ADVERTISEMENT
Rabu, Februari 11, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

215 Umat Katolik Timika Terima Sakramen Krisma, Mgr. Inno Berpesan Harus Berani Tampil Menjadi Pembawa Damai

Hari ini semua umat Katolik di dunia merayakan Hari Raya Pentakosta, yang dihitung 50 hari setelah kebangkitan Yesus dan 10 hari setelah kenaikan Yesus ke surga.

28 Mei 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Ketika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Muslim menjadi Muslim yang baik maka pendidiknya berhasil. Dan jika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Protestan menjadi Protestan yang setia maka anda berhasil.

Timika – Bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta, Uskup Keuskupan Amboina Mgr. Inno Ngutra memberikan pelayanan Sakramen Krisma kepada 215 umat Katolik di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Provinsi Papua Tengah, Minggu 28 Mei 2023.

Mgr. Inno didampingi RD. Amandus Rahadat, Pr Pastor Paroki Katedral Tiga Raja dan RD. Brain, Pr. Dari atas  mimbar gereja Mgr. Inno mengajak umat Katolik untuk berani tampil menjadi pembawa damai.

ADVERTISEMENT

Tidak seperti biasanya seorang uskup ketika memimpin misa selalu membawa tongkat gembala. Pada perayaan misa Pentakosta dan pelayanan Krisma tidak dilakukan Mrg. Inno.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Agar tidak menjadi pertanyaan umat, Mrg. Inno dalam kotbahnya menjelaskan bahwa dalam tradisi Gereja Katolik, tongkat merupakan simbol kegembalaan seorang uskup di tempatnya bertugas.

Baca Juga

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

“Karena sampai saat ini Keuskupan Timika belum memiliki uskup baru, maka otomatis dalam perayaan seperti ini saya tidak bisa memakai tongkat kegembalaan sebab saya bukan uskup di Keuskupan Timika,”jelasnya.

Mengenang almarhum Mrg. Jhon Philip Saklil yang meninggal tiga tahun lalu, Uskup Inno mengajak semua umat menundukan kepala sejenak untuk mendoakan almarhum.

Uskup Inno mengatakan hari ini semua umat Katolik di dunia merayakan Hari Raya Pentakosta, yang dihitung 50 hari setelah kebangkitan Yesus dan 10 hari setelah kenaikan Yesus ke surga. Hari ini juga gereja universal merayakan hari lahirnya gereja Kristus di dunia.

Kepada umat yang hadir, Uskup sedikit bercerita. Dua hari sebelum dirinya datang ke Timika menyempatkan waktu menonton sebuah video tentang seorang bapa asal Papua.

Dalam video bapa tersebut mengatakan kalian orang Katolik dan Protestan sama jahatnya. Bahkan lebih jahat daripada yang lain, walaupun yang lain kejahatannya tersembunyi.

“Rupanya bapak ini tidak mengerti Gereja Katolik secara benar. Karena Gereja Katolik tidak sama dengan yang lain. Tidak ada gereja Kei di Timika Papua, tidak ada gereja Minahasa, tidak ada gereja Toraja. Yang ada hanyalah Gereja Katolik, sehingga semua yang masuk dalam gereja ada yang rambut kriting, lurus, kulitnya hitam dan kulit putih,” papar Uskup Inno.

Gereja Katolik juga tidak membedakan umat dari pangkat dan jabatan, kaya dan  miskin, pejabat dan rakyat jelata, tetapi semuanya menjadi satu dan sama. Gereja Katolik juga mempunyai karya di seluruh dunia yang pelayanannya tidak secara khusus untuk orang Katolik. Seperti rumah sakit, panti asuhan dan lembaga pendidikan.

Seperti yang pernah disaksikan, anak-anak Muslim yang bersekolah di SD Katolik Matias 1, 2 dan 3 Kota Tual diperbolehkan memakai kerudung. Melihat pemandangan yang jarang ditemukan di daerah lain, beberapa guru menemui Uskup Inno. Mereka meminta tanggapan uskup, apakah boleh anak-anak berkerudung belajar di sekolah Katolik ?

“Saya bilang silakan pakai. Karena dengan memakai asesoris apapun tidak pernah mampu untuk merebutkan Yesus yang ada di dalam hati saya sebagai orang katolik. Dan di sekolah itu 99 persen siswa-siswinya muslim,” kenang Uskup Inno.

Pengalaman yang sama juga uskup Inno temukan di Pulau Buru ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMP Kolose Petrus Canicius Lele. Uskup berpesan jangan pernah ada memaksakan anak didik yang beragama lain untuk dibaptis menjadi Katolik.

Menurut Uskup Inno ketika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Muslim menjadi muslim yang baik maka pendidiknya berhasil. Dan jika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Protestan menjadi Protestan yang setia maka anda berhasil.

