ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 31, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Keamanan

Pemkab Puncak Bantu Rp1 Miliar, “Kami Sudah Belah Kayu, Patah Panah dan Jabat Tangan, Tidak Boleh Ada Perang Lagi”

“Saya menyampaikan apresiasi kepada pihak korban maupun pelaku serta masyarakat Puncak yang ada di Mimika, yang telah memberikan dukungan dalam mengakhiri persoalan ini”.

28 Desember 2024
0
Pemkab Puncak Bantu Rp1 Miliar, “Kami Sudah Belah Kayu, Patah Panah dan Jabat Tangan, Tidak Boleh Ada Perang Lagi”

Lukius Newegalen, S.IP, Mantan Ketua DPRD Puncak. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Perang saudara yang berlokasi di Jalan C Heatubun Timika, Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah telah berakhir damai.

Untuk diketahui perang saudara yang terjadi sejak 24 Desember 2024 itu memakan korban jiwa, atas nama Tomi Dolome dan Temanus Komangal.

Pemerintah Kabupaten Puncak bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, toloh intelektual bersama TNI-Polri di Timika terus melakukan upaya penyelesian, dan akhirnya kedua kubu sepakat untuk mengakhiri perang.

Perdamaian ditandai dengan prosesi adat belah kayu, patah panah, tukar babi dan saling berjabatan tangan di lokasi yang menjadi arena perang, Sabtu 28 Desember 2024 sore.

Baca Juga

Polda Papua Amankan 25 Motor Diduga Hasil Curanmor di Uncen

37 Kasus Narkoba Ditangani Polres Mimika, 15 Orang Direhabilitasi BNNK

“Kami sudah lakukan semua prosesi adat, jadi tidak boleh ada perang lagi,” ujar Lukius Newegalen, mantan Ketua DPRD Kabupaten Puncak kepada koranpapua.id di Timika, Sabtu 28 Desember 2024.

Ia menjelaskan, dirinya bersama Nenu Tabuni, Pj Bupati Puncak turun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi warga Puncak yang berdomisili di Timika.

Sebagai bentuk perhatian dan tanggungjawab pemerintah, Pj Bupati Puncak menyiapkan anggaran Rp1 miliar yang diambil dari APBD Puncak.

Dana Rp1 miliar tersebut selanjutnya diserahkan untuk keluarga Tomi Dolame sebesar Rp500 juta pada Jumat 27 Desember 2024.

Dan Rp500 juta sisanya diberikan kepada keluarga korban Temanus Komangal pada hari ini Sabtu 28 Desember 2024.

“Penyerahan dana ini langsung di lokasi perang yang dihadiri kedua belah pihak,” ujarnya.

Dikatakan, dalam perdamaian ini selain menyerahkan uang kepada keluarga korban, kedua pihak yang bertikai juga menandatangani surat kesepakatan damai diatas meterai.

Dengan surat kesepakatan itu, apabila dikemudian hari kembali terjadi perang, bukan lagi bagian lanjutan dari persoalan ini, melainkan masalah yang baru.

Lukius juga menyampaikan bahwa, pecahnya perang saudara ini bermula dari meninggalnya Tomi Dolame tanggal 24 Desember 2024.

Almarhum tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Puncak yang berasal dari Distrik Jila.

Keluarga Tomi Dolome yang tidak menerima atas peristiwa tersebut, melakukan pembalasan dengan membunuh Temanus Komangal pada tanggal 25 Desember 2024.

“Disayangkan bertepatan dengan moment Natal pada tanggal 24 Desember 2024 kedua belah pihak yang adalah saudara sesama Dolame harus bertikai karena mabuk,” sesalnya.

Merespon kejadian ini, Lukius mendatangi Timika dan bertemu dengan dua keluarga korban untuk meminta mengakhiri pertikaian, karena sudah saling membalas.

Dan kepada warga Puncak yang berdomisili di Kwamki Narama, Lukius juga memberikan pemahaman bahwa, momen Natal seharusnya tidak boleh terjadi saling membunuh.

Sekarang sudah waktunya untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik untuk membangun Puncak.

Karena sudah tidak zamannya lagi saling membunuh dan saling melukai sesama manusia.

“Saya minta kepada mereka bahwa konflik yang terjadi saat ini harus dihentikan. Jangan lagi ada korban susulan,” tegasnya.

“Kita upayakan untuk damai secara berturut-turut mulai tanggal 25, 26 dan 27 Desember kemarin. Jadi saya tidak tinggal diam. Saya panggil dan kumpulkan tokoh masyarakat untuk bicara supaya akhiri pertikaian,” jelasnya.

Ia menyampaikan ucapan syukur, karena setelah diberikan pemahaman, mereka sepakat untuk menyelesaikan pertikaian ini sesuai tradisi adat.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada pihak korban maupun pelaku serta masyarakat Puncak yang ada di Mimika, yang telah memberikan dukungan dalam mengakhiri persoalan ini,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polda Papua Amankan 25 Motor Diduga Hasil Curanmor di Uncen

Polda Papua Amankan 25 Motor Diduga Hasil Curanmor di Uncen

30 Oktober 2026
37 Kasus Narkoba Ditangani Polres Mimika, 15 Orang Direhabilitasi BNNK

37 Kasus Narkoba Ditangani Polres Mimika, 15 Orang Direhabilitasi BNNK

30 Oktober 2026
Polres Mimika Tangani 37 Laporan Narkoba hingga Oktober 2026

Polres Mimika Tangani 37 Laporan Narkoba hingga Oktober 2026

30 Oktober 2026
HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga Perbatasan Bomakia

HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga Perbatasan Bomakia

30 Oktober 2026
BNNK Mimika Rehabilitasi 15 Penyalahguna Narkoba, Lampaui Target 2026

BNNK Mimika Rehabilitasi 15 Penyalahguna Narkoba, Lampaui Target 2026

30 Oktober 2026
TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

30 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
ULP, TPP dan Gaji Belum Dibayar, Ratusan Guru di Kabupaten Jayapura Gelar Unjuk Rasa

ULP, TPP dan Gaji Belum Dibayar, Ratusan Guru di Kabupaten Jayapura Gelar Unjuk Rasa

Secara Nasional, Kenaikan Harga Bahan Pokok Tertinggi di Papua Tengah 

Secara Nasional, Kenaikan Harga Bahan Pokok Tertinggi di Papua Tengah 

Demam Babi Melanda Papua Tengah, Pj Gubernur: Peternak Alami Kerugian Besar

Pemprov Papua Tengah Lakukan Berbagai Upaya Tangani Penyebaran Virus ASF, Permintaan Daging Sapi Meningkat

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id