ADVERTISEMENT
Jumat, September 25, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

H-3 Idul Fitri 1444 H, Mama-mama Mimika Wee Mulai Jajakan Ketupat

20 April 2023
0
H-3 Idul Fitri 1444 H, Mama-mama Mimika Wee Mulai Jajakan Ketupat

Mama Yakoba Tepaya (baju merah) sementara menganyam ketupat sambil menunggu pembeli di Jalan Yos Sudarso, Kamis, 20 April 2023. (Foto: Redaksi/ Suarapapuatengah.com)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Timika – Suasana hari raya Idul Fitri 1444 H di Kota Timika mulai terasa, Kamis 20 April 2023. Hal ini bisa dilihat dengan adanya mama-mama Suku Mimika Wee (Kamoro) yang mulai menjajakan ketupat hasil karya tangan mereka.

Seperti biasanya, mereka mengambil tempat jualan di pinggir Jalan Yos Sudarso dan Jalan Bougenville sekitar area eks Pasar Swadaya.

ADVERTISEMENT

Momen semacam ini dimanfaatkan oleh mama-mama Mimika Wee dari dua kampung yakni Ayuka dan Tipuka tidak hanya pada perayaan Lebaran tetapi juga saat menyambut Natal dan Tahun Baru setiap tahun.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Yakoba Tepaya, penjual ketupat asal Kampung Ayuka menuturkan, dirinya bersama mama-mama yang lain berangkat dari kampung pukul 04 subuh menumpang bus Bintang Laut bantuan PT Freeport Indonesia yang dikelola Koperasi Bintang Laut Keuskupan Timika.

Baca Juga

Satgas Pasgat Gagalkan Pengiriman 28.000 Batang Rokok di Bandara Sentani

Website Pemkab Mimika Dikembangkan Terintegrasi dengan Seluruh OPD

Untuk tiba di kota untuk menjual barang-barang bawaan membutuhkan waktu perjalanan satu jam lamanya, sehingga tiba pukul 05 WIT.

“Kami numpang gratis. Itu bus bantuan Freeport yang dikelola Keuskupan Timika,” tutur Yakoba kepada Koranpapua.id, Kamis pagi.

Ia menjelaskan, jadwal bus menjemput biasanya subuh, jam 10 dan mengantar pulang pukul 15.00 WIT. Bagi penumpang yang berangkat pulang lewat dari jam 3 sore terpaksa harus menyewa mobil pick up sendiri. Biasanya patungan perorangan Rp25.000 atau sekali berangkat Rp400 ribu.

Ia bersama mama-mama yang lain lebih memilih menjual di area eks Pasar Swadaya karena letaknya lebih strategis, mudah dijangkau pembeli dan biasa mendapat jemputan, ketimbang jualan di Pasar Sentral bus tidak bisa masuk dan terlalu jauh serta banyak yang menjual.

Ketupat yang dijualnya enam buah dibandrol Rp5000, kelapa muda yang kecil 10 ribu perbuah dan yang besar dua buah 15 ribu. Lainnya, daun pisang satu gulungan 5000 dan pisang kepok yang tandannya besar 100 ribu dan yang kecil 50.000.

Ia berharap semua barang bawaan laku semua supaya uangnya digunakan untuk membeli sembako.

“Kami sudah biasa jualan di sini. Lebih ramai dan dekat. Kalau di Pasar Sentral jauh dan bus tidak bisa masuk,” pungkasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tangani Kawasan Kumuh, Pemkab Mimika Bangun 6 Rumah di Sempan Tahun Ini

Tangani Kawasan Kumuh, Pemkab Mimika Bangun 6 Rumah di Sempan Tahun Ini

24 September 2026
Tak Hanya Jaga Perbatasan, Satgas Pasgat Donorkan Darah untuk Warga Boven Digoel

Tak Hanya Jaga Perbatasan, Satgas Pasgat Donorkan Darah untuk Warga Boven Digoel

24 September 2026
Tak Lagi Jual Pinang, 20 Pedagang SP2 Mimika Beralih Buka Kios

Tak Lagi Jual Pinang, 20 Pedagang SP2 Mimika Beralih Buka Kios

24 September 2026
80 Pejabat Mimika Ikuti Pelatihan, Bupati Minta Tinggalkan Pola Kerja Lama

80 Pejabat Mimika Ikuti Pelatihan, Bupati Minta Tinggalkan Pola Kerja Lama

24 September 2026
TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

24 September 2026
Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

24 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    576 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • TPNPB Klaim Enam Anggotanya Terluka dalam Serangan Udara di Nduga

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Konsultan BPKAD di Yahukimo

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    524 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Sekolah Mengajarkan Ilmu, Rumah Membentuk Jiwa Anak

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    521 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
Next Post
Suporter Futsal Polda NTT dan Soe Ricuh, Kota Kupang Mencekam

Suporter Futsal Polda NTT dan Soe Ricuh, Kota Kupang Mencekam

Tips Aman Amati Gerhana Matahari

Tips Aman Amati Gerhana Matahari

Kemenag RI Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1444 H Jatuh 22 April

Kemenag RI Tetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1444 H Jatuh 22 April

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id