ADVERTISEMENT
Selasa, Maret 3, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Penjual Pembatas Alkitab Menjamur di Kota Timika, Ini Pernyataan Pdt Ferdinans Hukubun

Kementerian Agama sebagai payung keagaamaan diharapkan untuk melakukan koordinasi dengan ketua-ketua klasis wilayah dan pihak kepolisian untuk membicarakan fenomena ini.

27 Mei 2024
0
Penjual Pembatas Alkitab Menjamur di Kota Timika, Ini Pernyataan Pdt Ferdinans Hukubun

Ferdinans C. Hukubun,Sm.Th,S.Si (Pdt.Fery) Ketua Klasis GPI Papua Mimika. (foto:Ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Penjual pembatas alkitab yang dilakoni puluhan orang dan terbagi dalam beberapa kelompok, belakangan ini menjamur di Kota Timika, Papua Tengah.

Mereka menjual pembatas Alkitab dengan menyebar di sejumlah titik, baik lampu merah, pertokoan, super market, ATM, rumah makan bahkan di sepanjang jalanan dalam kota Timika.

ADVERTISEMENT

Aksi ini membuat banyak warga dan pengguna jalan merasa terganggu dan tidak nyaman melihat pemandangan yang terjadi hampir setiap hari.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka menjual sepotong kertas yang katanya sebagai pembatas Alkitab dengan tulisan firman Tuhan dengan harga Rp10.000.

Baca Juga

Wakapolda Papua Tengah Tegaskan Pengejaran KKB Aibon Kogoya Dilanjutkan

Pemulihan Aktivitas Penerbangan di Papua, 11 Bandara Perintis Kini Dijaga Ketat TNI

Kepada warga yang dijumpai dan pengendara mereka berdalih bahwa uang yang dihasilkan dari kegiatan ini akan gunakan untuk membantu mendanai pembangunan gedung gereja.

Terkait dengan hal ini, Pendeta Ferdinans C. Hukubun, Sm.TH, S.Si, Ketua Klasis GPI Papua Mimika mengatakan bahwa fenomena mencari dana dengan mengatasnamakan lembaga gereja perlu disikapi dengan serius.

Karena menurutnya, pemandangan ini sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Aksi kelompok ini tidak saja terjadi di Timika tetapi juga di beberapa kota di tanah Papua bahkan Indonesia.

“Fenomena ini bukan pertama kali ada di Timika, tetapi sejak beberapa tahun terakhir. Karenanya perlu disikapi oleh semua pihak,” ujar Pdt Ferdinans kepada koranpapua.id, Minggu 26 Mei 2024.

Dikatakan, kelompok penjual pembatas Alkitab berdalih mencari dana dengan membawa label lembaga keagamaan seperti pembangunan gereja atau kegiatan gereja.

Namun yang menjadi pertanyaannya, apakah kelompok ini dibekali dengan rekomendasi yang dikeluarkan pihak gereja atau Kantor Kementerian Agama dari daerah asalnya tempat gereja tersebut berada.

“Kalaupun ada apakah rekomendasinya resmi dikeluarkan oleh lembaga yang betul-betul melakukan kegiatan penggalangan dana,” tanya Pdt Ferdinans.

Ia juga menyampaikan apakah rekomendasi yang mereka miliki sudah mendapatkan persetujuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten, Klasis atau persekutuan agama di Mimika.

“Ini bukan soal Rp5.000 atau Rp10.000, kalau itu benar tidak ada masalah. Yang saya kuatirkan jangan sampai hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tetapi mengatasnamakan lembaga gereja,” tegasnya.

Pdt Ferdinans mengingatkan agar jangan menjadikan fenomena ini sebagai bibit untuk menghubungkan hal-hal yang negatif di kota Timika.

Karenanya kepada masyarakat Timika, Pdt Ferdinans berpesan agar berpikir cerdas sebelum memberikan bantuan yang mengatasnamakan kepentingan pembangunan gereja atau kegiatan keagamaan lainnya.

“Kalau ada kegiatan agama di Mimika, dipastikan ada rekomendasi dari ketua klasis atau ketua wilayah. Karena tidak mungkin pencarian dana dengan berdiri di pinggir jalan dengan menjual pembatas Alkitab,” tandasnya.

