ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 1, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Virus ASF di Timika Makin Ganas, Ribuan Ekor Babi Mati, Disnak-Keswan Kuburkan Secara Massal

Media penyebaran virus selain lewat manusia juga melalui lalat, burung dan tikus, kotoran ternak babi itu sendiri dengan masa inkubasi bertahan selama setahun.

16 Februari 2024
0
Virus ASF di Timika Makin Ganas, Ribuan Ekor Babi Mati, Disnak-Keswan Kuburkan Secara Massal

Excavator menggali lubang untuk menguburkan babi yang mati di lahan milik Pemkab Mimika, Jumat 16 Februari 2024. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Virus African Swine Fever (ASF) semakin ganas menyerang ternak babi di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Akibatnya ribuan ekor babi milik peternak mati.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak-Keswan) Kabupaten Mimika mengambil kebijakan menguburkan semua babi yang mati secara massal, Kamis 15 Februari 2024.

ADVERTISEMENT

Lokasi penguburan berada di lahan milik pemerintah Kabupaten Mimika yang jauh dari pemukiman warga, sehingga sangat aman untuk ternak babi yang masih sehat.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Berdasarkan data Disnak-Keswan untuk hari Kamis 15 Februari 2024 telah menguburkan 1.176 ekor, dan pada hari Jumat 16 Februari 2024 terdapat 586 ekor milik peternak di Jalan Pisang, Kelurahan Timika Jaya SP2, Arena Lama dan Sam Ratulangi.

Baca Juga

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

Dua Polisi Terluka Saat Kericuhan Pengibaran Bintang Kejora di USTJ Jayapura

drh. Sabelina Fitriani, M.Si, Kepala Disnak-Keswan menjelaskan, ternak babi yang mati dikubur secara massal oleh dinas, sementara selebihnya yang tidak terdata dikuburkan oleh masyarakat sendiri.

Karena jumlah babi yang mati jumlah sangat banyak, maka liang kuburnya digali sedalam tujuh meter, selanjutnya ditimbun dengan tanah menggunakan excavator.

Sabelina menghimbau kepada masyarakat pemilik ternak, yang babinya masih dalam kondisi sehat untuk diberikan suntikan serum ScoVet ASF dan vaksin hogkolera untuk mencegah dan antibodi.

Ia menyebutkan populasi ternak babi di Mimika sekarang tersisa 11.800 ekor. Tingginya populasi ini dimasa puncak ASF sehingga biosekuriti kebersihan kandang sangat penting diperhatikan.

Kandang harus disemprot dengan desinfektan, lantai disikat menggunakan baiklin dan sabun. Melarang atau membatasi orang untuk keluar masuk area kandang.

“Apalagi orang yang dari kandang sudah terserang ASF. Itu sangat cepat menular ke babi yang lain,” jelas Sabelina kepada wartawan di lokasi penguburan ternak babi, Jumat 16 Februari 2024.

Dikatakan, larangan orang keluar masuk bebas di kandang, karena virus yang menempel pada baju akan mudah pindah ke ternak babi.

Hal itu bisa mengakibatkan kondisi babi yang awalnya terlihat sehat, dan hanya berselang beberapa waktu bisa langsung mati. Ini dikarenakan virus ASF sekarang makin ganas.

“Yang awalnya babinya terlihat sehat tapi sekarang babinya mati. Virus menempel di baju saat masuk di kandang virusnya menyebar ke babi,” paparnya.

Media penyebaran virus selain lewat manusia juga melalui lalat, burung dan tikus, kotoran ternak babi itu sendiri dengan masa inkubasi bertahan selama setahun.

“Kencing babi juga mengandung virus. Babi mati dan kandang belum steril maka babinya mati lagi kalau dimasukan babi. Virus bertahan enam bulan sampai setahun,” tandasnya.

Kepada peternak, Sabelina mengingatkan untuk hentikan lalulintas ternak. Jangan memindahkan babi ke kandang lain meskipun sudah lama kosong.

Kandang yang kosong secara rutin disemprot dengan disifektan, disikat menggunakan bayclean dan sabun.

“Kami harap para peternakan bersabar dengan situasi ini. Babinya yang masih bertahan dikasih serum ScoVet ASF dan vaksin kolera supaya antibodinya tetap stabil,” saran Sabelina.

Ia mengakui saat ini pihaknya kewalahan untuk turun melayani peternak karena keterbatasan petugas.

Untuk itu, kepada peternak, Sabelina meminta bagi yang bisa menyuntik sendiri silahkan datang ke kantor untuk mengambil serum dan vaksin kolera.

Begitu juga bagi yang belum bisa menyuntik sendiri, dapat menghubungi petugas untuk sama-sama turun menyuntik.

“Petugas terbatas sehingga kita tidak bisa datang ke kandang satu persatu. Peternakan yang bisa menyuntik sendiri kami siapkan peralatannya,” katanya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

Hidupkan Kembali Penerbangan Jila–Timika, Bandara Jila Diprioritaskan Pasang Starlink

30 September 2026
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

Dua Polisi Terluka Saat Kericuhan Pengibaran Bintang Kejora di USTJ Jayapura

30 September 2026
Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

Bendera Bintang Kejora Dikibarkan di USTJ, Aksinya Terekam Video

30 September 2026
Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

Wakil Ketua I DPRK Mimika Minta Dana Otsus Tak Berhenti pada Penyerapan Anggaran

30 September 2026
KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

30 September 2026
Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

30 September 2026

POPULER

  • Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    Massa KNPB Geruduk DPRK Mimika, Bawa Sejumlah Tuntutan

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Maikel Edwar Tewas, Irvan Patah Tangan dalam Kecelakaan di Jalan Budi Utomo Ujung Timika

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Dinkes Mimika Terbitkan Edaran Kabut Asap, Perkuat Kewaspadaan ISPA

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • KNPB Bawa Tuntutan Konflik Papua hingga Referendum ke DPRK Mimika, Begini Respons DPRK

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
Virus ASF Tidak Menular ke Manusia, Kerugian Ekonomi Miliaran Rupiah

Virus ASF Tidak Menular ke Manusia, Kerugian Ekonomi Miliaran Rupiah

Alokasi APBN 2024 untuk Mimika dan Puncak Rp4,2 Triliun

Alokasi APBN 2024 untuk Mimika dan Puncak Rp4,2 Triliun

Cacar Monyet Merebak di Indonesia, Reynol: Dinkes Mimika Terima Arahan Kemenkes 

Reynold Ubra Tegaskan Kasus Lumpuh Layuh di Timika Belum KLB Polio, Dinkes Keluarkan Surat Edaran

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id