ADVERTISEMENT
Jumat, Juni 12, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

24 Tahun Otsus Dinilai Gagal, Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Protes, Tidak Ada Anggota DPRD Mimika yang Hadir

“Setiap hari kami keluar pagi mencari Rp20.000 untuk makan. Freeport ada, pemerintah ada, tapi kami tidak merasakan hasilnya. Kami hanya ingin pemerintah membuka pintu untuk mendengar isi hati kami”.

21 November 2025
0
24 Tahun Otsus Dinilai Gagal, Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Protes, Tidak Ada Anggota DPRD Mimika yang Hadir

Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua Kabupaten Mimika menggelar aksi di depan Kantor DPRD Mimika. (foto:Hayun Nuhuyanan/koranpapaua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Solidaritas Mahasiswa dan Rakyat Papua di Mimika kembali turun ke jalan menyuarakan kekecewaan terhadap pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang hari ini, Jumat 21 November 2025 sudah berusia 24 tahun.

Menunjukan kekecewaan itu, massa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Mimika, Jumat 21 November 2025.

ADVERTISEMENT

Dalam aksi itu massa aksi mengangkat tema “24 Tahun Kegagalan Otonomi Khusus dan Selamatkan Komoditi Lokal di Seluruh Tanah Papua”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Massa yang datang dari empat titik yakni, SP2, Timika Indah, Pasar Baru, dan Pasar Lama, mulai memadati jalan cenderawasih SP2 depan kantor dewan sejak pagi.

Baca Juga

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

Mereka membawa poster dan spanduk berisi tuntutan, sambil berorasi bergantian.

Seorang pelajar yang turut berorasi menumpahkan kekecewaannya terhadap minimnya dampak Otsus bagi Orang Asli Papua (OAP).

“Otonomi khusus adalah kegagalan. Selama 24 tahun, Otsus tidak membangun SDM Papua, tetapi justru sumber daya alam yang terus dikuras,” ujarnya lantang.

Ia menilai gelar “daerah istimewa” selama ini hanya merujuk pada kekayaan alam Papua, bukan kualitas manusianya.

Menurutnya, berbagai kebijakan Otsus justru membuka pintu bagi investasi skala besar, perkebunan, dan aktivitas ekonomi yang tidak berpihak pada OAP.

“Otsus seharusnya menjadi jembatan untuk pembangunan manusia Papua, bukan untuk mempermudah masuknya perusahaan ilegal dan berbagai bentuk ketidakadilan,” tegasnya.

Isu pangan lokal juga menjadi sorotan. Ia menyebut komoditas khas Papua semakin terdesak oleh pedagang diluar Orang Asli Papua (OAP).

“Kami orang Papua hidup dengan pangan lokal. Pemerintah harus melindungi pangan lokal, karena saat ini banyak komoditas luar yang masuk dan memonopoli pasar, termasuk komoditas seperti pinang,” tambahnya.

Koordinator Umum Aksi, Yoki Sondegau, mengingatkan bahwa ini bukan aksi pertama yang mereka gelar.

Mereka telah empat kali menyampaikan aspirasi terkait implementasi Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang pemberdayaan dan perlindungan OAP.

“Kami sudah berulang kali berdialog, termasuk RDP dengan anggota dewan. Namun hingga kini Perda itu belum direalisasikan. Kami berharap DPRD dapat menerima aspirasi kami,” ungkapnya.

Dari kalangan perempuan Papua, seorang mama pedagang pasar menyampaikan suara hati yang membuat suasana aksi hening sejenak.

“Setiap hari kami keluar pagi mencari Rp20.000 untuk makan. Freeport ada, pemerintah ada, tapi kami tidak merasakan hasilnya. Kami hanya ingin pemerintah membuka pintu untuk mendengar isi hati kami,” ungkapnya lirih.

DPRD Kosong, Tak Ada Satu Pun Wakil Rakyat yang Hadir

Meski massa hadir dengan harapan untuk berdialog, kenyataan berkata lain. Hingga pukul 11.00 WIT, tak satu pun anggota DPRD Mimika berada di kantor untuk menemui demonstran.

Gedung wakil rakyat itu tampak lengang tanpa aktivitas, memantik kekecewaan para peserta aksi yang telah datang dari berbagai penjuru.

Padahal, aspirasi yang mereka bawa berkaitan langsung dengan keberlangsungan hidup masyarakat Papua, mulai dari perlindungan komoditas lokal hingga implementasi Perda yang sudah disahkan.

Pantauan koranpapua.id, aksi berjalan damai di bawah pengawalan aparat keamanan. Para peserta menegaskan perjuangan mereka tidak akan berhenti sampai aspirasi masyarakat Papua mendapat respons nyata dari pemerintah. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

Dari Kasus Mobil Meledak di SPBU Nabire, Polisi Temukan 17 Jeriken Disembunyikan dalam Kabin Modifikasi

11 Juni 2026
Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

Gubernur Jawa Timur Bangga 51 Siswa ADEM Papua Lolos PTN, Bukti Nyata Generasi Berprestasi

11 Juni 2026
Bank Indonesia Fasilitasi 20 Wartawan Papua Barat dan Papua Barat Daya Berkunjung ke Bali

Bank Indonesia Fasilitasi 20 Wartawan Papua Barat dan Papua Barat Daya Berkunjung ke Bali

11 Juni 2026
BMKG Peringati Waspada Cuaca Ekstrem Tiga Hari Kedepan, Diprediksi Melanda Empat Kabupaten di Papua Tengah

BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

11 Juni 2026
YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

YPMAK Bangun Rumah Sagu di Mapurujaya, Perkuat Ekonomi Berbasis Pangan Lokal

11 Juni 2026
Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

Delapan Eks TPNPB-OPM Kiwirok Kembali ke Pangkuan NKRI

11 Juni 2026

POPULER

  • Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    Pembakaran Gedung SD Yapis oleh KKB, Kerugian Mencapai Rp2 Miliar

    624 shares
    Bagikan 250 Tweet 156
  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Skandal Lahan Rp22,5 Miliar di Mimika, Penetapan Tersangka Tinggal Menunggu Waktu

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Pelajar SMP Negeri dan Swasta di Papua Tengah Bebas Biaya Pendidikan, Berlaku Tahun Ini

    883 shares
    Bagikan 353 Tweet 221
  • Aksi Curas di Timika Terekam CCTV, Pelaku Langsung Diamankan Polisi

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Nunggak Pajak Rp17 Miliar, Rekening 36 Warga Papua Diblokir

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Freeport Kelola Tailing Bernilai Guna, Anggaran Tembus Rp200–300 Juta Dolar per Tahun

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
100 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Aksi Solidaritas Mahasiswa di Mimika

100 Personel Polisi Dikerahkan Amankan Aksi Solidaritas Mahasiswa di Mimika

Serapan APBD Mimika 2025 Baru 43 Persen, DPRD Peringatkan Potensi SILPA Membengkak

Serapan APBD Mimika 2025 Baru 43 Persen, DPRD Peringatkan Potensi SILPA Membengkak

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Warning! Gubernur Mathius Fakhiri Ancam Copot Direktur RS dan Kapus yang Menolak Pasien

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id