsep pendidikan ini sangat sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, bernafaskan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Dalam semangat gotong royong, Puan menekankan prinsip no one gets left behind atau tidak boleh ada yang tertinggal harus menjadi prioritas.

Menurut Puan, jika anak-anak di Pulau Jawa atau wilayah metropolitan dapat mengakses pendidikan yang baik, maka anak-anak di Papua pun memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak.

“Dalam semangat gotong royong maka kesejahteraan hidup adalah hak semua rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote,” kata Puan.

Puan menyampaikan dalam kunjungan tersebut ia turut mengajak sejumlah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI untuk melihat langsung inisiatif YPHP dalam mendirikan lembaga pendidikan itu.

Sejumlah anggota Fraksi PDIP yang mendampingi Puan antara lain Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abidin Fikri, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris.

Hadir juga Kapoksi Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina, Kapoksi Komisi IX DPR Edy Wuryanto, Anggota Komisi X DPR Denny Cagur, serta Anggota Komisi X DPR Once Mekel.

“Saya sengaja mengajak teman-teman anggota DPR-RI Fraksi PDI Perjuangan supaya dapat melihat langsung inisiatif yang baik ini dari elemen masyarakat seperti YPHP,” terangnya.

Kedatangan Puan beserta rombongan juga sekaligus untuk menyalurkan bantuan demi mendukung kelancaran kegiatan anak-anak di SLH Gunung Moria.

Ia menyampaikan bahwa DPR ingin belajar dari inisiatif Yayasan YPHP, sekaligus bermain dan berinteraksi langsung dengan para siswa.

Sebagai informasi, SLH Gunung Moria resmi memulai tahun ajaran pertamanya pada Juli 2023. YPHP melihat adanya urgensi untuk membangun fondasi yang kuat dalam ekosistem tempat anak-anak Papua tumbuh dan belajar setiap hari.

Sebanyak 300 putra-putri Papua dari wilayah pedalaman diberangkatkan melalui jalur laut menuju Karawaci, Tangerang, untuk memulai perjalanan pendidikan mereka.

Anak-anak ini sebelumnya menempuh pendidikan TK dan SD di pedalaman Papua dengan bantuan YPHP, lalu saat memasuki jenjang SMP mereka dibawa ke Jakarta untuk melanjutkan studi.

Yayasan YPHP berharap, para siswa yang mendapatkan pendidikan di SLH Gunung Moria kelak memiliki hati untuk kembali dan melayani dalam tiga bidang yang menjadi fokus Yayasan yakni, pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pelayanan gereja.

Harapannya, para siswa ini kelak terpanggil untuk kembali ke pedalaman Papua dan membangun daerahnya, baik sebagai guru, perawat, maupun pelayan umat.

Puan juga mengapresiasi visi SLH Gunung Moria yang mendorong siswa menjadi life long learner atau pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus terus dipelajari dan dikembangkan, bahkan setelah lulus dari bangku sekolah.

“Mari kita jalankan semangat gotong royong untuk memastikan bahwa semua anak-anak di Indonesia mendapat pendidikan berkualitas dan menjadi manusia-manusia Indonesia yang seutuhnya,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Puan diperlihatkan sejumlah gambar dan foto yang menampilkan aktivitas pendidikan di pedalaman Papua yang dilakukan YPHP.

Beberapa anak juga membagikan pengalaman mereka secara langsung. Salah satunya adalah Yonce, yang saat masih bersekolah di Papua harus bangun pukul 03.00 dini hari karena perjalanan menuju sekolah sangat jauh.

Ia menempuh jalan kaki tanpa penerangan, melewati bukit-bukit dan jembatan berbahaya demi bisa bersekolah.

“Saya capek dan takut sebenarnya saat itu, karena banyak tanah yang longsor. Saya juga takut jatuh dari jembatan karena jembatan itu sudah rusak dan roboh,” ungkap Yonce.

Oleh karena itu, Yonce bersyukur mendapatkan bantuan pendidikan dan kini bisa bersekolah di SLH Gunung Moria. Kepada Puan, ia mengungkapkan cita-citanya untuk menjadi dokter dan kembali membangun kampung halamannya.

“Karena di Papua banyak orang sakit, dan tidak ada yang membantu melayani,” ungkapnya.

Sama seperti Yonce, siswa bernama Emma Grace asal Papua Pegunungan Tengah menyatakan keinginannya untuk menjadi tenaga kesehatan dan membantu masyarakat di daerahnya.

“Saya juga ingin mengajarkan orang-orang tua di sana bisa berbahasa Indonesia karena mereka tidak mengerti Bahasa Indonesia,” ucap Emma. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

Gangguan Keamanan di Jila, Nakes Trauma hingga Harus Dipindahkan

12 September 2026
Kebakaran Lahan di Belakang DLH Mimika, BPBD Kerahkan Dua Armada

Kebakaran Lahan di Belakang DLH Mimika, BPBD Kerahkan Dua Armada

12 September 2026
Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

Jalanan Timika dipenuhi Debu, Bupati Instruksikan BPBD Lakukan Penyiraman

12 September 2026
Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna untuk Dukung Modernisasi Pendidikan Polri

Alumni Akpol 1996 Bangun Dapur Taruna untuk Dukung Modernisasi Pendidikan Polri

12 September 2026
Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

Pria Tewas Berlumuran Darah di SP2 Timika, Polisi Buru 4 Temannya

12 September 2026
Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140.000, Pasokan Menipis akibat Kemarau

Harga Cabai Rawit di Timika Tembus Rp140.000, Pasokan Menipis akibat Kemarau

12 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    599 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    570 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • 18 Koordinator KONI Distrik Dibentuk, Merlyn Dorong Pembinaan Atlet Mimika hingga Kampung

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • YLBH Papua Tengah Apresiasi Polres Mimika dan TNI Tertibkan 9 Warga di Kwamki Narama

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Soal Anggaran Konflik, Bupati Mimika Sebut Rp10 Miliar lalu Membantah

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Terkait Situasi Kamtibmas di Mimika, BPP Dewan Adat Suku Mee Sampaikan Sejumlah Pernyataan Sikap

Terkait Situasi Kamtibmas di Mimika, BPP Dewan Adat Suku Mee Sampaikan Sejumlah Pernyataan Sikap

Freeport Persembahkan UNCEN Gedung Pusat Sains, Dilengkapi 18 Ruang Kelas Kapasitas 40 Orang

Freeport Persembahkan UNCEN Gedung Pusat Sains, Dilengkapi 18 Ruang Kelas Kapasitas 40 Orang

Wamendagri Ribka Haluk Dinobatkan sebagai Tokoh Percepatan Pembangunan Papua

Wamendagri Ribka Haluk Dinobatkan sebagai Tokoh Percepatan Pembangunan Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id