ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 23, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Hadiri Rakerkesda II Papua Tengah, Menkes RI: Idealnya Prioritas Bidang Kesehatan Menjaga Masyarakat Tidak Sakit

Percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas utama. Karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan tetapi menyangkut SDM Papua Tengah kedepan dalam bonus demogramfi di tahun 2045.

18 September 2024
0
Hadiri Rakerkesda II Papua Tengah, Menkes RI: Idealnya Prioritas Bidang Kesehatan Menjaga Masyarakat Tidak Sakit

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI, Ribka Haluk, Pj Gubernur Papua Tengah dan Valentinus Sudarjanto Sumito, Pj Bupati Mimika saat membuka Rakerkesda II. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Tengah II Tahun 2024 yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Rabu 18 September dihadiri langsung Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Rakerkesda yang juga dihadiri jajaran Kemenkes RI itu, diikuti seluruh Kepala Dinas Kesehatan dan Pimpinan RSUD yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah.

ADVERTISEMENT

Rakerkesda tahun ini mengusung tema “Aksi Bersama Untuk Papua Tengah Sehat Strategi Kreatif Percepatan Penurunan Stunting, Eliminasi Malaria dan Peningkatan Aksesibilitas Layanan Kesehatan”.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Budi Gunadi pada kesempatan itu menegaskan bahwa, idealnya tugas prioritas bidang kesehatan adalah menjaga agar masyarakatnya tidak sakit.

Baca Juga

Dinkes Mimika Gelar Workshop HAN 2026: Perkuat Pola Asuh Digital, Lindungi Anak dan Cegah Stunting

Kakanwil Kemenkum Papua: HKI Bisa Jadi Jalan Mimika Mendunia

Untuk mencegah masyarakat tidak sakit, maka petugas kesehatan harus tahu pola penyakit dan pola epidemiologis sehingga bisa mencegahnya.

“Pada bidang kesehatan harus diutamakan aksi promotif dan preventif sehingga bisa melakukan pencegahan,” ujar Budi Gunadi.

Sementara Ribka Haluk, Pj Gubernur Papua Tengah pada kesempatan itu menyampaikan, kehadiran Menteri Kesehatan dalam rapat Rakerkesda ke-II ini, sebagai tanda kepedulian negara terhadap kesehatan di Papua Tengah.

Rakerkesda merupakan forum strategi untuk merumuskan kebijakan dan langkah kongkrit guna mencapai pembangunan kesehatan yang lebih baik di Papua Tengah.

Dikatakan, tema yang diangkat sangat relevan dan tepat dalam konteks tantangan yang dihadapi saat ini.

Persoalan stunting, malaria serta aksebilitas layanan kesehatan masih menjadi tantangan dan masalah yang harus diselesaikan.

Ribka menyampaikan, data terbaru stunting di Papua Tengah masih berada pada angka yang cukup tinggi, dan ini merupakan upaya untuk melakukan penurunan terhadap angka tersebut.

Sebagai wilayah yang endemik malaria, pemerintah perlu melakukan langka terukur untuk mengeliminasi penyakit ini, sehingga kualitas hidup masyarakat bisa lebih baik.

Percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas utama. Karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan tetapi menyangkut SDM Papua Tengah kedepan dalam bonus demogramfi di tahun 2045.

“Upaya kita dalam mengurangi stunting harus dimulai dari peningkatan gizi ibu hamil, kesehatan Balita serta edukasi terhadap masyarakat melalui sosialisasi,” tegas Ribka.

“Koordinasi lintas sektor baik pemerintah kabupaten maupun provinsi menjadi kunci utama dalam memastikan program intervensi berjalan dengan baik dan efektif,” timpalnya.

Selain stunting kata Ribka, eliminasi malaria juga perlu menjadi fokus semua pihak, sebab Papua Tengah termasuk salah satu wilayah dengan kasus malaria yang cukup tinggi.

Pada kesempatan itu, Ribka berharap ada kerjasama lintas sektor. Diyakini dengan adanya pendekatan yang terintegrasi dapat menurunkan malaria secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Ribka menegaskan aksebilitas layanan kesehatan juga menjadi penting di Papua Tengah, termasuk daerah terpencil yang belum mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

“Karena itu kita perlu memperkuat sitem pelayanan kesehatan baik dari sisi infrastruktur dan SDM tenaga medis,” tutupnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG-2026 Wujudkan Kepedulian Pendidikan di Puncak Jaya

Satgas Pasgat Pamtas RI-PNG-2026 Wujudkan Kepedulian Pendidikan di Puncak Jaya

23 Juli 2026
Dinkes Mimika Gelar Workshop HAN 2026: Perkuat Pola Asuh Digital, Lindungi Anak dan Cegah Stunting

Dinkes Mimika Gelar Workshop HAN 2026: Perkuat Pola Asuh Digital, Lindungi Anak dan Cegah Stunting

23 Juli 2026
Kakanwil Kemenkum Papua: HKI Bisa Jadi Jalan Mimika Mendunia

Kakanwil Kemenkum Papua: HKI Bisa Jadi Jalan Mimika Mendunia

23 Juli 2026
Mimika Baru Fokus Atasi Banjir Lewat Padat Karya, Anggaran Rp1 Miliar Dinilai Belum Cukup

Pemdis Mimika Baru Usulkan Mesin Pirolisis, Sampah Plastik Diolah Jadi Bahan Bakar

23 Juli 2026
Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

23 Juli 2026
78 TK di Mimika Semarakkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya Nusantara

78 TK di Mimika Semarakkan Hari Anak Nasional Lewat Pawai Budaya Nusantara

23 Juli 2026

POPULER

  • Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    Kemenkeu Soroti Penggunaan Dana Transfer di Mimika, Laporan akan Dicocokkan dengan Fakta Lapangan

    902 shares
    Bagikan 361 Tweet 226
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    635 shares
    Bagikan 254 Tweet 159
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • 33 Siswa SMKN 6 Mimika PKL di Delapan Industri, Albertus Alto: Ini Langkah Awal Cetak Tenaga Kerja Profesional

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Konflik Bersenjata Papua: Gereja-gereja Kompak Bersuara, Desak Pemerintah Buka Jalur Dialog, bukan Militerisasi

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Kemenkeu Evaluasi Penggunaan Dana Ratusan Miliar di Mimika, Fokus pada Layanan Kesehatan dan Infrastruktur

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Panitia MPLS Resmi Serahkan 67 Siswa Baru ke SMKN 6 Mimika

    540 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
1.000 Warga Mimika Terima Dana Kemiskinan Ekstrem Rp6 Juta yang Disalurkan Pemprov Papua Tengah

1.000 Warga Mimika Terima Dana Kemiskinan Ekstrem Rp6 Juta yang Disalurkan Pemprov Papua Tengah

Habiskan Rp74 Miliar Lebih, Gedung Dinas Perhubungan Mimika Masih Pakai Meubelair Kantor Lama

Habiskan Rp74 Miliar Lebih, Gedung Dinas Perhubungan Mimika Masih Pakai Meubelair Kantor Lama

Terkait Proposal Pembebasan Pilot Philip, Kombes Bayu: Satgas Damai Cartenz Masih Pelajari Isinya

Terkait Proposal Pembebasan Pilot Philip, Kombes Bayu: Satgas Damai Cartenz Masih Pelajari Isinya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id