ADVERTISEMENT
Selasa, Juni 16, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah

Jeffri Deda: Galian C di Sungai Selamat Datang Ilegal, Satpol PP dan DLH Diancam dan Dilempari Batu

Aktivitas penambangan tidak mengantongi ijin, melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2019.

16 Juni 2023
0

Aktivitas penggalian C di sekitar Kali Selamat Datang yang saat ini menjadi keresahan warga. (Foto : Ist./Koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

“Warga sekitar pernah datangi Dinas PUPR menuntut supaya ganti rugi kandang dan lain-lain. Akhirnya kita membangun bronjong di sisi kiri kanan sungai untuk menahan banjir”

Timika –  Aktivitas tambang Galian C yang berlokasi di area Kali Selamat Datang, SP2 Kelurahan Timika Jaya, Distrik Mimika Baru telah mengakibatkan kerusakan lingkungan yang sangat parah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai lembaga pemerintah yang bertanggungjawab terhadap persoalan lingkungan mengklaim lokasi Galian C  beroperasi secara ilegal.

ADVERTISEMENT

Dinas yang dikomandani Jefrri Deda, S.Sos tidak pernah menerbitkan rekomendasi untuk penerbitan surat ijin penambangan di wilayah itu.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Jefri Deda kepada Koranpapua.id melalui sambungan telepon, Jumat 16 Juni mengatakan, lingkungan yang saat ini dipakai sebagai areal tambang Galian C sudah dalam kondisi rusak.

Baca Juga

Satgas ODC Gelar Patroli Humanis Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

Pemprov Papua Barat Siap Sambut Kedatangan Peserta Pesparawi Nasional XIV

Aktivitas penambangan yang diduga milik pengusaha lokal Timika itu, selain tidak mengantongi ijin juga melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup Nomor 32 Tahun 2019 tentang Pengolahan dan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Undang-Undang Minerba Nomor 4 Tahun 2019.

Untuk melakukan penertiban bukan kewenangan DLH, tetapi menjadi kewenangan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda)

Jeffri menegaskan, DLH saat ini masih menunggu Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusun Badan Perencanaan Pembagunan Daerah (Bappeda) Mimika. Dengan dokumen RTRW menjadi dasar DLH mengeluarkan rekomendasi dalam pengurusan ijin tambang yang diterbitkan oleh Dinas Pelayanan Perijinan Satu Pintu.

Dengan demikian untuk melakukan penertiban bukan kewenangan DLH, tetapi menjadi kewenangan Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai penegak Peraturan Daerah (Perda). DLH hanya bisa memberikan himbauan agar pengusaha hentikan penggalian karena merusak lingkungan.

Jeffri juga menyampaikan bahwa Satpol PP bersama DLH sudah enam kali mendatangi lokasi galian dengan maksut menyampaikan sosialisasi kepada pemilik usaha.

Namun kedatangan petugas bukannya diterima dengan baik, tapi petugas malah diancam dan dilempari batu. Upaya lainnya yakni sudah difasilitasi pertemuan bersama Bupati dan Sekda, namun pengusaha ini tetap melawan.

“Pernah pengusaha itu datang urus ijin lingkungan tapi kami tolak. Kami bilang tidak bisa, harus bermula dari Bappeda untuk menentukan kawasan yang digali atau ditambang masuk dalam tata ruang atau tidak, kalau tidak maka harus dilarang karena melanggar Perda tata ruang,” paparnya.

Dampak yang saat ini sudah mulai dirasakan sebagai akibat penambangan di wilayah itu, selain merusak alam, sumur warga mulai mengering. Pada saat cuaca panas, debu beterbangan di sepanjang jalan yang dilalui kendaraan.

Sesuai Perda Nomor 15 Tahun 2011 tentang RTRW aktivitas galian C hanya dipusatkan di Kali Iwaka. Namun pengusaha tersebut berdalih melakukan penggalian dengan dasar rekomendasi dari Lemasko dan Lemasa.

Dampak yang saat ini sudah mulai dirasakan sebagai akibat penambangan di wilayah itu, selain merusak alam, sumur warga mulai mengering. Pada saat cuaca panas, debu beterbangan di sepanjang jalan yang dilalui kendaraan.

Atas keluhan debu di sekitar Perumahan Pemda, pengusaha memindahkan jalur keluar masuk truk melalui jalan belakang Kantor Keuskupan. Namun karena dikomplain warga, kini truk pengangkut material melewati jalur depan Hotel Swiss Belinn.

Sementara Ir. Dominggus Robert Mayaut, M.Si Kadis PUPR Mimika melalui Pieter Edoway, Kabid Tata Ruang PUPR kepada Koranpapua.id via ponselnya membenarkan aktivitas penggalian itu ilegal. Termasuk melanggar PP nomor 37 tahun 2012, tentang Daerah Aliran Sungai (DAS).

Kondisi terkini lokasi penambangan semakin meluas dan telah merusak kebun dan kandang babi warga yang ada di sekitar penggalian. Pada saat hujan terjadi banjir dan longsor. Kandang babi dan tanaman warga hanyut terbawa banjir.

PUPR sudah memasang papan himbauan larangan penambangan namun tidak digubris. Tahun 2022 Tim Penertiban Pemerintah Daerah bersama Bappeda, DLH, Satpol PP dan kepolisian dan kejaksaan sudah mendatangi pemiliknya dan meminta untuk menghentikan aktivitas tambang.

