ADVERTISEMENT
Jumat, Maret 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Dari Benang ke Harapan: Perjalanan Inspiratif Mama Paustina Menjaga Budaya Papua

Dengan jalan itu pemerintah juga membangun rumah produksi UMKM Timika di atas tanah yang ia beli dari hasil penjualan noken. Namun, akses jalan menuju tempat tersebut masih menjadi tantangan tersendiri.

9 Desember 2025
0
WVI Bekerjasama Freeport dan Dinkes Mimika Gelar Diseminasi Hasil Penilaian Strata Kader Kesehatan, 27 Kader Dinyatakan Lulus

Mama Paustina Mote, menata Noken jualannya yang ia jahit sendiri (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Di tengah kesibukan Kota Timika, sosok Mama Paustina Mote tetap berdiri sebagai penjaga warisan budaya Papua.

Selama lebih dari 20 tahun, perempuan ini mendedikasikan hidupnya sebagai pengrajin noken dan aksesori khas Papua.

ADVERTISEMENT

Sejak memilih jalur ini pada 2002, mama Paustina terus berkarya dengan ketekunan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Meski kini sudah bernaung di bawah UMKM Timika, namun Ia   tetap setia pada cara kerja lamanya, sederhana, tekun, dan penuh cinta pada budaya leluhur.

Baca Juga

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Ketelatenan dan Keahlian yang Terus Melekat

Di antara tumpukan benang, kulit kayu, dan warna-warna khas Papua, Mama Paustina mengerjakan seluruh proses pembuatan noken seorang diri.

Dalam sehari, ia mampu menyelesaikan dua hingga tiga kantong HP, sementara noken dari kulit kayu membutuhkan waktu sekitar satu setengah hari.

Jika pesanan meningkat, dalam sebulan ia dapat menghasilkan 10 hingga 20 noken bahkan meminta temannya yang lain untuk menjual.

“Kalau ada yang pesan noken banyak saya ambil disana (sekitar graha Eme Neme Yauware), bukan saya kasih saya punya saja tidak,” ujarnya Senin 8 Desember 2025.

Untuk membuat baju dengan motif rumit seperti Cendrawasih, proses pengerjaan bisa memakan waktu hingga tiga minggu karena permainan warna yang berlapis.

Yang membuatnya unik, Mama Paustina tidak pernah menggunakan pola. Setiap motif lahir dari ingatan dan naluri yang telah menyatu dengan tangannya.

“Tidak lihat gambar dan tidak lihat warna, hanya main pikiran saja,” ucapnya sambil tersenyum.

Dari Trotoar hingga Masuk UMKM

Perjalanan usahanya dimulai sejak tahun 2002 bahkan sebelum peristiwa kebakaran di Pasar Swadaya Timika (Pasar Lama) di Jalan Yos Sudarso dan pada 2020.

Dan bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON), Ia resmi terdaftar sebagai pelaku UMKM Dinas Koperasi Mimika.

Dibawah naungan itu dukungan pemerintah mulai mengalir melalui Dinas Koperasi, termasuk bantuan alat pintal yang kini masih dipelajari.

Prestasinya tak berhenti di situ, Mama Paustina pernah meraih juara pertama dalam pelatihan alat pintal yang digelar Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.

“Saya pelatihan di SP 12, saya juara satu dapat hadiah alat pintal. Tapi alat pintal yang besar, jadi saya agak sulit kerja,” ungkapnya.

Dengan jalan itu pemerintah juga membangun rumah produksi UMKM Timika di atas tanah yang ia beli dari hasil penjualan noken. Namun, akses jalan menuju tempat tersebut masih menjadi tantangan tersendiri.

Pasar, Pelanggan, dan Filosofi “Jangan Putus Tali”

Karya Mama Paustina tak hanya diminati masyarakat umum, tetapi juga kerap menjadi oleh-oleh favorit anggota kepolisian.

Ketika ditanya apa yang membuatnya tetap bertahan, mama Paustina menjawab mantap, “Saya mempertahankan asli Papua.”

Ia memegang sebuah filosofi sederhana yang selalu menuntunnya: “Jangan putus tali.” Dalam bahasa Deiyai, (Mogeyagamo) ungkapan itu berarti jangan melepaskan hubungan dengan pekerjaan, usaha, maupun rezeki.

