ADVERTISEMENT
Senin, September 14, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Umat Buddha di Timika Rayakan Waisak ke 2568 TB, Ini Pesan Penting Menyambut Tiga Peristiwa Agung Bulan Waisaka

Ketika kita mampu hidup dalam harmoni, kita tidak hanya membawa kedamaian bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kita.

23 Mei 2024
0
Umat Buddha di Timika Rayakan Waisak ke 2568 TB, Ini Pesan Penting Menyambut Tiga Peristiwa Agung Bulan Waisaka

Umat Budha Mimika khusuk merayakan hari raya Waisak 2568 TB di Vihara Bodhi Mandala, Kamis 23 Mei 2024. (Foto:Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Umat Buddha di Kabupaten Mimika, Papua Tengah merayakan Hari Raya Waisak ke 2568 TB, Kamis 23 Mei 2024.

Acara bernuansa religius yang berlangsung penuh khusuk ini dilaksanakan di Vihara Bodhi Mandala, Jalan Hasanuddin dipimpin Romo Upasaka Pandita Kantadamo Kartiady.

ADVERTISEMENT

Perayaan Waisak 2568 TB secara Nasional mengangkat tema ‘Keharmonisan Merupakan Pedoman Hidup Berdampingan Dalam Berbangsa’.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Khemacaro, Mahathera selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia mengatakan, lantunan parittä, sutta dan gāthā berkumandang menyambut tiga peristiwa agung di bulan Waisaka.

Baca Juga

MRP Papua: Masyarakat Adat Jangan Hanya Jadi Penonton Pembangunan

Jaksa Masuk Sekolah Sasar 16 SD di Mimika, Pelajar Diajak Berani Lawan Bullying

Doa penuh pengharapan berkah, doa penuh penghormatan dan doa penuh perenungan dilantunkan untuk memperingati peristiwa agung kelahiran Maha Bodhisatwa Siddhartha ke bumi ini.

Pencapaian pencerahan sempurna Samana Gotama menjadi Buddha Sakyamuni, dan Mahaparinirwana Buddha Sakyamuni.

Tiga peristiwa agung dan mulia yang membangkitkan keyakinan, yang menjadi teladan, yang mengantarkan umat manusia menuju pembebasan.

Dikatakan teladan mulia yang diajarkan Buddha kepada umat manusia merupakan pedoman hidup untuk senantiasa hidup dalam keseimbangan.

Bukan hidup pada perilaku ekstrim yang berlebihan, tidak ekstrim pada diri sendiri dan tidak ekstrim pada luar diri sendiri.

Perilaku seimbang yang seharusnya ditunjukkan dengan keseimbangan pada perilaku diri sebagai individu, keluarga, sahabat, masyarakat dan warga negara.

Seperti yang tercatat dalam Sigalovada Sutta (D.III.180-193), Buddha mengajarkan pentingnya menjalin keharmonisan dalam hubungan sosial sehari-hari.

Serta cara menjalin keharmonisan antar orang tua, guru, istri, anak, sahabat, teman, para pemimpin, para pekerja, pertapa dan brahmana.

Buddha menekankan betapa pentingnya saling pengertian, empati dan kerjasama untuk menciptakan kedamaian dalam masyarakat.

Konsep ini menjadi fondasi yang kuat dalam menghadirkan harmoni untuk menjaga ketentraman dan keselarasan dalam berkeluarga, bekerja, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara.

“Kehidupan bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara dalam keragaman menghadapkan kita pada perbedaan budaya, suku, agama, ras, golongan dan kepribadian,” paparnya.

Kemajemukan ini mengarahkan kita agar mampu menerima dengan terbuka bahwa pada kenyataannya hidup berdampingan dalam perbedaan.

Bhinneka Tunggal Ika sebagai falsafah Bangsa Indonesia menunjukkan pentingnya sikap saling toleran dan rendah hati dalam menerima perbedaan dalam keberagaman.

Ia juga menekankan di dalam perbedaan, seseorang selayaknya mengembangkan kepribadian yang santun dan tidak mudah tersinggung.

Bahkan jika banyak dikritik, ia tidak menjadi tersinggung, tidak menjadi marah, tidak bermusuhan, tidak kesal, dan tidak menunjukkan kemarahan, kebencian, dan ketidak-senangan (M.III.204).

