ADVERTISEMENT
Kamis, Mei 21, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

ASN, TNI-Polri di Mimika Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, BPIP: Pancasila Bukan Sekadar Catatan Sejarah

“Upaya penguatan Pancasila harus dilakukan secara komprehensif di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hingga ruang digital”.

2 Juni 2025
0

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Halaman Kantor Bupati Mimika, Senin 2 Juni 2025. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama personil TNI-Polri di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh tanggal 1 Juni 2025.

Namun dikarenakan tanggal 1 Juni kemarin bertepatan dengan hari Minggu, maka upacara peringatan baru terlaksana, Senin 2 Juni 2025 di Halaman Kantor Bupati Mimika.

ADVERTISEMENT

Pada upacara tersebut, Letnan Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwant, Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Timika, bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sementara itu, Primus Natikapereyau, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, mengemban tugas membacakan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Baca Juga

Dinkes Mimika Siapkan Pembangunan Puskesmas Baru di Kelurahan Perintis dan Koperapoka

BPKP Papua Tengah Uji Efektivitas dan Tata Kelola Integrasi Layanan Primer di Mimika

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Benedictus Hery Murwanto membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Pidato tersebut menekankan bahwa Pancasila bukan sekadar catatan sejarah atau norma tertulis dalam UUD 1945. Namun lebih dari itu, Pancasila adalah jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama.

Pidato tersebut mengajak seluruh peserta upacara untuk merenungkan kembali makna Pancasila sebagai rumah besar bagi keberagaman Indonesia, yang mampu mempersatukan lebih dari 270 juta penduduk dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya, dan bahasa yang berbeda.

“Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebhinekaan bukanlah alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk bersatu,” demikian kutipan pidato Kepala BPIP yang dibacakan oleh Letkol Benedictus.

Dijelaskan, pada sila pertama hingga sila kelima mengandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas.

Salah satu elemen pentingnya adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia. Hal ini menjadi prioritas karena kemajuan tanpa landasan ideologi yang kuat akan mudah rapuh.

Penguatan ideologi Pancasila memastikan bahwa pembangunan bangsa selalu berakar pada nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.

Lebih jauh, Benedictus menyampaikan bahwa, di era globalisasi dan digitalisasi yang penuh tantangan, ancaman terhadap Pancasila semakin nyata.

Paham-paham ekstrem dan radikal masih berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

“Oleh karena itu, upaya penguatan Pancasila harus dilakukan secara komprehensif di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemerintahan, ekonomi, hingga ruang digital,” jelasnya.

Dalam pidato tersebut, juga ditekankan beberapa poin penting diantaranya, pendidikan Pancasila harus diimplementasikan dalam praktik sehari-hari, tidak hanya sebagai materi formal di sekolah dan universitas.

Poin lainnya ada pada bidang ekonomi, dimana pembangunan harus dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia. Termasuk, di ruang digital, kesadaran kolektif tentang etika, toleransi, dan saling menghargai harus terus dibangun.

Ia menekankan agar pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial dan platform digital lainnya.

Karenanya, masyarakat diimbau untuk memerangi ujaran kebencian dan berita bohong melalui literasi digital dan semangat gotong royong.

“Mari kita jadikan peringatan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai momen untuk memperkokoh komitmen kita terhadap nilai-nilai Pancasila,” ajaknya.

Karenanya setiap langkah, kebijakan, ucapan, dan tindakan kita harus menjadi cerminan dari semangat Pancasila.

“Kita ingin Indonesia maju tidak hanya dalam teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia sejahtera tidak hanya dalam statistik, tetapi juga dalam keadilan dan persaudaraan,” imbuhnya.

Serta kita ingin Indonesia dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena budi pekerti rakyatnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

Satgas Damai Cartenz Tangkap Terduga Wadanyon HSSBI di Yahukimo

20 Mei 2026
Satgas Yon Parako 466 Pasgat Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Karya Anak Perdamaian

20 Mei 2026
Dinkes Mimika Siapkan Pembangunan Puskesmas Baru di Kelurahan Perintis dan Koperapoka

Dinkes Mimika Siapkan Pembangunan Puskesmas Baru di Kelurahan Perintis dan Koperapoka

20 Mei 2026
Kemenkum RI: Putra-Putri Asli Papua Diberikan Akses Masuk Sekolah Kedinasan Hingga Peluang Menjadi ASN

Kemenkum RI: Putra-Putri Asli Papua Diberikan Akses Masuk Sekolah Kedinasan Hingga Peluang Menjadi ASN

20 Mei 2026
BPKP Papua Tengah Uji Efektivitas dan Tata Kelola Integrasi Layanan Primer di Mimika

BPKP Papua Tengah Uji Efektivitas dan Tata Kelola Integrasi Layanan Primer di Mimika

20 Mei 2026
Perempuan di Mimika Diciduk Polisi, 36 Paket Sabu Siap Edar Disita

Perempuan di Mimika Diciduk Polisi, 36 Paket Sabu Siap Edar Disita

20 Mei 2026

POPULER

  • Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    Larangan Pemutaran Film Pesta Babi, Ini Pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih

    559 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Pdt. Anton Wamang Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Tembagapura: ‘TNI Tidak Terlibat Kematian Putri Saya’

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • YPMAK dan UPN “Veteran” Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan SDM Unggul Masyarakat Tujuh Suku di Mimika

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Gubernur Matius Fakhiri: Tiga Penyakit Ini Pembunuh Terbesar Orang Asli Papua

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • SMI-KP Kota Studi Nabire Gelar Mimbar Bebas, Tolak Rencana Pemekaran DOB di Wilayah Paniai

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Menyemai Benih Calon Imam Katolik Amungme dan Kamoro di Kaki Gunung Lokon

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Wakil Ketua Lemasko Hadiri Pembukaan Pleno XIX Dewan Adat Papua di Teluk Wondama

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Masuk Sekolah Kedinasan, Pemkab Mimika Seleksi Kesehatan 50 Pelajar AMOR, Gandeng Kapolres dan Dandim

Dinas Pendidikan Mimika Peringatkan Sekolah Tidak Boleh Pungut Biaya Print Ijazah

Tidak Laporkan Harta, TPP Oknum Pejabat Eselon III di Pemkab Mimika Diblokir

Sipir Penjara Diparangi, Belasan Napi di Lapas Nabire Berhasil Kabur

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id