ADVERTISEMENT
Senin, September 28, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Agama

215 Umat Katolik Timika Terima Sakramen Krisma, Mgr. Inno Berpesan Harus Berani Tampil Menjadi Pembawa Damai

Hari ini semua umat Katolik di dunia merayakan Hari Raya Pentakosta, yang dihitung 50 hari setelah kebangkitan Yesus dan 10 hari setelah kenaikan Yesus ke surga.

28 Mei 2023
0
Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Ketika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Muslim menjadi Muslim yang baik maka pendidiknya berhasil. Dan jika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Protestan menjadi Protestan yang setia maka anda berhasil.

Timika – Bertepatan dengan Hari Raya Pentakosta, Uskup Keuskupan Amboina Mgr. Inno Ngutra memberikan pelayanan Sakramen Krisma kepada 215 umat Katolik di Gereja Katedral Tiga Raja Timika, Provinsi Papua Tengah, Minggu 28 Mei 2023.

Mgr. Inno didampingi RD. Amandus Rahadat, Pr Pastor Paroki Katedral Tiga Raja dan RD. Brain, Pr. Dari atas  mimbar gereja Mgr. Inno mengajak umat Katolik untuk berani tampil menjadi pembawa damai.

ADVERTISEMENT

Tidak seperti biasanya seorang uskup ketika memimpin misa selalu membawa tongkat gembala. Pada perayaan misa Pentakosta dan pelayanan Krisma tidak dilakukan Mrg. Inno.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Agar tidak menjadi pertanyaan umat, Mrg. Inno dalam kotbahnya menjelaskan bahwa dalam tradisi Gereja Katolik, tongkat merupakan simbol kegembalaan seorang uskup di tempatnya bertugas.

Baca Juga

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

“Karena sampai saat ini Keuskupan Timika belum memiliki uskup baru, maka otomatis dalam perayaan seperti ini saya tidak bisa memakai tongkat kegembalaan sebab saya bukan uskup di Keuskupan Timika,”jelasnya.

Mengenang almarhum Mrg. Jhon Philip Saklil yang meninggal tiga tahun lalu, Uskup Inno mengajak semua umat menundukan kepala sejenak untuk mendoakan almarhum.

Uskup Inno mengatakan hari ini semua umat Katolik di dunia merayakan Hari Raya Pentakosta, yang dihitung 50 hari setelah kebangkitan Yesus dan 10 hari setelah kenaikan Yesus ke surga. Hari ini juga gereja universal merayakan hari lahirnya gereja Kristus di dunia.

Kepada umat yang hadir, Uskup sedikit bercerita. Dua hari sebelum dirinya datang ke Timika menyempatkan waktu menonton sebuah video tentang seorang bapa asal Papua.

Dalam video bapa tersebut mengatakan kalian orang Katolik dan Protestan sama jahatnya. Bahkan lebih jahat daripada yang lain, walaupun yang lain kejahatannya tersembunyi.

“Rupanya bapak ini tidak mengerti Gereja Katolik secara benar. Karena Gereja Katolik tidak sama dengan yang lain. Tidak ada gereja Kei di Timika Papua, tidak ada gereja Minahasa, tidak ada gereja Toraja. Yang ada hanyalah Gereja Katolik, sehingga semua yang masuk dalam gereja ada yang rambut kriting, lurus, kulitnya hitam dan kulit putih,” papar Uskup Inno.

Gereja Katolik juga tidak membedakan umat dari pangkat dan jabatan, kaya dan  miskin, pejabat dan rakyat jelata, tetapi semuanya menjadi satu dan sama. Gereja Katolik juga mempunyai karya di seluruh dunia yang pelayanannya tidak secara khusus untuk orang Katolik. Seperti rumah sakit, panti asuhan dan lembaga pendidikan.

Seperti yang pernah disaksikan, anak-anak Muslim yang bersekolah di SD Katolik Matias 1, 2 dan 3 Kota Tual diperbolehkan memakai kerudung. Melihat pemandangan yang jarang ditemukan di daerah lain, beberapa guru menemui Uskup Inno. Mereka meminta tanggapan uskup, apakah boleh anak-anak berkerudung belajar di sekolah Katolik ?

“Saya bilang silakan pakai. Karena dengan memakai asesoris apapun tidak pernah mampu untuk merebutkan Yesus yang ada di dalam hati saya sebagai orang katolik. Dan di sekolah itu 99 persen siswa-siswinya muslim,” kenang Uskup Inno.

