ADVERTISEMENT
Jumat, Februari 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Mgr. Budi Kleden: Jawaban Doa Umat dan Perutusan Baru (bagian kedua)

Dia menjadi tempat berbagi cerita para misionaris NTT di Italia. Budi sudah sukses menapaki perjalanan panjang dan berliku dari Waibalun menuju Roma.

10 Juli 2024
0
Mgr. Budi Kleden: Jawaban Doa Umat dan Perutusan Baru

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD. (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh: Stefanus Wolo Itu

“TERIMA kasih banyak untuk doa-doamu. Mohon terus doakan saya dalam perutusan baru ini. Selamat hari raya Tritunggal Maha Kudus,” demikian Uskup Budi menjawab ucapan proficiat saya melalui WhatsApp minggu lalu.

ADVERTISEMENT

Seorang Uskup tetap mengharapkan dukungan doa para imamnya. Tentu tidak hanya saat doa syukur Agung, tapi doa-doa pribadi lainnya. Doa untuk perutusan kegembalaannya baru.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Perutusan baru ini tentu bertolak dari aneka bentuk kepercayaan sebelumnya. Sebelum terpilih menjadi Uskup, ia adalah pemimpin tertinggi konggregasi SVD sedunia.

Baca Juga

Berkunjung ke Kuburan Tua di Kampung Kyamdori, Kapolres Frits Erari: Warisan Leluhur Harus Dihormati

Persediaan Daging Sapi dan Kambing Masih Terkendali Jelang Bulan Puasa dan Lebaran 2026

Ia terpilih karena jejak-jejak kebajikannya yang tertanam sejak dari rumah. Kebajikan yang bertumbuh dari sebuah keluarga tukang kayu sederhana di Waibalun Larantuka Flores Timur.

Saya harus berterima kasih kepada bapak Petrus Sina Kleden dan Mama Dorotea Sea Halan. Begitupun saudara-saudari, keluarga besar dan orang-orang Waibalun.

Keluarga adalah sekolah pertama tempat Uskup Budi belajar kebajikan-kebajikan. Kehangatan dalam keluarga tidak diukur dari luasnya rumah yang dibangun bapak tukang Petrus Sina Kleden, tapi luasnya kebahagiaan semua mereka yang menempati.

Sejak di Seminari Hokeng hingga di Ledalero, Budi sangat setia merawat panggilan. Dan tidak lupa meningkatkan kualitas kebajikannya.

Karena itu Ledalero mengutus Budi melanjutkan studi Teologi di St Gabriel, Mödling, Austria. Mödling adalah rumah misi kedua yang didirikan oleh Arnoldus Jansen tahun 1889.

Rumah misi ini pernah dikenal sebagai salah satu pusat formasi calon-calon imam SVD sebelum ke tanah misi.

Di masa lalu Mödling juga dikenal sebagai pusat studi Anthropologi dan penelitian etnologi SVD.

Saat ini kita bersyukur masih bisa membaca buku-buku hasil penelitian misionaris SVD masa lalu.

Saat masih di Ende, saya sempat membaca buku-buku tentang budaya Ngada dan Flores Tengah yang ditulis “Tua Are atau P. Paul Arndt SVD”.

Buku-buku ini diterjemahkan Lukas Lege, alumnus Ledalero asal Takatunga Ngada Flores.

Bulan Juli 2021 saya sempat mengunjungi rumah misi Mödling. Bersama P. Adri Gegi SVD saya mengunjungi makam beberapa mantan misionaris Flores.

Salah satunya misionaris kecintaan umat Paroki Mangulewa, Ngada Flores “Nenek Yakob”. Saya tahu orang Mangulewa sangat mencintai dan selalu mengenangnya.

Karena itu saya menyapanya “Nenek Yakob, Orang Austria dari Mangulewa”.

Uskup Budi menjalani studi strata satu dan dua teologinya di Mödling dan Universitas Wina hingga pentahbisannya tahun 1993.

Saya sangat terkesan dengannya. Selain filsafat dan teologi, wawasan sosio-anthropologinya juga luas.

Begitupun beberapa intelektual SVD tamatan Mödling seperti Amatus Woi, Markus Solo Kewuta dan Otto Gusti Madung.

Saya menduga selama di Mödling, Budi banyak membaca telaah Anthropologi dan Etnolog Wilhelm Schmidt SVD dan Paul Arndt SVD.

Paul Arndt yang meninggal dan dimakamkan di Mataloko tahun 1962 terkenal sangat terbuka terhadap pertanyaan aktual yang timbul dari pertemuan antara suku-suku asli Flores Tengah dengan kebudayaan Eropa dan warna kristiani.

