ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Hadiri Rakerkesda II Papua Tengah, Menkes RI: Idealnya Prioritas Bidang Kesehatan Menjaga Masyarakat Tidak Sakit

Percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas utama. Karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan tetapi menyangkut SDM Papua Tengah kedepan dalam bonus demogramfi di tahun 2045.

18 September 2024
0
Hadiri Rakerkesda II Papua Tengah, Menkes RI: Idealnya Prioritas Bidang Kesehatan Menjaga Masyarakat Tidak Sakit

Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI, Ribka Haluk, Pj Gubernur Papua Tengah dan Valentinus Sudarjanto Sumito, Pj Bupati Mimika saat membuka Rakerkesda II. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Papua Tengah II Tahun 2024 yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Rabu 18 September dihadiri langsung Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI.

Rakerkesda yang juga dihadiri jajaran Kemenkes RI itu, diikuti seluruh Kepala Dinas Kesehatan dan Pimpinan RSUD yang ada di wilayah Provinsi Papua Tengah.

Rakerkesda tahun ini mengusung tema “Aksi Bersama Untuk Papua Tengah Sehat Strategi Kreatif Percepatan Penurunan Stunting, Eliminasi Malaria dan Peningkatan Aksesibilitas Layanan Kesehatan”.

Budi Gunadi pada kesempatan itu menegaskan bahwa, idealnya tugas prioritas bidang kesehatan adalah menjaga agar masyarakatnya tidak sakit.

Baca Juga

1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

Untuk mencegah masyarakat tidak sakit, maka petugas kesehatan harus tahu pola penyakit dan pola epidemiologis sehingga bisa mencegahnya.

“Pada bidang kesehatan harus diutamakan aksi promotif dan preventif sehingga bisa melakukan pencegahan,” ujar Budi Gunadi.

Sementara Ribka Haluk, Pj Gubernur Papua Tengah pada kesempatan itu menyampaikan, kehadiran Menteri Kesehatan dalam rapat Rakerkesda ke-II ini, sebagai tanda kepedulian negara terhadap kesehatan di Papua Tengah.

Rakerkesda merupakan forum strategi untuk merumuskan kebijakan dan langkah kongkrit guna mencapai pembangunan kesehatan yang lebih baik di Papua Tengah.

Dikatakan, tema yang diangkat sangat relevan dan tepat dalam konteks tantangan yang dihadapi saat ini.

Persoalan stunting, malaria serta aksebilitas layanan kesehatan masih menjadi tantangan dan masalah yang harus diselesaikan.

Ribka menyampaikan, data terbaru stunting di Papua Tengah masih berada pada angka yang cukup tinggi, dan ini merupakan upaya untuk melakukan penurunan terhadap angka tersebut.

Sebagai wilayah yang endemik malaria, pemerintah perlu melakukan langka terukur untuk mengeliminasi penyakit ini, sehingga kualitas hidup masyarakat bisa lebih baik.

Percepatan penurunan stunting harus menjadi prioritas utama. Karena stunting bukan hanya persoalan kesehatan tetapi menyangkut SDM Papua Tengah kedepan dalam bonus demogramfi di tahun 2045.

“Upaya kita dalam mengurangi stunting harus dimulai dari peningkatan gizi ibu hamil, kesehatan Balita serta edukasi terhadap masyarakat melalui sosialisasi,” tegas Ribka.

“Koordinasi lintas sektor baik pemerintah kabupaten maupun provinsi menjadi kunci utama dalam memastikan program intervensi berjalan dengan baik dan efektif,” timpalnya.

Selain stunting kata Ribka, eliminasi malaria juga perlu menjadi fokus semua pihak, sebab Papua Tengah termasuk salah satu wilayah dengan kasus malaria yang cukup tinggi.

Pada kesempatan itu, Ribka berharap ada kerjasama lintas sektor. Diyakini dengan adanya pendekatan yang terintegrasi dapat menurunkan malaria secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Ribka menegaskan aksebilitas layanan kesehatan juga menjadi penting di Papua Tengah, termasuk daerah terpencil yang belum mendapatkan layanan kesehatan yang memadai.

“Karena itu kita perlu memperkuat sitem pelayanan kesehatan baik dari sisi infrastruktur dan SDM tenaga medis,” tutupnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

1.856 Liter Sopi Dimusnahkan, Begini Modus Miras Ilegal Masuk Mimika

23 Oktober 2026
Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

23 Oktober 2026
Kebakaran Rumah di SP3, BPBD Mimika Kerahkan Dua Armada

Kebakaran Rumah di SP3, BPBD Mimika Kerahkan Dua Armada

23 Oktober 2026
Polres Mimika Musnahkan 1.856 Liter Sopi, Hasil Operasi Tiga Bulan di Pelabuhan Poumako

Polres Mimika Musnahkan 1.856 Liter Sopi, Hasil Operasi Tiga Bulan di Pelabuhan Poumako

23 Oktober 2026
Satgas Damai Cartenz Tangkap Buronan Kasus Penganiayaan Berat di Puncak Jaya

Satgas Damai Cartenz Tangkap Buronan Kasus Penganiayaan Berat di Puncak Jaya

23 Oktober 2026
Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

23 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    627 shares
    Bagikan 251 Tweet 157
  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
1.000 Warga Mimika Terima Dana Kemiskinan Ekstrem Rp6 Juta yang Disalurkan Pemprov Papua Tengah

1.000 Warga Mimika Terima Dana Kemiskinan Ekstrem Rp6 Juta yang Disalurkan Pemprov Papua Tengah

Habiskan Rp74 Miliar Lebih, Gedung Dinas Perhubungan Mimika Masih Pakai Meubelair Kantor Lama

Habiskan Rp74 Miliar Lebih, Gedung Dinas Perhubungan Mimika Masih Pakai Meubelair Kantor Lama

Terkait Proposal Pembebasan Pilot Philip, Kombes Bayu: Satgas Damai Cartenz Masih Pelajari Isinya

Terkait Proposal Pembebasan Pilot Philip, Kombes Bayu: Satgas Damai Cartenz Masih Pelajari Isinya

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id