ADVERTISEMENT
Kamis, Juli 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan

Januari- Juni 2023 Malaria di Mimika Capai 36.828 Kasus, Dinkes Terapkan Aplikasi SMILE untuk Pelaporan Logistik Malaria

Aplikasi SMILE membantu petugas farmasi dalam pamantauan terhadap ketersediaan logistik malaria di setiap Faskes. Dengan demikian, ketersediaan logistik mudah dikontrol.

3 Agustus 2023
0
Kamaluddin, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Kamaluddin, Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika. (Foto : Redaksi/Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id- Penyakit malaria menjadi salah satu persoalan kesehatan yang masih menjadi pekerjaan rumah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika.

Berdasarkan data Dinkes, terhitung sejak Januari sampai Juni 2023 jumlah penderita malaria di Mimika mencapai angka 36.826 kasus.

ADVERTISEMENT

Rinciannya, Bulan Januari 7.267 kasus, Bulan Februari 6.452 kasus, Bulan Maret 6.133 kasus, Bulan April 5.433 kasus, Bulan Mei 6.084 dan Bulan Juni 5.459 kasus.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Masih tingginya penyebaran malaria mendorong Dinkes Mimika melakukan berbagai upaya. Salah satunya menerapkan penggunaan aplikasi Sistem Monitoring Imunisasi dan Logistik Elektronik (SMILE) di seluruh Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Baca Juga

Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

Agustinus Anggaibak: Saatnya Pemerintah Bentuk Kementerian Khusus Tangani Otsus

Sebagai langkah awal penggunaan aplikasi ini, Dinkes Mimika memberikan pelatihan penginputan pelaporan logistik malaria dan permintaan logistik ke sistem farmasi menggunakan aplikasi SMILE.

Pelatihan diberikan kepada puluhan tenaga kesehatan utusan dari 26 Puskesmas dan dua rumah sakit besar di Mimika (RSUD dan RSMM), Rabu 2 Agustus 2023.

Melalui aplikasi SMILE, petugas kesehatan di setiap Faskes dapat mengirim laporan kasus malaria dan permintaan logistik obat-obatan.

” Selama ini sistem pelaporan petugas kesehatan kepada sistem farmasi secara manual. Dengan SMILE bisa lebih cepat penyampaian informasi terkait distribusi logistik, pelaporan, pemantauan dan evaluasi,” jelas Kamaluddin, Kasie Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Mimika kepada Koranpapua.id disela-sela kegiatan pelatihan.

Aplikasi SMILE juga membantu petugas farmasi dalam pamantauan terhadap ketersediaan logistik malaria di setiap Faskes. Dengan demikian, ketersediaan logistik di setiap Faskes mudah dikontrol.

“Begitu juga apabila terjadi penumpukan logistik di salah satu Faskes, sementara di Faskes lain mengalami kekurangan mudah dideteksi. Dengan begitu bisa dilakukan redistribusi ke Faskes yang membutuhkan,” paparnya.

Dengan adanya pelatihan aplikasi SMILE, tenaga kesehatan diharapkan mampu menginput data logistik setiap ada transaksi, baik pengeluaran maupun permintaan. Ini bertujuan agar tidak terjadi kekosongan logistik di Faskes dan bisa menata pendistribusian logistik lebih baik kedepannya.

Kamaluddin menambahkan, salah satu cara ampuh untuk menurunkan jumlah kasus malaria adalah menggunakan kelambu pada saat tidur. Dinkes sudah mendistribusikan kelambu melalui Puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat.

Menurutnya, upaya pencegahan malaria dengan penaburan abate di tempat-tempat genangan air dan penyemprotan fogging yang dilakukan selama ini dinilai kurang efektif.

“ Timika dengan curah hujan tinggi jadi abate yang ditabur  langsung dibawa air. Begitu juga fogging, ketika hujan turun asapnya langsung hilang. Jadi paling ampuh cegah malaria menggunakan kelambu,” jelasnya.

Ia meyakini jika masyarakat Mimika taat gunakan kelambu yang mengandung zat pestisida, dengan daya tahan selama 6 bulan dapat menurunkan angka malaria.

Setelah enam bulan, kelambu masih bisa dipakai, namun yang penting penggunaan dengan cara yang benar yakni, ujung kelambunya disisipkan pada kasur agar tidak ada celah untuk nyamuk masuk. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

Sosialisasi dan Pelatihan Google Form Tingkatkan Literasi Digital Aparatur dan Masyarakat Desa Pujerbaru

29 Juli 2026
Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

Satgas Pamtas dan Warga Bersihkan Landasan Bandara Luban demi Kelancaran Penerbangan

29 Juli 2026
Agustinus Anggaibak: Saatnya Pemerintah Bentuk Kementerian Khusus Tangani Otsus

Agustinus Anggaibak: Saatnya Pemerintah Bentuk Kementerian Khusus Tangani Otsus

29 Juli 2026
DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

Milad Ke-51, MUI Mimika Dorong Kolaborasi Ulama, Pemerintah, dan Masyarakat

29 Juli 2026
DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

DLH Mimika Perketat Pengawasan Limbah Medis B3 untuk Cegah Pencemaran

29 Juli 2026
Fraksi Golkar Soroti Layanan Air Bersih di Mimika Belum Optimal Meski Anggaran Besar

Fraksi Golkar Soroti Layanan Air Bersih di Mimika Belum Optimal Meski Anggaran Besar

29 Juli 2026

POPULER

  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    709 shares
    Bagikan 284 Tweet 177
  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    713 shares
    Bagikan 285 Tweet 178
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    586 shares
    Bagikan 234 Tweet 147
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    549 shares
    Bagikan 220 Tweet 137
  • Misteri Pria Tewas dengan Empat Anak Panah di Mimika Terungkap, Korban Diketahui Tukang Ojek yang Hilang Tiga Hari

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Next Post

Galeri Foto Kegiatan Pelatihan Internal Anggota BPBD Mimika

Lucas Yasi, Kepala Kemenag Mimika. (Foto: Redaksi/Koranpapua.id)

Dua Sekolah di Mimika Dapat Bantuan Dana Pembinaan Iman dari Kemenag

Ketua Tim Rugby Papua Tengah Odizeus Beanal foto bersama Tim Rugby di Stadion Banten Reborn Tangerang. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Tim Rugby Papua Tengah Kantongi Tiket Menuju PON XXI Aceh-Sumut 2024

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id