Sayangnya Institut Antrophos itu sudah mati. Lagu Requiem sudah lama mengiringi kepergiannya.

Semoga Institut Antrophos baru bisa lahir dan bertumbuh dari “Rahim Blikon Blewut dan IFTK Ledalero” Maumere Flores.

Atau “Museum Budaya Paul Arndt” berdiri tegak di Mataloko. Kita menyambut mereka dengan lagu Haleluya Paskah.

Tahun 1993-1996 P. Budi Kleden bermisi di negeri Alpen Swiss.

Ia tinggal di biara SVD Steinhaussen sambil melayani paroki Steinhaussen (kanton Zug) dan Auw (kanton Aargau, kanton yang sama dengan saya saat ini).

Komunitas Steinhaussen adalah satu-satunya biara SVD yang tersisa di Swiss saat ini.

P.Albert Nampara SVD, misionaris dari Mbaumuku Ruteng mendengar kesaksian umat Auw tentang P. Budi dalam dialek Swiss.

“Paulus het chaibe guet uf unsere dialekt prediget! Es hend und fues und hilft uns im läbe. Paulus berkotbah sangat bagus dalam dialek Swiss, sangat menyentuh dan membantu kami menjalani hidup”.

Begitupun saat menghadiri perayaan 101 tahun SVD Swiss tahun lalu di Steinhaussen. Kata Albert: “Budi masih mengenal nama para misdinarnya 30 an tahun lalu.

Dia ingat nama orang tua mereka dan mengunjungi makam para sahabat yang sudah meninggal. Ini juga satu kehebatan Budi: mengenal orang dan mengingat namanya.

Dari Swiss Budi melanjutkan studi doktorat di Albert-Ludwig Universität Freiburg am Breisgau.

Teman kelas saya P. Poly Ulin Agan SVD dari Adonara, saat ini Rektor Sankt Agustin dan Dosen Teologi Seminari Tinggi Keuskupan Köln memberikan kesaksiannya. Kebetulan Poly juga alumni Freiburg.

“Selama di Freiburg, Budi tinggal di biara Fransiskan. Kalangan Fransiskan memuji Budi karena keutamaan intelektual dan kemanusiaan”.

Kegiatan studi sangat padat dan tuntutan kualitas sangat ketat. Meski demikian Budi tetap terus belajar pengalaman nyata di paroki.

Karena itu setiap akhir pekan Budi merayakan ekaristi bersama umatnya di Steinhaussen dan Auw Swiss.

Ia berkereta Freiburg-Steinhaussen dan membutuhkan waktu hampir tiga jam. “Budi juga selalu bergabung dengan kelompok arisan ibu-ibu Indonesia di Freiburg.

Ia merawat persaudaraan dengan mereka melalui sharing kitab suci, perayaan ekaristi dan makan minum bersama. Dia sangat peduli dengan mahasiswa/i Indonesia yang mengalami kesulitan.

Walaupun bergelut di bidang teologi Dogmatik, Budi selalu mencari dialog dengan intelektual dengan perwakilan dari mazhab-mazhab filsafat.

Terutama dengan mazhab Frankfurt seperti Theodor W. Adorno, Max Horkheimer dan Jürgen Habermas.

Dialog ini menempa sikap intelektualnya yang kritis terhadap kenyataan-kenyataan sosial dalam masyarakat.

Kapasitas intelektualnya adalah kapasitas penuh kepekaan sosial terhadap realitas.

Tahun 2000 Budi menyelesaikan studi doktorat teologi dogmatik. Dia memperoleh prestasi gemilang “Magna Cum Laude” setelah mempertahankan disertasinya berjudul: “Christologie in Fragmenten: Die Rede von Jesus Christus im Spannungsfeld von Hoffnungs- und Leidensgeschichte bei JB. Metz“.

Ya, bagi saya merupakan sebuah thema Kristologi yang sulit dan tak mudah dipahami. Tapi dari tema ini saya bisa memahami komitmen solidaritas kemanusiaan Budi Kleden. Komitmen yang bersumber dan berakar dari Yesus Sang Guru.

Tahun 2001, P. Budi mulai mengajar di STFK Ledalero hingga tahun 2012. Budi dikenal sebagai dosen yang pintar dan kritis.

Dia sederhana, rendah hati dan terlibat dalam gerakan-gerakan sosial kemanusiaan. Dia sangat dekat dengan rekan dosen dan para mahasiswa.

Saya kira pengalaman studi dan bermisi di tiga negara berbahasa Jerman (Austria, Swiss, Jerman), dialognya dengan mazhab Frankfurt sangat mempengaruhi komitmen intelektual, sikap kritis dan belarasa kemanusiaan.