Pengalaman yang sama juga uskup Inno temukan di Pulau Buru ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan SMP Kolose Petrus Canicius Lele. Uskup berpesan jangan pernah ada memaksakan anak didik yang beragama lain untuk dibaptis menjadi Katolik.

Menurut Uskup Inno ketika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Muslim menjadi muslim yang baik maka pendidiknya berhasil. Dan jika sekolah Katolik mampu menjadikan seorang Protestan menjadi Protestan yang setia maka anda berhasil.

“Gereja Katolik sangat terbuka dan inilah yang sebenarnya makna dari kita rayakan Pentakosta. Hari dimana roh kudus membuka mata dan hati setiap orang untuk merasakan, bahwa Tuhan ada untuk semua orang. Karena itu gereja Kristus seperti dalam Matius 16:18, engkau Petrus di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan hari ini ketika roh kudus turun atas para rasul, gereja didaulat lahir pada hari ini,” jelas Uskup Inno.

Ketika kita bertanya kapan Gereja Katolik lahir, maka jawabannya Gereja Katolik lahir pada hari ini. Sehingga jika dihitung dari tahun 33 masehi dimana Yesus mati maka Gereja Katolik sudah berumur 1990.

“Selamat ulang tahun Gereja Katolik. Karena gereja ini didirikan untuk semuanya bukan untuk orang Papua, Kei, Toraja, Minahasa saja,” sambung Uskup Inno.

Ia menegaskan Gereja Katolik sangat jelas karena yang mendirikannya adalah Tuhan sendiri bukan Paus. Gereja Katolik adalah yang paling dibenci di dunia. Karena mempertahankan kebenaran, tidak mengijinkan aborsi dan perkawinan sesama jenis.

Gereja Katolik adalah satu, semua suku bisa menjadi anggota gereja. Tata perayaan liturgi sama di semua tempat yang berbeda hanyalah bahasa.

Uskup Inno menegaskan, menjadi seorang Katolik belum menjamin masuk surga, namun setidaknya berada di jalan yang lurus menuju ke sana.

Di hadapan umat Katolik Timika, Uskup Inno mengajak untuk mengikuti ajakan Santo Maksimilianus Maria Kolbe, bahwa jangan pernah takut mencintai Maria. Karena sebesar apapun cintamu kepadanya tidak sebanding dengan cinta Yesus putra-Nya kepada bundanya sendiri.

Roh yang membuat kita berani berdiri di depan gua Bunda Maria, berdoa Salam Maria. Roh yang membuat umatnya menjadi pembawa damai di manapun berada.

“Anda hari ini mendapatkan kepenuhan roh kudus. Maka sama seperti Petrus, Stefanus dan rasul-rasul yang datang mewartakan kabar suka cita Injil di tanah ini. Umat Katolik harus berani tampil wartakan kabar gembira kepada semua saudara yang ada di tanah Mimika,” tutup Uskup Inno. (redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

Kabut Asap Selimuti Timika, Jarak Pandang Turun di Bawah 2 Kilometer

28 September 2026
SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

SiLPA Mimika 2025 Capai Rp1,116 Triliun, Sebagian Dipakai Tutup Defisit APBD 2026

28 September 2026
Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

Samuel Yogi: Koperasi Mimika Harus Mandiri, Jangan Bergantung Proposal

28 September 2026
Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

Kemarau Panjang Ganggu Pangan Warga Jila, Pemkab Mimika Kirim 1,3 Ton Beras

28 September 2026
Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

Serapan APBD Mimika Baru 44 Persen, Pemkab Kejar Ketertinggalan hingga Akhir Tahun

28 September 2026
Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

Satgas Pasgat dan Warga Koroway Batu Bersihkan Lingkungan Permukiman

26 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    556 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pria 25 Tahun Tewas dalam Dugaan Penganiayaan, Parang dan Anak Panah Diamankan Polisi

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    526 shares
    Bagikan 210 Tweet 132
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
Perdakhi Dampingi 254 Kader Malaria di 15 Puskesmas di Mimika

Perdakhi Dampingi 254 Kader Malaria di 15 Puskesmas di Mimika

Tonggoi Papua Buka SMK dan Politeknik Persiapkan Tenaga Kerja Soft Skill di areal Freeport

Pengurus DPC FPE KSBSI Gelar Konferensi Cabang Ke- I, Frans Pigome: Harus Bersatu Seperti Sapu Lidi

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id