ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

“Kami akan siapkan SDM yang kuat melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk menghasilkan masyarakat yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya mereka bisa menciptakan sesuatu yang bisa membantu masyarakatnya sendiri”.

22 November 2025
0
Freeport Apresiasi Tiga Generasi Muda Suku Amungme dan Kamoro Raih Gelar Dokter

dr. Thalia Thomas Karupukaro sebagai dokter perempuan pertama dari suku Kamoro, dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme dan dr. Sephia Jangkup merupakan dokter perempuan pertama dari suku Amungme. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– PT Freeport Indonesia (PTFI) terus mendukung pendidikan anak-anak Papua melalui program beasiswa yang dikelola Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).

Tahun ini, tiga generasi muda Papua asal suku Amungme dan Kamoro penerima beasiswa PTFI resmi menyandang gelar dokter setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran di universitas pilihan mereka.

ADVERTISEMENT

“Kami mengapresiasi pencapaian ketiga anak penerima beasiswa PTFI ini,” ujar Claus Wamafma, Director & Executive Vice President Sustainable Development PTFI, di Timika, Sabtu 22 November 2025.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Mereka membuktikan bahwa kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, sikap yang adaptif, serta kegigihan dalam belajar telah mengantarkan mereka meraih cita-cita,” ungkap Claus.

Baca Juga

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

Claus menambahkan, Freeport Indonesia melalui program beasiswa turut bangga menjadi bagian dari langkah besar anak-anak Papua untuk terus berprestasi di tingkat nasional dan global.

Ketiga dokter tersebut adalah: dr. Thalia Thomas Karupukaro, dokter perempuan pertama dari suku Kamoro, dr. Christanto Beanal, dokter pria pertama dari suku Amungme dan dr. Sephia Jangkup, dokter perempuan pertama dari suku Amungme.

Claus mengatakan bahwa program beasiswa PTFI yang dikelola melalui YPMAK merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan anak-anak Papua.

Kolaborasi PTFI dan YPMAK bersama pemerintah akan terus mendorong pengembangan pendidikan bagi generasi muda Papua.

Program beasiswa YPMAK telah berlangsung sejak 1996. Selama hampir 30 tahun, PTFI memberikan dukungan sebagai wujud komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Kontribusi investasi sosial PTFI mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur, dengan fokus pada peningkatan kapasitas SDM Papua.

Penerima manfaat utamanya adalah masyarakat Suku Amungme dan Kamoro serta lima suku kekerabatan lainnya.

Ketua Pengurus YPMAK, Leonardus Tumuka, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian para dokter muda tersebut.

“Kami akan siapkan SDM yang kuat melalui dana kemitraan dari PT Freeport Indonesia untuk menghasilkan masyarakat yang lebih berkualitas, yang pada akhirnya mereka bisa menciptakan sesuatu yang bisa membantu masyarakatnya sendiri,” kata Leo.

Perjalanan Tiga Dokter Muda Papua

1.Thalia Thomas Karupukaro menerima beasiswa sejak 2013 saat masih SMP di Tomohon, Sulawesi Utara, hingga menyelesaikan pendidikan kedokteran di Universitas Atma Jaya.

Selama 12 tahun mengikuti program, ia melalui perjalanan emosional, akademik, dan spiritual yang                        membentuk ketangguhannya.

Ada dua momen paling membanggakan bagi Thalia. Pertama, ketika ia terpilih mewakili Sulawesi Utara                  dalam lomba nasional bidang geosains di Padang.

         “Saya bangga karena salah satu anak Papua bisa mewakili bidang geologi di tingkat nasional,” kata Thalia.

Momen kedua terjadi saat ia sudah menjadi mahasiswa kedokteran, ketika seorang pasien kembali khusus            untuk mengucapkan terima kasih.

“Sesederhana itu, tetapi sangat membanggakan. Saya merasa benar-benar bermanfaat,” ujarnya.

Thalia yang lulus pada 4 November 2025 ini mengaku keinginannya menjadi dokter sangat kuat karena                masih banyak masyarakat yang sulit mengakses layanan kesehatan.

“Beasiswa yang saya dapatkan ini sangat berpengaruh dan bisa menjadi pintu bagi semua generasi muda               Papua untuk meraih mimpi yang lebih besar,” ungkapnya.

“Saya memilih menjadi dokter karena saya adalah anak yang tahu persis bagaimana susahnya layanan                     akses kesehatan di Papua. Saya ingin menjadi solusi dari masalah ini,” kata Thalia.

2 Christanto Beanal menyelesaikan pendidikan kedokteran di Unika Atma Jaya dan kini melanjutkan studi                 S2 Manajemen Rumah Sakit di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Ia merupakan penerima beasiswa YPMAK sejak kuliah S1 hingga S2. Christanto mengatakan bahwa                       beasiswa yang diterimanya bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga moral dan emosional.

“YPMAK menyediakan support system yang sangat berarti. Kami bisa berkonsultasi dengan kakak-kakak                pembina, bukan hanya soal administrasi, tetapi juga untuk dukungan psikis dan emosional,” katanya.

Ia menegaskan bahwa tantangan di pendidikan kedokteran bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang              memiliki lingkungan pendukung yang kuat.

“Struggling di pendidikan kedokteran itu bukan cuma soal belajar, tapi tentang punya teman-teman                        sebaya yang mengerti perjuangannya. Kami saling mendukung, saling menguatkan,” ujarnya.

3.Sephia Jangkup, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada awal 2025, juga                     menerima beasiswa PTFI melalui YPMAK sejak SMP hingga meraih gelar dokter.

Saat ini ia menjalani program internship di RSUD Mimika. Sephia mengaku bangga dan terharu dapat                   membuktikan kemampuan dirinya serta menjadi inspirasi bagi masyarakat.

“Saya bangga bisa menunjukkan bahwa anak-anak dari Timika, khususnya dari suku Amungme dan                         Kamoro, bisa menjadi dokter,” katanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

11 Juni 2026
Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

11 Juni 2026
Bank Indonesia Fasilitasi 20 Wartawan Papua Barat dan Papua Barat Daya Berkunjung ke Bali

Bank Indonesia Fasilitasi 20 Wartawan Papua Barat dan Papua Barat Daya Berkunjung ke Bali

11 Juni 2026
BMKG Peringati Waspada Cuaca Ekstrem Tiga Hari Kedepan, Diprediksi Melanda Empat Kabupaten di Papua Tengah

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

11 Juni 2026
YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

11 Juni 2026
Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

11 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • PPDB 2026 Wajib Melalui Empat Jalur, Kadisdik Mimika Ingatkan Tidak Boleh Terima Titipan Pejabat

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
Next Post
Lanal Timika Pastikan Keamanan Maritim Papua Kondusif, Letkol Bekti Sebut Illegal Fishing Sudah Berkurang

Lanal Timika Pastikan Keamanan Maritim Papua Kondusif, Letkol Bekti Sebut Illegal Fishing Sudah Berkurang

Dua Atlet Papua Athletics Center Tampil Memukau di SEA U18–U20 Athletics Championship 2025

Dua Atlet Papua Athletics Center Tampil Memukau di SEA U18–U20 Athletics Championship 2025

Satgas Yonif 743/PSY Gelar Free Medical Care, Disambut Hangat Masyarakat Papua

Satgas Yonif 743/PSY Gelar Free Medical Care, Disambut Hangat Masyarakat Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id