ADVERTISEMENT
Rabu, April 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Di TPS 12 Kebun Sirih Timika, Sebagian Besar Warga yang Terdaftar di Salinan TPS Tidak Dijinkan Coblos

Kecurangan lainya beberapa nama yang menunjukan KTP Kabupaten Jayawijaya, namun diloloskan oleh petugas untuk mencoblos di TPS tersebut.

27 November 2024
0
Di TPS 12 Kebun Sirih Timika, Sebagian Besar Warga yang Terdaftar di Salinan TPS Tidak Dijinkan Coblos

Suasana di TPS 20, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika.(foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Pelaksanaan pencoblosan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) periode 2024-2029 di TPS 20, Kelurahan Kebun Sirih, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Rabu 27 November 2024, nampak berbeda.

Pasalnya sebagian besar warga yang namanya terdaftar dalam salinan tetap di TPS tersebut, tidak diijinkan melakukan pencoblosan.

ADVERTISEMENT

Alasannya, TPS tersebut telah mempunyai kesepakatan sendiri, bahwa yang boleh memilih harus terdaftar sebagai warga RT 06.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Yang boleh memilih di sini hanya warga RT 06. Ini KTP RT 013, minta maaf bapak. Undangan bukan jadi dasar untuk memilih. Ini TPS untuk RT 06 saja,” ujar seorang pria yang mengaku sebagai RT 06 saat memeriksa KTP salah seorang warga yang hendak melakukan pencoblosan.

Baca Juga

Ketua DPRK Mimika Ingatkan OPD Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat, Ganti  Kadistrik Malas

Bupati Mimika Tegaskan Kenaikan Uang Perjalanan Dinas dalam Daerah Masih Sebatas Wacana

Berdasarkan pantauan koranpapua.id, kejadian yang sama juga dialami warga lain yang ikut antre dengan menunjukkan KTP dan surat undangan.

“Ini juga RT 012, minta maaf, tidak ada hak memilih di sini. Saya fokus untuk warga saya. Tadi, kita sudah debat banyak, pergi sana dulu. Kita sudah atur, sudah ada kesepakatan kalau TPS ini hanya untuk RT 06. Yang lain tidak boleh,” katanya lagi usai mengecek KTP warga lainnya.

Kejadian yang sama juga dialami oleh AS, salah satu warga RT 12 yang datang bersama istrinya ke TPS, juga terpaksa pulang dan tidak bisa menyalurkan hak pilihnya.

Dirinya menyayangkan kejadian tersebut. Padahal menurutnya hari ini adalah pesta untuk masyarakat dalam memilih pemimpin Mimika 5 tahun kedepan.

“Sangat disayangkan sekali di acara pesta demokrasi untuk memilih pemimpin lima tahun kedepan, namun kami tidak diijinkan memilih, padahal nama kami ada di daftar pemilih,” keluh AS.

Pada kesempatan itu, AS sempat menjelaskan kepada petugas bahwa namanya terdaftar di salinan DPT TPS 20.  Namun penjelasan itu juga tidak membuatnya bisa mencoblos di TPS tersebut.

“Nama saya jelaskan di online pun nama saya ada. Tetapi saya ke sana, saya ditolak karena alasannya saya bukan RT 06. Mereka tidak terima orang dari RT lain,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika ada kejadian seperti ini, seharusnya para petugas, baik dari pihak penyelenggara, pengawas, maupun keamanan perlu menyelesaikan masalah ini.

Namun faktanya mereka tidak berinisiatif untuk meluruskan masalah tersebut.

“Harusnya mereka memberi tahu bahwa pemahaman itu keliru. Saya lihat petugas terkesan masa bodoh. Petugas dari pengawas dan panitia penyelenggara juga tidak mengambil perannya dengan baik,” pungkasnya.

Ia berharap kejadian yang dialaminya menjadi perhatian pihak terkait agar dapat mengusut ada apa dibalik semua ini.

Dikatakan, sebelumnya ada pesan yang diterima media ini yang berisi dugaan kecurangan yang disiapkan untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

“Mohon di sampaikan kepada petugas maupun aparat bahwa di TPS 20 Kebun Sirih TPSnya tidak dibuka untuk pemilih. Semua pemilih yang sudah datang dari pagi sampai saat ini di suruh pulang, karena mereka bungkus untuk salah satu paslon,” demikian isi pesan tersebut.

Dugan kecurangan lainya juga disaksikan awak media di lapangan terkait beberapa nama yang menunjukan KTP Kabupaten Jayawijaya, namun diloloskan oleh petugas untuk mencoblos di TPS tersebut. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua DPRK Mimika Ingatkan OPD Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat, Ganti  Kadistrik Malas

Ketua DPRK Mimika Ingatkan OPD Prioritaskan Program Sesuai Kebutuhan Masyarakat, Ganti  Kadistrik Malas

31 Maret 2026
Direktur RSUD Mimika: Pembangunan Ruang Rawat Inap Berlanjut, Layanan Tetap Optimal

Direktur RSUD Mimika: Pembangunan Ruang Rawat Inap Berlanjut, Layanan Tetap Optimal

31 Maret 2026
Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

Bupati Mimika Tegaskan Kenaikan Uang Perjalanan Dinas dalam Daerah Masih Sebatas Wacana

31 Maret 2026
Tangis Pecah di Pos Perbatasan, Antara Oleh-oleh Sederhana dan Impian Masa Depan

Tangis Pecah di Pos Perbatasan, Antara Oleh-oleh Sederhana dan Impian Masa Depan

31 Maret 2026
Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

Serahkan Kasus Pembunuhan Junius Magai ke Polisi, Keluarga Desak Segera Tangkap Pelaku

31 Maret 2026
Polisi Ringkus Ayah Bejat, Pemerkosa Anak Kandung

Polisi Ringkus Ayah Bejat, Pemerkosa Anak Kandung

31 Maret 2026

POPULER

  • Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    Sadis! Seorang Pria Tewas Bersimbah Darah, Ketua KNPI Mimika: “Ini Kakak Sungguh Saya”

    596 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • SMP YPJ Kuala Kencana Gelar Pasar Kreatif, Bekali Siswa Jiwa Wirausaha Sejak Dini

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Syarat Menjadi Pejabat di Mimika, Bupati Johannes Rettob Tegaskan ASN Wajib Sarjana

    574 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • ASN Wajib Turun ke Pedalaman, Pemkab Mimika Naikkan Uang Perjalanan Dinas Rp3,5 Juta per Hari

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Mahasiswa Asal Papua Ditemukan Meninggal dalam Kamar Kos di Surabaya, Diduga Sakit Malaria

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Seorang Warga Tewas di Kwamki Narama, Diduga Diserang Sekompok Orang

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Bupati Mimika Soroti Aksi Protes ASN Amor, Singgung “Pemain Lama” yang Belum Move On

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
AIYE Klaim Unggul di Pilkada Mimika

AIYE Klaim Unggul di Pilkada Mimika

Tiga Calon Bupati Mimika Unggul di Masing-Masing TPS

Tiga Calon Bupati Mimika Unggul di Masing-Masing TPS

10.451 Karyawan Freeport Gunakan Hak Suaranya pada Pilkada Serentak 2024

10.451 Karyawan Freeport Gunakan Hak Suaranya pada Pilkada Serentak 2024

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id