Kepada pemilik usaha juga sudah disampaikan bahwa di wilayah kota dilarang membuka usaha Galian C, karena merusak tata ruang. Karena sesuai Perda Tata Ruang penggalian diarahkan ke Iwaka. Semua upaya sudah dilakukan, namun sampai saat ini aktivitas tambang tetap berjalan.

“ Warga sekitar pernah datangi Dinas PUPR menuntut supaya ganti rugi kandang dan lain-lain. Akhirnya kita membangun bronjong di sisi kiri kanan sungai untuk menahan banjir. Bahkan kita programkan untuk memasang bronjong sepanjang sungai,” jelas Pieter.

Pieter mengkuatirkan apabila penggalian tidak cepat dihentikan bisa membahayakan rumah-rumah warga sekitar.

Kepada pengusaha juga sudah diingatkan untuk menutup semua kolam bekas galian dan mengaliri air dalam kolom ke sungai, sehingga tidak menjadi tempat berkembangbiak jentik nyamuk.

Mathea Mameyau, Anggota DPR Papua mendorong Pemkab Mimika melalui DLH untuk mengeluarkan surat peringatan larangan beraktivitas. Jika sampai tiga kali tetap melanggar bisa dilanjutkan dengan tindakan hukum.

Politisi PDI P ini menganjurkan untuk segera memanggil pengusahanya dan pihak-pihak terkait yang terlibat. Kepada pengusaha diberikan pemahaman dampak negatif yang timbulkan, termasuk larangan membuka usaha Galian C di wilayah kota.

“Saya tidak setuju ada galian C di dalam kota. Itu merusak pemukiman. Apabila tetap digali areanya makin luas sangat berbahaya jika terjadi banjir dampaknya bisa sampai di wilayah Pigapu,” katanya.

Makin masifnya penggalian hanya karena kepentingan uang tetapi tidak memikirkan dampak lanjutan jangka panjang bagi masyarakat sekitar.

“Di Timika sekarang LSM yang bergerak dan peduli lingkungan tidak ada yang berani mengkritisi. Semua pada diam,” sesalnya. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Satgas ODC Gelar Patroli Humanis Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

Satgas ODC Gelar Patroli Humanis Perkuat Kedekatan dengan Warga Ilaga

15 Juni 2026
Pemprov Papua Barat Siap Sambut Kedatangan Peserta Pesparawi Nasional XIV

Pemprov Papua Barat Siap Sambut Kedatangan Peserta Pesparawi Nasional XIV

15 Juni 2026
Prajurit TNI Berhasil Evakuasi Ibu Hamil di Medan Ekstrem Puncak Jaya

Prajurit TNI Berhasil Evakuasi Ibu Hamil di Medan Ekstrem Puncak Jaya

15 Juni 2026
Sentuhan Peduli Satgas Pasgat: Merawat Luka Warga Digigit Anjing Liar di Bomakia Boven Digoel

Sentuhan Peduli Satgas Pasgat: Merawat Luka Warga Digigit Anjing Liar di Bomakia Boven Digoel

15 Juni 2026
Polres Mimika Musnahkan Lebih dari 3.000 Liter Miras Ilegal, Hasil Operasi Enam Bulan

Polres Mimika Musnahkan Lebih dari 3.000 Liter Miras Ilegal, Hasil Operasi Enam Bulan

15 Juni 2026
Serapan Anggaran Masih di Bawah 50 Persen, Sekda Mimika Ingatkan OPD Percepat Kinerja

Serapan Anggaran Masih di Bawah 50 Persen, Sekda Mimika Ingatkan OPD Percepat Kinerja

15 Juni 2026

POPULER

  • Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    Viral Nakes Jalan Kaki 12 Jam ke Banti, Bupati Mimika: Saya Marah, Tidak Ada Maaf

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Langkah Tegas Polda Papua Tengah, Pecat Empat Anggota Polisi Terlibat Peristiwa Dogiyai Berdarah

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Terima Audiensi KSBSI, Irma Suryani Ingatkan PT SWPI Jangan Abaikan Pesangon 700 Pekerja

    550 shares
    Bagikan 220 Tweet 138
  • BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Tanggal 11-12 Juni, Papua Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sangat Lebat

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Antrian Panjang Pengisian BBM: Viktor Kabey: Apa Artinya Barcode Jika Manajemen SPBU Tidak Konsisten

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Dukungan Terbesar Sepanjang Sejarah, Pempusat Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Pertanian Papua

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Guru asal Flores Meninggal di Mappi, Mama Mina Ingin Memeluk Anaknya untuk Terakhir Kali

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post

Mimika Belum Miliki Dokumen Kajian Resiko Bencana Daerah

170 Tim Futsal Siap Berlaga Meriahkan Pra Deklarasi AMKI Puncak dan Mimika

170 Tim Futsal Siap Berlaga Meriahkan Pra Deklarasi AMKI Puncak dan Mimika

Puncak Pra IYD 2023, Mgr Aloysius Murwito OFM Ingatkan Anak Muda Sangat Rentan Diperbudak oleh Dosa

Puncak Pra IYD 2023, Mgr Aloysius Murwito OFM Ingatkan Anak Muda Sangat Rentan Diperbudak oleh Dosa

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id