TIMIKA, Koranpapua.id – Pemerintah Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, menyiapkan bahan makanan tambahan senilai sekitar Rp200 juta untuk mendukung penanganan stunting dan masalah gizi di wilayah kerja Puskesmas Mapurjaya.
Kepala Puskesmas Mapurujaya, Ona Bunga, mengatakan bantuan tersebut diberikan dalam bentuk bahan makanan, bukan uang. Bahan makanan itu selanjutnya dikelola tenaga gizi untuk diberikan kepada sasaran melalui Posyandu.
“Distrik memberikan kami bahan makanan tambahan, tetapi dalam bentuk barang, bukan dalam bentuk uang,” kata Ona, Senin 21 September 2026.
Menurut dia, bahan makanan yang diterima antara lain kacang hijau, gula, telur, dan susu. Bahan tersebut diolah untuk diberikan kepada bayi, balita, ibu hamil, serta masyarakat yang membutuhkan dukungan asupan gizi.
Program pemberian makanan tambahan (PMT) tersebut telah berjalan sejak Juni 2026 dan masih berlangsung hingga September. Pelaksanaannya menjadi bagian dari pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup yang dilakukan Puskesmas melalui Posyandu.
“Bahan makanan tambahan itu memang sekitar segitu. Kami terima dalam bentuk bahan mentah yang akan nanti diolah dan diberikan kepada pasien-pasien atau anak-anak dan ibu hamil yang termasuk dalam gizi buruk, stunting, dan gizi kurang,” ujarnya.
Ona menjelaskan, sasaran program tidak hanya anak yang mengalami stunting. Puskesmas juga memantau anak dengan gizi kurang, gizi buruk, serta kondisi pertumbuhan yang perlu mendapat perhatian.
Penentuan sasaran dilakukan berdasarkan hasil penimbangan dan pemantauan pertumbuhan di Posyandu. Dengan demikian, bantuan makanan dapat diberikan sesuai kondisi masing-masing penerima.
Di wilayah kerja Puskesmas Mapurjaya terdapat sekitar 400 anak yang menjadi bagian dari pemantauan tumbuh kembang. Namun, data terbaru mengenai jumlah anak yang masuk dalam kategori stunting dan masalah gizi lainnya masih dalam proses pembaruan.
Menurut Ona, dukungan bahan makanan dari pemerintah distrik membantu Puskesmas menjalankan pemberian makanan tambahan di Posyandu secara lebih optimal.
Salah satu wilayah dengan kunjungan Posyandu cukup tinggi adalah Muare. Hingga Agustus 2026, kunjungan bayi dan balita di wilayah tersebut tercatat sekitar 300 orang setiap bulan.
“Dengan ada pemberian dari distrik sampai bulan ini kami alokasikan. Yang mereka berikan itu berjalan dengan baik,” katanya.
Selain bahan makanan, pemerintah distrik juga memberikan dukungan kepada kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas keterlibatan mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru










