ADVERTISEMENT
Rabu, September 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Produksi 3.500 Ton Konsentrat Per Hari, Lemasko Minta Freeport Terbuka Berapa untuk Lembaga Adat

Gery berharap pembahasan bersama pemerintah soal berapa nilai yang diberikan kepada lembaga adat, sudah ada kejelasan sebelum melakukan penandatanganan Amdal Freeport.

15 Februari 2024
0
Produksi 3.500 Ton Konsentrat Per Hari, Lemasko Minta Freeport Terbuka Berapa untuk Lembaga Adat

Gregorius Okoare, Ketua Lemasko. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Gregorius Okoare, Ketua Lembaga Masyarakat Adat Suku Kamoro (Lemasko), Mimika, Papua Tengah mengungkapkan PT Freeport Indonesia (PTFI) memproduksi 3.500 ton konsentrat emas dan tembaga per hari.

Untuk itu, Gery meminta kepada Freeport sebagai penambang untuk membicarakan hal ini dengan Pemerintah Indonesia, berapa yang harus diberikan kepada lembaga adat.

ADVERTISEMENT

Menurutnya dari hasil produksi Freeport setiap hari 3.500 ton dikali 360 hari dalam setahun, sekian persennya perlu dibagikan kepada dua lembaga adat Lemasko dan Lemasa termasuk pemerintah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Gery berharap pembahasan bersama pemerintah soal berapa nilai yang diberikan kepada lembaga adat sudah ada kejelasan sebelum melakukan penandatanganan Amdal Freeport.

Baca Juga

PKK Kwamki Narama Dilantik, Suzy Rettob Tekankan Kerja Nyata

Gerakan Bumil Sehat di Mapurujaya, Suami Siaga Dapat Apresiasi Peserta

“Arah pembagiannya musti harus jelas. Amungme dapat berapa dan Kamoro juga dapat berapa setiap tahun,” kata Gery dalam jumpa pers bersama media belum lama ini di Timika.

Selaku Ketua Lemasko, Gery meminta dengan tulus kepada Freeport harus berbuka hati dan menyampaikan secara jujur untuk pembagian hasil ini.

“Kami sudah melayangkan surat ke Freeport. Kami berharap setelah Pemilu Freeport bisa duduk bicara,” katanya.

Gery mengungkapkan, permintaan pembagian hasil dengan lembaga adat ini, diluar dari 10 persen yang Pemerintah Pusat berikan kepada Pemerintah Provinsi dan kabupaten penghasil.

Menurutnya, permintaan ini khusus untuk kontrak baru selama 17 tahun kedepan. Besaran nilai uang hasil pembagian Freeport langsung transfer ke rekening kedua lembaga adat.

Ia menegaskan, pembagian hasil dari 3.500 ton per hari produksi konsentrat ini, harus dituangkan dalam kesepakatan bersama sebagai pegangan masing-masing pihak.

Di dalam nota kesepahaman bersama nanti berisikan besaran nilai uang yang diterima Lemasko, Lemasa dan pemerintah berapa setiap tahun. Tujuannya supaya semua jelas sama-sama menguntungkan.

“Poin ini saya sedang berjuang bersama masyarakat. Kami mau supaya kau senang kami juga senang. Jangan kami kasih kau senang, tapi kami yang susah,” jelasnya.

Gery menegaskan poin perjuangan ini menjadi salah satu tujuan dan motivasi lembaga adat menyetujui proses Amdal ini dilakukan.

“Jadi kami minta ini sendiri lagi di luar 10 persen dan satu persen yang sudah berjalan hampir 40 tahun lalu. Kami minta untuk 17 tahun operasi kedepan Freeport dan pemerintah pusat harus terbuka dengan masyarakat adat. Tidak boleh tertutup,” katanya.

Ia menuturkan, Freeport beroperasi hampir 40 tahun lembaga adat tidak mengetahui secara jelas berapa uangnya.

Namun demikian, Gery menegaskan tidak akan dipersoalkan karena itu merupakan hasil kesepakatan para orangtua terdahulu. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

Dinkes Mimika Gencarkan PHBS dan Aksi Bergizi, Siswa SMPN 1 Mapurujaya Belajar Hidup Sehat

29 September 2026
PKK Kwamki Narama Dilantik, Suzy Rettob Tekankan Kerja Nyata

PKK Kwamki Narama Dilantik, Suzy Rettob Tekankan Kerja Nyata

29 September 2026
Gerakan Bumil Sehat di Mapurujaya, Suami Siaga Dapat Apresiasi Peserta

Gerakan Bumil Sehat di Mapurujaya, Suami Siaga Dapat Apresiasi Peserta

29 September 2026
TP-PKK Mimika Turun ke Kampung, Salurkan Pangan Lokal dan Suplemen untuk Cegah Stunting

TP-PKK Mimika Turun ke Kampung, Salurkan Pangan Lokal dan Suplemen untuk Cegah Stunting

29 September 2026
Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

29 September 2026
Hendak ke RSUD Mimika, Ibu Ini Melahirkan Bayi Kembar di Mobil Patroli Polisi

Hendak ke RSUD Mimika, Ibu Ini Melahirkan Bayi Kembar di Mobil Patroli Polisi

29 September 2026

POPULER

  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    557 shares
    Bagikan 223 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    552 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Kapal LCT Cahaya Permata Hati Tenggelam di Puriri, 8 Orang Dicari Tim SAR

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Ketua OSIS SMPN 1 Mapurujaya Ajak Siswa Hidup Sehat lewat Edukasi PHBS Dinkes Mimika

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Kebakaran Hutan dan Rawa-Rawa Merusak Ekosistem Tanah Papua

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Virus ASF di Timika Makin Ganas, Ribuan Ekor Babi Mati, Disnak-Keswan Kuburkan Secara Massal

Virus ASF di Timika Makin Ganas, Ribuan Ekor Babi Mati, Disnak-Keswan Kuburkan Secara Massal

Virus ASF Tidak Menular ke Manusia, Kerugian Ekonomi Miliaran Rupiah

Virus ASF Tidak Menular ke Manusia, Kerugian Ekonomi Miliaran Rupiah

Alokasi APBN 2024 untuk Mimika dan Puncak Rp4,2 Triliun

Alokasi APBN 2024 untuk Mimika dan Puncak Rp4,2 Triliun

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id