ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Pengangguran di Papua Tengah Mencapai 14 Ribu, Urutan Teratas di Kabupaten Mimika

James Boray menuturkan untuk memproteksi perusahaan merekrut tenaga kerja, perlu adanya Peraturan Gubernur sehingga bisa membatasi penerimaan tenaga kerja antar daerah.

20 September 2023
0
Pengangguran di Papua Tengah Mencapai 14 Ribu, Urutan Teratas di Kabupaten Mimika

Kepala Dinas Tenaga Kerja Papua Tengah James Boray didampingi Ausilius You, Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah dan Hendritte Tandiono, Asisten 3 Setda Mimika menjelaskan tentang kondisi jumlah tenaga kerja Papua Tengah, Rabu 20 September 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencacat saat ini terdapat 14 ribu lebih warga Provinsi Papua Tengah yang belum memiliki pekerjaan (pengangguran).

Ribuan pengangguran tersebut tersebar di delapan kabupaten, dengan urutan pertama Kabupaten Mimika yang mencapai 6 ribu lebih. Menyusul Kabupaten Nabire 2.752, Kabupaten Dogiai 2.556, Paniai 1.760, Puncak 155 orang dan  Puncak Jaya 89 orang.

ADVERTISEMENT

Hal ini disampaikan Pj. Gubernur Papua Ribka Haluk dalam sambutan yang dibacakan Ausilius You, Asisten I Setda Provinsi Papua Tengah dalam Ngobrol Pintar Bareng Pemerintah dan Pengusaha (Ngopi Barapen) yang berlangsung di salah satu hotel di Timika, Rabu 20 September 2023.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Tingginya angkatan kerja menjadi tantangan baru bagi pemerintah Provinsi Papua Tengah. Untuk mengatasi persoalan pengangguran ini, Gubernur mengingatkan kepada seluruh perusahaan di Papua untuk menghentikan perekrutan tenaga kerja dari luar Papua dan lebih diprioritaskan kepada tenaga kerja lokal.

Baca Juga

Persiapkan LKPJ Bersama DPRK: Wakil Bupati Mimika Tegaskan Kepala OPD Dilarang ke Luar Daerah

Operasi Pencarian Berakhir Duka, Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Ditemukan Tidak Bernyawa

Salah satu kendala rendahnya kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan, dikarenakan minimnya informasi lowongan pekerjaan yang dibuka oleh perusahan.

Gubernur sangat menyayangkan, karena banyak perusahaan yang beroperasi di Papua Tengah namun tidak berpengaruh menurunnya jumlah angka tenaga kerja.

Untuk itu, Gubernur menegaskan kepada 150 perwakilan perusahaan yang hadir dalam Ngopi Barepen untuk lebih mengutamakan penerimaan tenaga kerja Orang Asli Papua (OAP).

Gubernur juga menyampaikan saat ini pemerintah telah membentuk Tim Satgas Stunting, Satgas Kemiskinan Ekstrem, Satgas Inflasi Daerah dan Satgas Pengangguran.

Sementara Lengga Mali, Manajer HRD PT Pangan Sari menyarankan dalam mempersiapkan tenaga kerja yang mumpuni, Dinas Tenaga Kerja perlu membuka Balai Latihan Kerja (BLK).

Melalui BLK calon pencari kerja dapat dilatih untuk meningkatkan skiil dan kemampuan, sehingga bisa menjadi referensi perusahaan untuk menerima tenaga kerja.

Perlu juga melibatkan Dinas Pendidikan maupun dinas terkait lainnya agar mampu menghasilkan tenaga-tenaga yang memiliki pengetahuan yang mumpuni, baik pendidikan formal maupun non formal.

Dikatakan, PT Pangan Sari sebagai perusahaan yang mendapat pekerjaan dari PT Freeport Indonesia sudah mempunyai komitmen peningkatan jumlah tenaga kerja lokal dengan kuota 30 persen.

