TIMIKA, Koranpapua.id – Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) mendukung pembangunan rumah transit bagi anak-anak di Kampung Iwaka, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Fasilitas ini disiapkan untuk membantu anak-anak tetap mendapatkan pendidikan meski selama ini harus ikut orang tua mencari nafkah.
Pembangunan rumah transit tersebut merupakan kerja sama Yayasan Pelita Harapan Kamoro (YPHK) dengan PT Orica, dengan dukungan YPMAK.
Pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama pada Sabtu 31 Oktober 2026, yang diawali doa pemberkatan oleh Pastor Yohanis Haryoto, SCJ.
Ketua Pengurus YPMAK, Dr. Leonardus Tumuka, mengatakan pembangunan rumah transit tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi anak-anak yang harus ikut orang tua mencari penghasilan sehingga pendidikan mereka terganggu.
Ia mengaku pernah menerima informasi bahwa sejumlah anak dari wilayah Iwaka pergi ke SP2 untuk menunggu truk pengangkut batu dari kali. Batu-batu tersebut kemudian dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Kondisi itu mendorongnya mencari solusi agar anak-anak tetap bisa bersekolah tanpa harus terus mengikuti orang tua mencari nafkah.
“Karena informasi dari pastor seperti itu, saya pikir bagaimana caranya. Saya sampaikan kepada pengurus YPHK dan mereka kemudian mendapatkan mitra untuk bekerja sama,” ujarnya.
Leonardus mengatakan YPMAK sebelumnya juga telah bekerja sama dengan YPHK dalam pengelolaan rumah transit di kawasan Gorong-gorong, Timika.
Terkait pembangunan di Iwaka, YPMAK akan melihat perkembangannya dan berkoordinasi dengan YPHK mengenai kemungkinan dukungan lebih lanjut sesuai kemampuan anggaran.
Ketua YPHK, Modestus Takati, mengatakan rumah transit tersebut nantinya menjadi tempat bagi anak-anak untuk belajar sekaligus mendapatkan pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di lokasi.
“Anak-anak ini setiap kali ikut orang tua mencari alternatif. Yang akan kami lakukan adalah membangun rumah transit supaya anak-anak bisa hadir di sini dan kebutuhan makan minumnya dijamin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, anak-anak akan mendapatkan makanan mulai dari sarapan pagi, makan siang hingga makanan ringan pada sore hari.
Selain pemenuhan kebutuhan makan dan minum, rumah transit juga menyediakan pendampingan belajar. Anak-anak akan dibantu menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) dan tugas sekolah, serta diberi ruang untuk bermain dan mengikuti kegiatan pengembangan diri.
Perwakilan manajemen PT Orica, Zachary Hutchen, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam pembangunan rumah transit merupakan bagian dari komitmen mendukung masyarakat setempat, terutama dalam membuka kesempatan yang lebih baik bagi generasi muda.
Menurut dia, peletakan batu pertama bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan fisik, tetapi juga menjadi penegasan komitmen bersama terhadap masa depan masyarakat Kamoro.
“Kita tidak hanya menandai dimulainya pembangunan sebuah bangunan, tetapi juga menegaskan kembali komitmen kita kepada masyarakat, keluarga, dan masa depan komunitas Kamoro,” katanya.
Zachary berharap rumah transit tersebut dapat menjadi simbol kemitraan, kemajuan, dan peluang yang manfaatnya dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala SD YPPK Iwaka, Agusta You, berharap kehadiran rumah transit dapat mendorong orang tua kembali menyekolahkan anak-anak mereka secara rutin.
Ia menilai fasilitas tersebut dapat membantu menjawab salah satu kendala yang selama ini dihadapi anak-anak dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
“Pesan saya kepada orang tua siswa, mari bawa kembali anak-anak kita untuk bersekolah di sini. Sekarang fasilitas yang selama ini kita rindukan sudah tersedia,” katanya. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