“Gereja Katolik sangat terbuka dan inilah yang sebenarnya makna dari kita rayakan Pentakosta. Hari dimana roh kudus membuka mata dan hati setiap orang untuk merasakan, bahwa Tuhan ada untuk semua orang. Karena itu gereja Kristus seperti dalam Matius 16:18, engkau Petrus di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan hari ini ketika roh kudus turun atas para rasul, gereja didaulat lahir pada hari ini,” jelas Uskup Inno.

Ketika kita bertanya kapan Gereja Katolik lahir, maka jawabannya Gereja Katolik lahir pada hari ini. Sehingga jika dihitung dari tahun 33 masehi dimana Yesus mati maka Gereja Katolik sudah berumur 1990.

“Selamat ulang tahun Gereja Katolik. Karena gereja ini didirikan untuk semuanya bukan untuk orang Papua, Kei, Toraja, Minahasa saja,” sambung Uskup Inno.

Ia menegaskan Gereja Katolik sangat jelas karena yang mendirikannya adalah Tuhan sendiri bukan Paus. Gereja Katolik adalah yang paling dibenci di dunia. Karena mempertahankan kebenaran, tidak mengijinkan aborsi dan perkawinan sesama jenis.

Gereja Katolik adalah satu, semua suku bisa menjadi anggota gereja. Tata perayaan liturgi sama di semua tempat yang berbeda hanyalah bahasa.

Uskup Inno menegaskan, menjadi seorang Katolik belum menjamin masuk surga, namun setidaknya berada di jalan yang lurus menuju ke sana.

Di hadapan umat Katolik Timika, Uskup Inno mengajak untuk mengikuti ajakan Santo Maksimilianus Maria Kolbe, bahwa jangan pernah takut mencintai Maria. Karena sebesar apapun cintamu kepadanya tidak sebanding dengan cinta Yesus putra-Nya kepada bundanya sendiri.

Roh yang membuat kita berani berdiri di depan gua Bunda Maria, berdoa Salam Maria. Roh yang membuat umatnya menjadi pembawa damai di manapun berada.

“Anda hari ini mendapatkan kepenuhan roh kudus. Maka sama seperti Petrus, Stefanus dan rasul-rasul yang datang mewartakan kabar suka cita Injil di tanah ini. Umat Katolik harus berani tampil wartakan kabar gembira kepada semua saudara yang ada di tanah Mimika,” tutup Uskup Inno. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

Dinkes Mimika Evaluasi Program Malaria 2025, Target Tahun Ini Capai 2 Juta Pemeriksaan

10 Februari 2026
21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

21 Pejabat Baru Resmi Perkuat Kabinet Pimpinan Gubernur PBD Elisa Kambu

10 Februari 2026
Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

Percepat Progres Pembangunan, Pejabat Dua Lembaga Kementerian Kunjungi Papua Selatan

10 Februari 2026
Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

Jalan Trans Papua Urat Nadi Perekonomian Papua Pegunungan, Kementerian PUPR Didesak Segera Tangani Longsor

10 Februari 2026
Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

Papan Nama Jalan di Mimika Belum Resmi, PUPR Tunggu Peraturan Bupati

10 Februari 2026
Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

Menjaga Mandat Sosial, RSMM Timika Berbenah Menuju Standar KRIS BPJS

10 Februari 2026

POPULER

  • Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    Proviciat Merlins R Waromi! Wanita Asal Papua Lulus Dokter Spesialis Tercepat di UGM

    683 shares
    Bagikan 273 Tweet 171
  • Ngaku Istri Pejabat Papua Tengah, Wanita Ini Labrak Oknum ASN Berpakaian Dinas

    597 shares
    Bagikan 239 Tweet 149
  • Bupati Mimika Ultimatum ASN: Pangkat Tidak Sesuai Jabatan Siap Dinonaktifkan

    569 shares
    Bagikan 228 Tweet 142
  • Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

    564 shares
    Bagikan 226 Tweet 141
  • Sejumlah Perwira Polres Mimika Bergeser Jabatan, Ini Pesan Kapolres

    561 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Seorang Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jalan Pattimura Ujung Timika

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pemprov Papua Tata Ulang SDM Pendidik, Guru yang Bekerja di Kantor Pemerintahan Dikembalikan ke Sekolah

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
Next Post
Perdakhi Dampingi 254 Kader Malaria di 15 Puskesmas di Mimika

Perdakhi Dampingi 254 Kader Malaria di 15 Puskesmas di Mimika

Tonggoi Papua Buka SMK dan Politeknik Persiapkan Tenaga Kerja Soft Skill di areal Freeport

Pengurus DPC FPE KSBSI Gelar Konferensi Cabang Ke- I, Frans Pigome: Harus Bersatu Seperti Sapu Lidi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id