Sejak dulu, Budi memiliki talenta kepemimpinan. Dia tetap merawat talenta ini. Karena itu tahun 2012 – 2018 Budi menjadi anggota Dewan Jenderal SVD dan tahun 2018 – 2024 menjadi Superior Jenderal.

Budi mencapai puncak kepemimpinan level dunia. Perjalanan menuju puncak yang berawal dari langkah kecil di Waibalun Larantuka.

Selama di Roma, dia mengunjungi dan meneguhkan sama saudara SVD. Dia berpikir tentang masa depan SVD.

Dia mengunjungi lembaga-lembaga kepausan dan bertemu para pimpinannya. Dia membuka akses komunikasi dan jejaring kerja sama untuk karya misi.

Dia menjadi tempat berbagi ceritera para misionaris NTT di Italia. Budi sudah sukses menapaki perjalanan panjang dan berliku dari Waibalun menuju Roma.

Kita doakan perutusan baru Mgr. Budi. Sebuah “perutusan jalan turun berbelok dari Roma Italia ke Ende Flores Nusa Bunga”. Kita tidak bisa membiarkan Uskup Budi berjalan sendirian!

Bersambung! Kirchgasse 4, 5074 Eiken AG Swiss

Sabtu, 1 Juni 2024.

Penulis adalah Imam Projo Keuskupan Agung Ende. Saat ini Misionaris Fidei Donum di Keuskupan Basel Swiss (**)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kapendam Benarkan Dua Senjata Dirampas dalam Penyerangan di Mile 50 Mimika

Kapendam Benarkan Dua Senjata Dirampas dalam Penyerangan di Mile 50 Mimika

12 Februari 2026
Program MBG di Mimika Baru Jangkau Empat Distrik, Wilayah Pesisir dan Pedalaman Belum Terlayani

Program MBG di Mimika Baru Jangkau Empat Distrik, Wilayah Pesisir dan Pedalaman Belum Terlayani

12 Februari 2026
Pasca Penembakan Pilot Smart Air di Korowai, Satgas Korpasgat Supadio Pastikan Penerbangan di Bandara Moanemani Lancar

Pasca Penembakan Pilot Smart Air di Korowai, Satgas Korpasgat Supadio Pastikan Penerbangan di Bandara Moanemani Lancar

12 Februari 2026
Tindaklanjuti Temuan BPK soal Pajak dan Restribusi, Pemkab Mimika Diberi Waktu 60 Hari

Tindaklanjuti Temuan BPK soal Pajak dan Restribusi, Pemkab Mimika Diberi Waktu 60 Hari

12 Februari 2026
Pencairan Dana Kampung Ditunda, Sekda Mimika: Menunggu SK Kepala Kampung yang Baru

Pencairan Dana Kampung Ditunda, Sekda Mimika: Menunggu SK Kepala Kampung yang Baru

12 Februari 2026
Bupati Waropen: Dekatkan Pelayanan Masyarakat, Provinsi Papua Utara Perlu Segera Dibentuk

Bupati Waropen: Dekatkan Pelayanan Masyarakat, Provinsi Papua Utara Perlu Segera Dibentuk

12 Februari 2026

POPULER

  • Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    784 shares
    Bagikan 314 Tweet 196
  • Satgas ODC Pastikan Pilot dan Co Pilot Smart Air Tewas Ditembak Usai Mendarat di Korowai

    607 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Dari Rp14 Ribu ke Pj Sekda Mimika: Perjalanan Inspiratif Putra Kamoro Abraham Keteyau

    587 shares
    Bagikan 235 Tweet 147
  • Bupati Mimika Ultimatum ASN: Pangkat Tidak Sesuai Jabatan Siap Dinonaktifkan

    578 shares
    Bagikan 231 Tweet 145
  • Sejumlah Perwira Polres Mimika Bergeser Jabatan, Ini Pesan Kapolres

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Pesawat Smart Air Ditembak di Korowai Boven Digoel, Belum Ada Pernyataan Resmi Tewasnya Dua Pilot

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
Next Post
Yohana Paliling Ingatkan OPD Rampungkan Penginputan Inovasi Daerah Sampai 29 Juli 2024

Yohana Paliling Ingatkan OPD Rampungkan Penginputan Inovasi Daerah Sampai 29 Juli 2024

Bangga ! Ini yang Pertama, Empat Putra Asli Potowaiburu Diterima Jadi Calon Polisi

Bangga ! Ini yang Pertama, Empat Putra Asli Potowaiburu Diterima Jadi Calon Polisi

Resmikan Gedung TK Honai, Inosensius Yoga:  Pendidikan Usia Dini adalah Pondasi Karakter

Resmikan Gedung TK Honai, Inosensius Yoga:  Pendidikan Usia Dini adalah Pondasi Karakter

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id