Karena menurutnya, selama tali itu tetap terikat, semangat berkarya pun terus menyala.

Harga dan Proses Produksi

Mama Paustina menetapkan harga berdasarkan ukuran dan tingkat kerumitan produk, mulai dari kantung kecil seharga Rp50 ribu, noken besar Rp500 ribu, hingga noken premium jenis Anggrek yang mencapai Rp2,5 juta – Rp3 juta.

Untuk baju motif Papua, membutuhkan sekitar dua minggu pengerjaan, sementara paket baju dengan noken bisa dibanderol hingga Rp1,5 juta.

“Kalau yang mahal, bisa dua hari, tiga hari baru jadi satu baju,” katanya merendah.

Harapan Seorang Penjaga Tradisi

Meski bersyukur atas dukungan pemerintah, Mama Paustina berharap ada pelatihan lanjutan, agar ia dan rekan lainya semakin mahir menggunakan alat pintal besar dan mampu meningkatkan hasil produksi.

Sebab baginya, berkarya bukan hanya soal menghasilkan barang, tetapi menjaga tali warisan budaya agar tidak terputus.

Dan selama tali itu masih terikat kuat, Mama Paustina Mote akan terus menenun kisahnya satu noken, satu motif, satu warisan Papua yang lahir dari ketulusan tangannya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

Klinik Swasta di Mimika Siap Layani Pemeriksaan dan Obat Malaria Gratis, Berlaku Mulai April 2026

12 Maret 2026
Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

Operasi Ketupat Noken 2026, TNI-Polri Siapkan Tujuh Pos Pengamanan di Mimika

12 Maret 2026
YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

YPMAK Sosialisasi Program Ekonomi di Kampung Kiura, Fokuskan Perluasan Kebun Kelapa dan Pembangunan Rumah Layak Huni

12 Maret 2026
Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

12 Maret 2026
Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-Pura Meninggal, Simson Selamat dari Maut

Kasus Penembakan di Areal Kerja Freeport: Berpura-pura Meninggal, AM Selamat dari Maut

12 Maret 2026
Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

Keterbatasan bukan Penghalang untuk Bersinar:  Suara Emas Eva Manobi, Talenta Papua yang Berprestasi di FLS3N

12 Maret 2026

POPULER

  • Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    Pemandangan Unik: Nama Pejabat Mimika yang Dilantik Diduga Dibaca di Layar Handphone

    666 shares
    Bagikan 266 Tweet 167
  • Lantik 282 Pejabat Pemkab Mimika, Johannes Rettob: Bukan Karena Suka atau Tidak Suka

    652 shares
    Bagikan 261 Tweet 163
  • THR ASN 2026: Pemkab Mimika Siapkan Rp20 Miliar Lebih, Pembayaran Tunggu Petunjuk Pusat

    605 shares
    Bagikan 242 Tweet 151
  • Mayjen Febriel Buyung Jabat Pangdam Cenderawasih, Mantan Danbrigif Timika Jadi Pangdam XXIV Merauke

    551 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Anton Alom Kritik Penunjukan Plt Sekwan Mimika “Ini Penghinaan Lembaga DPR”

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Nekat yang Nyata! Wanita Muda Bakar Kekasihnya di Kamar Hotel

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
Next Post
Sakit Hati Berujung Tragedi, Polisi Ungkap Motif Pria Dibakar di Tanah Kosong Timika

Sakit Hati Berujung Tragedi, Polisi Ungkap Motif Pria Dibakar di Tanah Kosong Timika

AKBP Billyandha Tegaskan Komitmen Ungkap Tiga Kasus Pembunuhan Beruntun di Timika

AKBP Billyandha Tegaskan Komitmen Ungkap Tiga Kasus Pembunuhan Beruntun di Timika

Wabup Emanuel Lantik PPIHD Mimika 2025–2030, Tekankan Pelayanan Prima bagi Jamaah Haji

Wabup Emanuel Lantik PPIHD Mimika 2025–2030, Tekankan Pelayanan Prima bagi Jamaah Haji

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id