ADVERTISEMENT
Selasa, Oktober 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Mimika

Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Dengan APBD Mimika yang mencapai angka Rp7,5 triliun, sudah saatnya jalanan dalam Kota Timika dilayani dengan transportasi massa berupa bus yang aman, nyaman dan murah.

29 Maret 2024
0
Layanan Bus Gratis, Solusi Tepat Ditengah Mahalnya Biaya Transportasi di Kota Timika

Ronal Kambu, ST, Sekretaris Gapensi Mimika. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan menghadirkan bus gratis untuk melayani transportasi di beberapa rute dalam kota Timika dan sekitarnya merupakan langkah tepat.

Mungkin sebagian masyarakat yang selama ini telah memiliki kendaraan sendiri (sepeda motor dan mobil), program bus gratis terasa biasa saja.

Hal ini berbeda dengan mereka yang secara finansial belum mampu memiliki kendaraan, sehingga dalam menunjang aktivitas harian terpaksa menggunakan transportasi umum seperti, ojek, angkutan pedesaan dan taksi gelap.

Berikut penuturan Ronal Kambu, ST, salah satu cendekiawan muda asli Papua kepada Koranpapua.id, Jumat 29 Maret 2024.

Baca Juga

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

“Program pemerintah menghadirkan bus gratis merupakan suatu langkah yang tepat. Sebagai warga Mimika saya mendukung program ini,”ujar Ronal.

Pelayanan bus gratis merupakan penantian panjang warga Mimika yang selama ini sangat merindukan layanan transportasi umum.

Patut disampaikan terima kasih, apalagi layananan transportasi kepada masyarakat tidak dipungut bayaran alias gratis.

Layanan bus gratis hadir tepat di tengah keresahan dan rintihan masyarakat akibat mahalnya harga transportasi umum di Timika belakangan ini.

“Coba bayangkan saja harga ojek sekarang berapa? Dekat dekat saja Rp10-20 ribu, apalagi jaraknya agak jauh harganya ditentukan sendiri oleh tukang ojek,” ujar Ronal.

Belum lagi angkutan taksi gelap yang tarifnya ditentukan sendiri oleh pemilik mobil. Warga yang betul-betul membutuhkan kendaraan dengan terpaksa mengikuti tarif yang sudah ditetapkan sepihak.

“Hal ini dulu yang kita pikirkan bersama. Jumlah warga yang tidak memiliki kendaraan lebih banyak dengan yang punya kendaraan pribadi. Mereka saat ini sangat membutuhkan pelayanan ini,”tandas Ronal.

Sekretaris Gapensi ini menuturkan, akibat mahalnya harga ojek banyak terjadi kasus kekerasan terhadap penumpang yang tidak mampu membayar tarif yang diminta.

“Sekali waktu saya pernah berjumpa di jalan tembus Kwamki Lama lewat Kantor Distrik Kuala Kencana SP3. Ada oknum tukang ojek memukul mama-mama dan meninggalkannya di jalan lalu pergi begitu saja,” kisahnya.

Kasus diatas hanya satu contoh dari sekian banyak kasus yang menimpah warga pengguna jasa ojek di Timika.

Tidak itu saja banyak kejadian lain dijumpai di jalan-jalan utama. Hanya dikarenakan mengejar setoran kredit sepeda motornya, mereka tidak segan-segan melawan arah yang dapat  membahayakan pengemudi lain.

Pengusaha muda asli Papua ini menuturkan, menghadirkan transportasi massa dalam kota Timika, pesisir dan pegunungan sudah pernah dibahas dalam debat konsultasi publik yang diadakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika beberapa waktu lalu.

Dalam konsultasi publik itu disebutkan sebagian besar kebutuhan dasar masyarakat Mimika hampir terpenuhi, namun ada satu kebutuhan yang belum diperhatikan dan sangan vital adalah menghadirkan transportasi massa.

Dengan APBD Mimika yang mencapai angka Rp7,5 triliun, maka sudah saatnya jalanan dalam Kota Timika dilayani dengan transportasi massa berupa bus yang aman, nyaman dan murah.

“Pada konsultasi publik beberapa profesional sudah menyampaikan masukan, seperti bidang kesehatan harus ada keadilan di bidang kesehatan juga di bidang pendidikan dan ekonomi,” jelasnya.

Karenanya dengan hadirnya bus gratis ini menjadi solusi bagi tingginya biaya transportasi. Dan jika perlu kedepan, pemerintah daerah berkolaborasi dengan pihak swasta untuk menambah armada transportasi.

“Mari kita memposisikan diri kita sebagai masyarakat kecil yang tidak punya kendaraan. Bagaimana perasaan mereka dengan hadirnya angkutan ini? Kalo bapak ibu sudah punya kendaraan syukur puji Tuhan,” tandas Ronal sambari menambahkan program positif ini kebetulan saja diluncurkan berdekatan dengan hajatan politik.

Ia berharap Perum Damri yang bekerjasama dengan Pemkab Mimika dalam menjalani program ini tetap menarik retibusi dengan biaya yang wajar bukan untuk benefit.

“Jangan kita bicara sejahtera kalo banyak masyarakat yang masih susah,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

Dukcapil Mimika Sosialisasikan Perda Administrasi Kependudukan

27 Oktober 2026
DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

27 Oktober 2026
BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

27 Oktober 2026
Operasi Sarang Narkoba, Polda Papua Amankan 10 Orang Positif Ganja di Jayapura

Operasi Sarang Narkoba, Polda Papua Amankan 10 Orang Positif Ganja di Jayapura

26 Oktober 2026
Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga di Sekitar Situs Sejarah Boven Digoel

Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga di Sekitar Situs Sejarah Boven Digoel

26 Oktober 2026
Ketua IDI Papua Apresiasi Dedikasi Dokter di Wilayah Terpencil

Ketua IDI Papua Apresiasi Dedikasi Dokter di Wilayah Terpencil

26 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Kajian Dokumen Lemasa Belum Tuntas, Sem Bukaleng Minta Kepastian

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Ribuan Umat Katolik Rayakan Jumat Agung, RP Gabriel: Yesus Disalibkan karena Dituduh Penjahat Kelas Kakap

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Kasus Penyiksaan Warga Papua, Kapuspen: Margin Error Tidak Sampai Satu Persen dan Bukan Gambaran TNI

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Warga Kebun Siri Palang Jalan, Buntut dari Membuang Sampah Sembarangan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id