ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pasokan Petani Lokal Menurun Drastis, Harga Cabai di Timika Melambung Tinggi

Kalau cuaca hujan ekstrem begini, hampir semua tanaman susah pertumbuhannya. Pembibitan juga susah karena memang butuh sinar matahari.

13 Juli 2024
0
Pasokan Petani Lokal Menurun Drastis, Harga Cabai di Timika Melambung Tinggi

Nampak barang jualan Ibu Eca, di Pasar Sentral, Jalan Hasannudin Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Harga sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok yang dijual pedagang di Pasar Sentral, Jalan Hasannudin Timika, Papua Tengah terus merangkak naik.

Salah satu komoditas yang paling tinggi mengalami kenaikan harga yakni, cabe rait dan cabe keriting.

ADVERTISEMENT

Dalam beberapa hari terakhir ini, pedagang di pasar terbesar di Timika itu melepas dengan harga Rp120 ribu per kilogram.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan demikian harga cabe naik Rp40 ribu dari harga sebelumnya Rp80 ribu per kilogramnya.

Baca Juga

Kebakaran Mengancam Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

Selain cabe, ada beberapa komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga. Diantaranya, tomat, bawang putih, dan kentang.

Ibu Eca, salah satu pedagang mengatakan untuk harga tomat dari Rp30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih dari Rp40 ribu per kilogram, naik hingga Rp45 ribu per kilogram.

Begitu pun harga kentang dari Rp20 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Berdasarkan pengakuan para pedagang di Pasar Sentral Timika ini, kenaikan harga disebabkan karena kurangnya stok di pasaran.

“Ini lagi naik semua harganya karena stok kurang, khususnya yang dari lokal Timika beberapa minggu belakangan ini sangat sedikit,” ujar ibu Eca.

Menurutnya, hampir sebagian besar komoditas yang dijual saat ini adalah barang kiriman dari jawa atau diambil dari luar Kabupaten Mimika.

Kurangnya stok komoditas lokal ini diakui oleh Nanang, salah satu petani di kawasan SP4, Timika.

Nanang mengaku hampir sebagian besar tanamannya mengalami gagal panen akibat faktor cuaca.

“Kalau cuaca hujan ekstrem begini, hampir semua tanaman susah pertumbuhannya. Pembibitan juga susah karena memang butuh sinar matahari,” jelas Nanang.

Dengan tingginya curah hujan di Timika mengakibatkan daun tanaman menjadi keriting.

“Kalau gak keriting yah dia cacar seperti ini,” jelasnya sembari memperlihatkan tanaman cabai yang ia tanam sejak tiga bulan lalu.

Nanang mengaku dari 6.000 bibit cabai yang ditanam, hampir semuanya terkena cacar dan daunya mulai kriting.

“Kalau cuaca tidak ekstrem hasil panennya bisa dua sampai tiga kuintal. Tapi ini bisa dilihat sendiri cuma tiga empat kiloan saja,” papar Nanang.

Dikatakan, dirinya sudah mengeluarkan modal sebesar Rp20 juta terhitung sejak awal penanamannya.

“Saya kemarin tanam tiga gulung itu modalnya Rp15 juta sampai Rp20 juta. Sama sekali tidak balik modal. Paling baliknya gak sampai satu persen, karena semua cacar, tidak ada yang berhasil. Saya rencana mau semprot lagi ini untuk tanam yang lain,” keluhnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kebakaran Mengancam Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Kebakaran Mengancam Bandara Aminggaru Ilaga, Pasgat dan Warga Berjibaku Padamkan Api

24 Agustus 2026
Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

24 Agustus 2026
Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

Ketua Komisi II DPRK Mimika Minta Pemkab Perkuat Anggaran Aparat untuk Jaga Kamtibmas

24 Agustus 2026
Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

Tingkatkan Retribusi Daerah, Pemprov Papua Optimalkan Aset Daerah

24 Agustus 2026
Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

Papua Tengah Rasakan Dampak El Nino, BMKG: Indeks 3.4 Berdasarkan Pemutakhiran Dasarian I Agustus 2026

24 Agustus 2026
Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

Air Bersih Macet, Warga Manoware Mimika Kembali Berburu Mata Air

24 Agustus 2026

POPULER

  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    614 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    593 shares
    Bagikan 237 Tweet 148
  • Kontraktor OAP Palang Kantor BPBJ Mimika, Desak Bupati Turun Tangan

    589 shares
    Bagikan 236 Tweet 147
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Dugaan Penyanderaan 9 Perempuan di Jila, Polres Mimika Minta Bantuan Brimob

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Distrik Jila Berduka: Satu Warga Tewas, Satu Dilempar ke Jurang, Sembilan Perempuan Dibawa Kelompok Bersenjata

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post
KPU Beberkan Jumlah Pemilih Potensial di Pilgub Papua Tengah 1.076.467 Orang

KPU Beberkan Jumlah Pemilih Potensial di Pilgub Papua Tengah 1.076.467 Orang

Paslon Perseorangan Hanya Kabupaten Deiyai dan Dogiyai

Paslon Perseorangan Hanya Kabupaten Deiyai dan Dogiyai

Lokasi Longsor yang Memakan Tujuh Korban Jiwa di Distrik Tembagapura Disebut Warga Setempat ‘Wini’

Lokasi Longsor yang Memakan Tujuh Korban Jiwa di Distrik Tembagapura Disebut Warga Setempat ‘Wini’

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id