ADVERTISEMENT
Minggu, April 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

24 Tahun Otsus Dinilai Gagal, Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Protes, Tidak Ada Anggota DPRD Mimika yang Hadir

“Setiap hari kami keluar pagi mencari Rp20.000 untuk makan. Freeport ada, pemerintah ada, tapi kami tidak merasakan hasilnya. Kami hanya ingin pemerintah membuka pintu untuk mendengar isi hati kami”.

21 November 2025
0
24 Tahun Otsus Dinilai Gagal, Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Protes, Tidak Ada Anggota DPRD Mimika yang Hadir

Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Kabupaten Mimika menggelar aksi di depan Kantor DPRD Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapaua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua di Mimika kembali turun ke jalan menyuarakan kekecewaan terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang hari ini, Jumat 21 November 2025 sudah berusia 24 tahun.

Menunjukan kekecewaan itu, massa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Mimika, Jumat 21 November 2025.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi itu massa aksi mengangkat tema “24 Tahun Kegagalan Otonomi Khusus dan Selamatkan Komoditi Lokal di Seluruh Tanah Papua”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Massa yang datang dari empat titik yakni, SP2, Timika Indah, Pasar Baru, dan Pasar Lama, mulai memadati jalan cenderawasih SP2 depan kantor dewan sejak pagi.

Baca Juga

Sempat Melawan, DPO KKB Penembak Warga Sipil Diringkus di Timika

Tingkatkan Pelayanan Navigasi Udara di Papua, AirNav dan Korpasgat Resmikan Tower di Oksibil

Mereka membawa poster dan spanduk berisi tuntutan, sambil berorasi bergantian.

Seorang pelajar yang turut berorasi menumpahkan kekecewaannya terhadap minimnya dampak Otsus bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Otonomi khusus adalah kegagalan. Selama 24 tahun, Otsus tidak membangun SDM Papua, tetapi justru sumber daya alam yang terus dikuras,” ujarnya lantang.

Ia menilai gelar “daerah istimewa” selama ini hanya merujuk pada kekayaan alam Papua, bukan kualitas manusianya.

Menurutnya, berbagai kebijakan Otsus justru membuka pintu bagi investasi skala besar, perkebunan, dan aktivitas ekonomi yang tidak berpihak pada OAP.

“Otsus seharusnya menjadi jembatan untuk pembangunan manusia Papua, bukan untuk mempermudah masuknya perusahaan ilegal dan berbagai bentuk ketidakadilan,” tegasnya.

Isu pangan lokal juga menjadi sorotan. Ia menyebut komoditas khas Papua semakin terdesak oleh pedagang diluar Orang Asli Papua (OAP).

“Kami orang Papua hidup dengan pangan lokal. Pemerintah harus melindungi pangan lokal, karena saat ini banyak komoditas luar yang masuk dan memonopoli pasar, termasuk komoditas seperti pinang,” tambahnya.

Koordinator Umum Aksi, Yoki Sondegau, mengingatkan bahwa ini bukan aksi pertama yang mereka gelar.

Mereka telah empat kali menyampaikan aspirasi terkait implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang pemberdayaan dan perlindungan OAP.

“Kami sudah berulang kali berdialog, termasuk RDP dengan anggota dewan. Namun hingga kini Perda itu belum direalisasikan. Kami berharap DPRD dapat menerima aspirasi kami,” ungkapnya.

Dari kalangan perempuan Papua, seorang mama pedagang pasar menyampaikan suara hati yang membuat suasana aksi hening sejenak.

“Setiap hari kami keluar pagi mencari Rp20.000 untuk makan. Freeport ada, pemerintah ada, tapi kami tidak merasakan hasilnya. Kami hanya ingin pemerintah membuka pintu untuk mendengar isi hati kami,” ungkapnya lirih.

DPRD Kosong, Tak Ada Satu Pun Wakil Rakyat yang Hadir

Meski massa hadir dengan harapan untuk berdialog, kenyataan berkata lain. Hingga pukul 11.00 WIT, tak satu pun anggota DPRD Mimika berada di kantor untuk menemui demonstran.

Gedung wakil rakyat itu tampak lengang tanpa aktivitas, memantik kekecewaan para peserta aksi yang telah datang dari berbagai penjuru.

Padahal, aspirasi yang mereka bawa berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat Papua, mulai dari perlindungan komoditas lokal hingga implementasi Perda yang sudah disahkan.

Pantauan koranpapua.id, aksi berjalan damai di bawah pengawalan aparat keamanan. Para peserta menegaskan perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai aspirasi masyarakat Papua mendapat respons nyata dari pemerintah. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sempat Melawan, DPO KKB Penembak Warga Sipil Diringkus di Timika

Sempat Melawan, DPO KKB Penembak Warga Sipil Diringkus di Timika

26 April 2026
Tingkatkan Pelayanan Navigasi Udara di Papua, AirNav dan Korpasgat Resmikan Tower di Oksibil

Tingkatkan Pelayanan Navigasi Udara di Papua, AirNav dan Korpasgat Resmikan Tower di Oksibil

26 April 2026
Longsor di Jalan Trans Papua: BBPJN Papua Turunkan Alat Berat, Prediksi Tuntas Dua Pekan

Longsor di Jalan Trans Papua: BBPJN Papua Turunkan Alat Berat, Prediksi Tuntas Dua Pekan

26 April 2026
Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

Sekuriti Hotel Rylich Panorama Tewas Ditikam OTK

26 April 2026
30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

30 Personel Brimob Dikerahkan Kejar Buronan Kasus Pembunuhan Dua Marinir

26 April 2026
Peringati Dua Agenda Besar: PPNI Gelar Aksi Kemanusiaan Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Mimika

Peringati Dua Agenda Besar: PPNI Gelar Aksi Kemanusiaan Cek Kesehatan Gratis untuk Warga Mimika

26 April 2026

POPULER

  • Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    Wabup Emanuel: Hari Ini Wapres Kunjungi Timika, Rumput Belum Dibabat, Sampah Masih Menumpuk

    631 shares
    Bagikan 252 Tweet 158
  • Atasi Ketimpangan Tenaga Pengajar, Disdik Mimika Atur Penempatan Guru Demi Pemerataan

    629 shares
    Bagikan 252 Tweet 157
  • Wapres Gibran Dijadwalkan akan Berkunjung ke Toko Meriah Timika dan Sentra Pendidikan

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • SK LMHA Belum Bisa Terbit, Bupati Johannes Rettob: Diperbaiki atau Musda Ulang

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Yones Yohame Tewas di Depan Rumahnya, Aparat Gabungan Buru Anggota OPM Pelaku Penembakan

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Senator Perempuan di DPR PT Kritik Kunjungan Wapres Gibran ke Tanah Papua

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Karaka Mimika Kuasai Pasar Malaysia dan Singapura, Januari-April 2026 Sumbang Devisa Rp800 Juta

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
100 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Aksi Solidaritas Mahasiswa di Mimika

100 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Aksi Solidaritas Mahasiswa di Mimika

Serapan APBD Mimika 2025 Baru 43 Persen, DPRD Peringatkan Potensi SILPA Membengkak

Serapan APBD Mimika 2025 Baru 43 Persen, DPRD Peringatkan Potensi SILPA Membengkak

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id