Ia mengajak Kementerian Agama Mimika, pihak kepolisian, ketua klasis atau wilayah dan persekutuan gereja-gereja untuk melihat fenomena ini, sehingga tidak menjadi ‘penyakit’ yang muncul seperti jamur di musim hujan.

“Ini bertujuan agar kita tidak terkesan berdiam diri melihat fenomena ini berjalan seperti biasa dan aman-aman saja di Timika,” tuturnya.

Ia berpraduga ada kelompok tertentu yang mencari keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan lembaga keagamaan.

Dikatakan, Kementerian Agama sebagai payung keagaamaan di Mimika diharapkan untuk segera melakukan koordinasi dengan mengumpulkan ketua-ketua klasis wilayah dan pihak kepolisian untuk membicarakan fenomena ini.

“Mohon maaf saya perlu katakan ini untuk semua kebenaran. Apakah dengan saya menyampaikan kebenaran saya menjadi musuh saudara? Tuhan memberkati kita dalam semangat Eme Neme Yauware,” tutupnya. (Redaksi)

 

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ganja 7.968 Gram Disita di KM Dobonsolo saat Berlayar dari Jayapura – Manokwari

Ganja 7.968 Gram Disita di KM Dobonsolo saat Berlayar dari Jayapura – Manokwari

3 Maret 2026
Wakapolda Papua Tengah Tegaskan Pengejaran KKB Aibon Kogoya Dilanjutkan

Wakapolda Papua Tengah Tegaskan Pengejaran KKB Aibon Kogoya Dilanjutkan

3 Maret 2026
Pemulihan Aktivitas Penerbangan di Papua, 11 Bandara Perintis Kini Dijaga Ketat TNI

Pemulihan Aktivitas Penerbangan di Papua, 11 Bandara Perintis Kini Dijaga Ketat TNI

3 Maret 2026
Satgas ODC Tangkap Pelaku Diduga Terlibat Papua Inteligence Service di Timika, Aktif Propaganda KKB di Medsos

Satgas ODC Tangkap Pelaku Diduga Terlibat Papua Inteligence Service di Timika, Aktif Propaganda KKB di Medsos

3 Maret 2026
Menembus Wilayah Pelosok Papua, Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan

Menembus Wilayah Pelosok Papua, Prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat Hadirkan Pelayanan Kesehatan

2 Maret 2026
Kontak Tembak di Nabire, TNI-Polri Kuasai Markas KKB, Sita 561 Amunisi dan Uang Rp79,9 Juta

Kontak Tembak di Nabire, TNI-Polri Kuasai Markas KKB, Sita 561 Amunisi dan Uang Rp79,9 Juta

2 Maret 2026

POPULER

  • Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    676 shares
    Bagikan 270 Tweet 169
  • Bupati Merauke Kecewa, Banyak yang Dibiayai Pemerintah, Setelah Jadi Dokter Memilih Bekerja di Luar Papua

    567 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • YLBH Papua Tengah Kecam Dugaan Penembakan Brutal Tiga Warga Sipil di Gorong-Gorong-Timika

    565 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Tiga Personel Polres Mimika Terkena Panah

    562 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pantau dari Udara hingga Dialog, Pemkab Mimika Siap Tindaklanjuti Keluhan Warga Kapiraya

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • DPA Kabupaten Mimika 2026 Resmi Diserahkan, Bupati Johannes: Melalui Proses Panjang, Ini Suatu Prestasi

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Tabrak Median Jalan di Pertigan Diana Mall Timika, Pengendara Motor Tewas di Tempat Kejadian

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
Next Post
Hari Pertama PIN Polio, BLUD Puskesmas Karang Senang Layani 146 Anak

Hari Pertama PIN Polio, BLUD Puskesmas Karang Senang Layani 146 Anak

Merasa Tidak Dihargai, Marince Palang Gedung Puskesmas Limau Asri

Merasa Tidak Dihargai, Marince Palang Gedung Puskesmas Limau Asri

Sayembara Desain Logo MTQ XXX se-Tanah Papua Dimenangkan Pemeluk Kristen

Sayembara Desain Logo MTQ XXX se-Tanah Papua Dimenangkan Pemeluk Kristen

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id