ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Yesus Kristus mendapat hukuman yang kejam. Padahal semua tahu menurut injil, Yesus selama hidupnya meninggalkan segala-galanya untuk mewartakan tentang kebaikan.

29 Maret 2024
0
Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Suasana umat Paroki Santo Stefanus Sempan memberikan penyembahan pada salib pada perayaan Jumat Agung, 29 Maret 2024. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Ribuan umat Katolik Paroki Santo Stefanus Sempan, Keuskupan Timika, Kabupaten Mimika Papua Tengah merayakan Jumat Agung, Jumat 29 Maret 2024.

Perayaan yang dimulai pukul 15.00 WIT dipimpin oleh RP Gabriel Ngga, OFM, Pastor Paroki Santo Stefanus Sempan.

Sebelum perayaan Jumat Agung, pada pagi harinya telah diawali dengan pelaksanaan jalan salib hidup yang diperankan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Stefanus Sempan.

Sejak pukul 14.00 WIT umat sudah berdatangan. Satu persatu dengan khusuk masuk menempati bangku-bangku di dalam gereja maupun kursi yang disiapkan panitia di sisi kiri kanan gereja.

Baca Juga

Monev Puskesmas Wakia, Dinkes Mimika Bahas Capaian dan Kendala Program

Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

Perayaan mengenang kematian penyaliban Yesus ini tepat pukul 15.00 WIT. Imam mengenakan kasula merah melambangkan keberanian bersama misdinar dan akolid berjalan berarak menuju altar Tuhan tanpa diiringi lagu.

Tiba di depan altar, imam tiarap menunjukan kerendahan hati di hadapan Bapa-Nya. Perayaan berlangsung dalam suasana hening dan meja altar tanpa ada dekorasi.

Umat kemudian diperdengarkan kisah sengsara Yesus Kristus mulai dari makan bersama para murid, di Taman Getsemani, pengadilan hingga wafatnya di kayu salib.

Setelah mendengarkan pembacaan kisah sengsara dan kotbah, umat dilanjutkan dengan memberikan penghormatan kepada salib berkorpus Yesus.

RP Gabriel Ngga, OFM dalam kotbahnya menjelaskan, Yesus disalibkan sesuai dengan tradisi Roma. Yang menurut Herodotus sejarahwan Romawi bahwa hukuman salib berasal dari Babilonia dan Persia.

Diterapkan hukuman salib ini di Kekaiseran Romawi untuk menghukum para penyamun dan masyarakat kelas rendahan guna menjaga stabilitas dan keamanan.

Israel merupakan bangsa jajahan Roma. Maka, Yesus dituduh sebagai penjahat kelas kakap, maka Ia mendapat hukuman mati dengan cara disalibkan.

Yesus Kristus mendapat hukuman yang kejam. Padahal semua tahu menurut injil, Yesus selama hidupnya meninggalkan segala-galanya untuk mewartakan tentang kebaikan.

Yesus keliling masuk desa, kota dan kampung untuk berbuat baik. Ia menyembuhkan orang sakit, membela orang kecil, orang buta dan tuli, menghidupkan orang mati dan mengusir setan. Yesus Raja Damai juga berjuang sampai merelakan nyawa-Nya demi keselamatan manusia.

Dengan demikian warna liturgi merah pada perayaan Jumat Agung tidak saja melambangkan akan duka cita, tetapi mengingatkan umat akan berani mati demi memperjuangkan kebaikan dan nilai-nilai kebenaran.

“Pada zaman kita saat ini dimana tempat kita berada berbagai kebencian telah ada di dalam hidup manusia. Dan pelaku-pelakunya adalah kita sendiri,” kata RP Gabriel.

Manusia, kata RP Gabriel telah meninggalkan kekerasan, pembunuhan, kebencian, ketidakadilan dan korban nyawa bagi orang kecil. Mereka dibunuh dan dibantai maupun disiksa.

Yesus selalu menyamarkan diri-Nya sebagai orang kecil, tersisihkan di dalam masyarakat. “Justru karena merekalah sering mendapat ketidakadilan, sering mendapat kekerasan, merendahkan martabat hidup mereka. Sehingga Yesus Kristus sampai saat ini masih disalibkan,” katanya.

Mantan Provinsial OFM Papua ini menegaskan, Yesus Kristus sampai dengan saat ini masih tersalibkan karena oleh dosa-dosa manusia.

“Di mana kita kurang peduli. Sudah tahu itu bersalah tapi kita memilih diam. Tahu itu tidak baik, kita tidak pernah berusaha perbaiki,” katanya.

RP Gabriel juga mengajukan pertanyaan refleksi bagi umat apa makna perayaan Jumat Agung ini ? Menurutnya lewat perayaan Jumat Agung, Yesus rela menderita dan mati di kayu salib karena cinta-Nya yang begitu besar bagi umat manusia.

Karena cinta-Nya, Ia rela mengorbankan nyawa-Nya untuk manusia. Bahkan Ia rela memberikan segala-galanya dengan tuntas agar manusia selamat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

Dinkes Mimika Evaluasi Pelayanan Puskesmas Atuka, Dorong Peningkatan Mutu Layanan

15 Oktober 2026
Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

Polisi Amankan Dua Pria, Satu Tersangka Kasus Amunisi Ilegal di Jayapura

15 Oktober 2026
Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

Sempat Hilang, 10 Pejabat dan Legislator Fakfak Selamat usai Speedboat Bocor di Laut Sorong

15 Oktober 2026
BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

BRIN Petakan Komoditas Unggulan Mimika untuk Kembangkan Ekonomi di Luar Tambang

15 Oktober 2026
BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

BRIDA Mimika Petakan Komoditas Unggulan di Tiga Distrik untuk Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

15 Oktober 2026
Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

Pangkogabwilhan III Kunjungi Sekolah Rakyat Mimika, Motivasi Siswa Raih Cita-cita

15 Oktober 2026

POPULER

  • Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    Kabut Asap Mimika Memburuk, Sekolah dari Rumah Mulai 12 Oktober

    566 shares
    Bagikan 226 Tweet 142
  • Pria Ditemukan Bersimbah Luka di Pasar Lama Timika, Kondisi Mulai Membaik

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Eme Neme Yauware Memanggil: Seruan Mengakhiri Perang Dari Tugu Perdamaian Kota Timika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dua OTK Bacok ASN Pemkab Yahukimo di Dekai, Korban Luka di Tangan dan Punggung

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Anggota Satgas TNI Ditemukan Tewas di Kuala Kencana, Ada Luka Tembak di Dada

    799 shares
    Bagikan 320 Tweet 200
  • Dua Orang Diamankan Terkait Pembunuhan di Yahukimo, Satu Tewas Ditembak Polisi

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Hendak Dikirim ke Wamena, Dua Optik Pengintai Malam Diamankan di Bandara Sentani

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

FKDM Mimika Soroti Parpol Libatkan Anak-anak Ikut Kampanye, Bawaslu Harus Tegakkan Aturan

FKDM Dukung Layanan Bus Gratis, Bermanfaat Menjawab Kebutuhan Transportasi Warga Timika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id