Dengan suatu harapan dalam rentan waktu lima sampai sepuluh tahun kedepan bisa menyerap hingga mencapai 54 persen. Namun Lengga mengakui pada sisi yang lain perusahaan mengalami kendala minimnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pekerja.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua Tengah, James Boray menuturkan, untuk memproteksi perusahaan merekrut tenaga kerja, perlu adanya Peraturan Gubernur sehingga bisa membatasi penerimaan tenaga kerja antar daerah.

Pengangguran yang tinggi menjadi salah satu program pembentukan Tim Satuan Tugas (Satgas) masalah tenagakerjaan.

James berharap melalui Ngopi Barapen ini pemerintah dan perusahaan bisa memikirkan untuk mencari jalan keluar mengatasi persoalan ini.

Dikatakan meskipun banyak perusahaan beroperasi di Mimika, namun jumlah angka pengangguran paling banyak ada di Mimika.

“Begitupun di Kabupaten Nabire meskipun banyak perusahaan tapi ada masalah ketenagakerjaan, termasuk Pania. Yang sedikit hanya Puncak Jaya,” jelasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Perjalanan Dinas ASN Mimika Dinilai Berlebihan, Wabup Emanuel: Pelayanan Publik Terabaikan

Persiapkan LKPJ Bersama DPRK: Wakil Bupati Mimika Tegaskan Kepala OPD Dilarang ke Luar Daerah

27 Juli 2026
Operasi Pencarian Berakhir Duka, Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Ditemukan Tidak Bernyawa

Operasi Pencarian Berakhir Duka, Presenter TVRI Papua Barat Yanto Idorway Ditemukan Tidak Bernyawa

27 Juli 2026
Perangi Malaria di Kampung Mware, Puskesmas Mapurujaya Lakukan Pemeriksaan Massal dan Pembagian Kelambu

Setelah Empat Tahun Menanti, Warga Limau Asri Timur Segera Menikmati Air Bersih

27 Juli 2026
Jalan Anggrek Kembali Dibangun Tahun Ini: Alokasikan Rp2,8 Miliar, Pemkab Mimika Masih Tunggu Pembebasan Lahan

Jalan Anggrek Kembali Dibangun Tahun Ini: Alokasikan Rp2,8 Miliar, Pemkab Mimika Masih Tunggu Pembebasan Lahan

27 Juli 2026
Satgas Pamtas Pos Nabire Dorong Pendidikan Anak Papua Lewat Program Generasi Papua Cerdas

Satgas Pamtas Pos Nabire Dorong Pendidikan Anak Papua Lewat Program Generasi Papua Cerdas

27 Juli 2026
Pemancing Hilang Kontak di Perairan Tanjung Bicari, Tim SAR Gabungan Sisir Laut Kaimana

Pemancing Hilang Kontak di Perairan Tanjung Bicari, Tim SAR Gabungan Sisir Laut Kaimana

27 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    708 shares
    Bagikan 283 Tweet 177
  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    671 shares
    Bagikan 268 Tweet 168
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Next Post
Jhon NR Gobai, Anvgota DPR Papua foto bersama Kejari Mimika Mailany dalam kunjungannya pada 18 September 2023. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Anggota DPR Papua Dorong Bangun Gedung Peradilan Adat Papua Tengah di Timika

Enam Gubernur di Tanah Papua Bertemu di Timika, Rumuskan Delapan Kesepakatan untuk Diserahkan ke Jakarta

Enam Gubernur di Tanah Papua Bertemu di Timika, Rumuskan Delapan Kesepakatan untuk Diserahkan ke Jakarta

Firmansyah, Rasyid, Kabag Protokol Kemendagri memaparkan peran Keprotokolan sesuai undang-undang dalam sosialisasi Keprotokolan, Jumat 21 September 2023. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Firmansyah Rasyid Ingatkan Protokol untuk Perhatikan Nilai Etika dan Estetika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id