ADVERTISEMENT
Jumat, Juli 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Pasokan Petani Lokal Menurun Drastis, Harga Cabai di Timika Melambung Tinggi

Kalau cuaca hujan ekstrem begini, hampir semua tanaman susah pertumbuhannya. Pembibitan juga susah karena memang butuh sinar matahari.

13 Juli 2024
0
Pasokan Petani Lokal Menurun Drastis, Harga Cabai di Timika Melambung Tinggi

Nampak barang jualan Ibu Eca, di Pasar Sentral, Jalan Hasannudin Timika. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Harga sejumlah komoditas bahan kebutuhan pokok yang dijual pedagang di Pasar Sentral, Jalan Hasannudin Timika, Papua Tengah terus merangkak naik.

Salah satu komoditas yang paling tinggi mengalami kenaikan harga yakni, cabe rait dan cabe keriting.

ADVERTISEMENT

Dalam beberapa hari terakhir ini, pedagang di pasar terbesar di Timika itu melepas dengan harga Rp120 ribu per kilogram.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dengan demikian harga cabe naik Rp40 ribu dari harga sebelumnya Rp80 ribu per kilogramnya.

Baca Juga

DPMK Mimika Ubah Konsep Lomba Kampung, Fokus pada Kebersihan hingga Inovasi Desa

Pastikan Kesiapan Satgas TNI di Medan Pegunungan Papua, Kaskogabwilhan III Terjun ke Beoga

Selain cabe, ada beberapa komoditas lain yang juga mengalami kenaikan harga. Diantaranya, tomat, bawang putih, dan kentang.

Ibu Eca, salah satu pedagang mengatakan untuk harga tomat dari Rp30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang putih dari Rp40 ribu per kilogram, naik hingga Rp45 ribu per kilogram.

Begitu pun harga kentang dari Rp20 ribu per kilogram, naik menjadi Rp40 ribu per kilogram.

Berdasarkan pengakuan para pedagang di Pasar Sentral Timika ini, kenaikan harga disebabkan karena kurangnya stok di pasaran.

“Ini lagi naik semua harganya karena stok kurang, khususnya yang dari lokal Timika beberapa minggu belakangan ini sangat sedikit,” ujar ibu Eca.

Menurutnya, hampir sebagian besar komoditas yang dijual saat ini adalah barang kiriman dari jawa atau diambil dari luar Kabupaten Mimika.

Kurangnya stok komoditas lokal ini diakui oleh Nanang, salah satu petani di kawasan SP4, Timika.

Nanang mengaku hampir sebagian besar tanamannya mengalami gagal panen akibat faktor cuaca.

“Kalau cuaca hujan ekstrem begini, hampir semua tanaman susah pertumbuhannya. Pembibitan juga susah karena memang butuh sinar matahari,” jelas Nanang.

Dengan tingginya curah hujan di Timika mengakibatkan daun tanaman menjadi keriting.

“Kalau gak keriting yah dia cacar seperti ini,” jelasnya sembari memperlihatkan tanaman cabai yang ia tanam sejak tiga bulan lalu.

Nanang mengaku dari 6.000 bibit cabai yang ditanam, hampir semuanya terkena cacar dan daunya mulai kriting.

“Kalau cuaca tidak ekstrem hasil panennya bisa dua sampai tiga kuintal. Tapi ini bisa dilihat sendiri cuma tiga empat kiloan saja,” papar Nanang.

Dikatakan, dirinya sudah mengeluarkan modal sebesar Rp20 juta terhitung sejak awal penanamannya.

“Saya kemarin tanam tiga gulung itu modalnya Rp15 juta sampai Rp20 juta. Sama sekali tidak balik modal. Paling baliknya gak sampai satu persen, karena semua cacar, tidak ada yang berhasil. Saya rencana mau semprot lagi ini untuk tanam yang lain,” keluhnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

DPMK Mimika Ubah Konsep Lomba Kampung, Fokus pada Kebersihan hingga Inovasi Desa

DPMK Mimika Ubah Konsep Lomba Kampung, Fokus pada Kebersihan hingga Inovasi Desa

10 Juli 2026
Pastikan Kesiapan Satgas TNI di Medan Pegunungan Papua, Kaskogabwilhan III Terjun ke Beoga

Pastikan Kesiapan Satgas TNI di Medan Pegunungan Papua, Kaskogabwilhan III Terjun ke Beoga

10 Juli 2026
Kesbangpol Mimika Luncurkan Aplikasi ‘Meno Sidak Kanda’, Tata Kelola Ormas Kini Berbasis Digital

Kesbangpol Mimika Luncurkan Aplikasi ‘Meno Sidak Kanda’, Tata Kelola Ormas Kini Berbasis Digital

10 Juli 2026
Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

10 Juli 2026
Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

10 Juli 2026
Tim Pengendalian Program Kemhan RI Tinjau Proses Pembangunan Sarana Prasana di Lanud YKU Timika

Tim Ekspedisi Ilmiah Indonesia Temukan Cadangan Emas Jumlah Besar di Pegunungan Papua

10 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    672 shares
    Bagikan 269 Tweet 168
  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    588 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Tabrak Trotoar di Mile 32 Timika, Pengendara Sepada Motor Dilaporkan Tewas

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
KPU Beberkan Jumlah Pemilih Potensial di Pilgub Papua Tengah 1.076.467 Orang

KPU Beberkan Jumlah Pemilih Potensial di Pilgub Papua Tengah 1.076.467 Orang

Paslon Perseorangan Hanya Kabupaten Deiyai dan Dogiyai

Paslon Perseorangan Hanya Kabupaten Deiyai dan Dogiyai

Lokasi Longsor yang Memakan Tujuh Korban Jiwa di Distrik Tembagapura Disebut Warga Setempat ‘Wini’

Lokasi Longsor yang Memakan Tujuh Korban Jiwa di Distrik Tembagapura Disebut Warga Setempat ‘Wini’

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id