Sebagai sebuah bangsa yang beragam, katanya Indonesia memiliki potret keanekaragaman yang kaya dan mempesona.

“Mari kita jadikan keharmonisan sebagai pedoman dalam berbangsa dan bernegara. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerukunan, saling menghormati dan membangun bangsa ini dengan penuh kasih sayang,” pesannya.

Saraniyadhamma Sutta (A.III.288-289), Buddha mengajarkan bahwa terdapat enam prinsip keharmonisan yang menciptakan kasih sayang dan mengarahkan pada kebersamaan, tanpa perselisihan, kerukunan dan kesatuan.

Prinsip yang harus dipelihara adalah mempertahankan tindakan cinta kasih melalui jasmani, ucapan, pikiran, saling berbagi, bermoral dan memiliki pandangan yang sama dalam kebajikan.

Ia mengungkapkan keharmonisan bukan hanya sekedar kata-kata indah yang dikumandangkan, melainkan sebuah pedoman hidup yang harus dijunjung tinggi dalam berinteraksi dengan sesama.

“Ketika kita mampu hidup dalam harmoni, kita tidak hanya membawa kedamaian bagi diri sendiri, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kita,” katanya.

Sebagai sebuah bangsa yang kaya akan keanekaragaman budaya, suku, dan agama, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan antar umat beragama, bermasyarakat, beragama, berbangsa dan bernegara.

“Kita harus mampu hidup berdampingan dalam keberagaman, dengan toleransi kita saling kasih sayang tanpa batas,” katanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dua Terduga Pelaku Penikaman Diamankan, Jalan Timika-Mapurujaya Kembali Dibuka

MRP Papua: Masyarakat Adat Jangan Hanya Jadi Penonton Pembangunan

13 September 2026
Dua Terduga Pelaku Penikaman Diamankan, Jalan Timika-Mapurujaya Kembali Dibuka

Jaksa Masuk Sekolah Sasar 16 SD di Mimika, Pelajar Diajak Berani Lawan Bullying

13 September 2026
Dua Terduga Pelaku Penikaman Diamankan, Jalan Timika-Mapurujaya Kembali Dibuka

Dua Terduga Pelaku Penikaman Diamankan, Jalan Timika-Mapurujaya Kembali Dibuka

13 September 2026
Empat Korban Masih Hilang, Operasi SAR Perahu Ketinting di Asmat Diusulkan Ditutup

Empat Korban Masih Hilang, Operasi SAR Perahu Ketinting di Asmat Diusulkan Ditutup

13 September 2026
191 KK Kampung Mawokauw Jaya di Timika Terima Bantuan Beras Bulog

191 KK Kampung Mawokauw Jaya di Timika Terima Bantuan Beras Bulog

13 September 2026
Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

13 September 2026

POPULER

  • Pertamina Sanksi 19 SPBU di Papua-Maluku, Dua di Antaranya di Mimika

    Bermodal Nomor Togel, 3 Pelaku Hipnotis Korban dan Kuras Uang di Sentani

    602 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Muhammad Ramadhani Meninggal,Keluarga Palang Jalan

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Tiga Petugas Tewas Ditembak OTK Saat Distribusi Bahan Pangan di Jayawijaya

    571 shares
    Bagikan 228 Tweet 143
  • Polisi Beberkan Kronologi Penembakan Tiga Pegawai Dinas Pertanian di Jayawijaya

    563 shares
    Bagikan 225 Tweet 141
  • Pria Ditemukan Tewas di Jalan Kelimutu Timika, Motor dan HP Diduga Dibawa Pelaku

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • Penikaman di KM 10 Mimika Diduga Dipicu Rokok, Polisi Buru Pelaku

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Kronologi Penikaman Ramadhani, Polisi Selidiki Motif

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
KKSBT Mimika Gelar Halal Bi Halal, Robert Kambu: Jangan Menutup Diri, Jadilah Organisasi yang Terbuka

KKSBT Mimika Gelar Halal Bi Halal, Robert Kambu: Jangan Menutup Diri, Jadilah Organisasi yang Terbuka

Masyarakat Papua Diajak Menjaga dan Memelihara Kualitas Hutan

Masyarakat Papua Diajak Menjaga dan Memelihara Kualitas Hutan

Tiga Kilo Gram Ganja Kering dari PNG Gagal Diselundupkan

Tiga Kilo Gram Ganja Kering dari PNG Gagal Diselundupkan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id