ADVERTISEMENT
Kamis, Oktober 22, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

11 Ibu Meninggal di Mimika hingga Juni 2026, Dinkes Soroti Deteksi Risiko Kehamilan

“Bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau bidang kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

3 September 2026
0
11 Ibu Meninggal di Mimika hingga Juni 2026, Dinkes Soroti Deteksi Risiko Kehamilan

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Heatubun. (foto: Hayun Nuhuyanan/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Sebanyak 11 ibu meninggal di Kabupaten Mimika sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika meminta risiko kehamilan dideteksi lebih awal agar komplikasi tidak terlambat ditangani.

Kepala Bidang Kesehatan Primer dan Komunitas Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Carolina Heatubun, mengatakan angka tersebut menjadi peringatan bahwa pemeriksaan kehamilan tidak boleh dilakukan ketika kondisi ibu sudah memburuk.

Hal itu disampaikan Carolina dalam Seminar Kesehatan Reproduksi dan Peran Masyarakat dalam Mengenali Risiko Kehamilan serta Mencegah Kematian Ibu dan Bayi di Balai Distrik Iwaka, Kamis 3 September 2026.

Seminar tersebut diikuti tujuh kepala kampung, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, perempuan, kader Posyandu, Penggerak PKK, serta unsur pelayanan kesehatan di Distrik Iwaka.

Baca Juga

Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

Carolina mengatakan, 11 kematian ibu tersebut merupakan data yang dilaporkan puskesmas kepada Dinas Kesehatan. Jumlah itu masih mungkin bertambah karena terdapat kemungkinan kematian ibu yang belum terlaporkan.

“Bayangkan baru setengah tahun itu sudah ada 11 ibu. Ini yang baru terlaporkan. Kami tidak tahu mungkin ada lagi kematian di tempat-tempat lain,” kata Carolina.

Menurut Carolina, kematian ibu berkaitan dengan komplikasi maupun penyakit non-obstetri yang berhubungan dengan kondisi kehamilan. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak sebelum kehamilan, bukan ketika kondisi ibu sudah berat.

“Bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan atau bidang kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.

Di Distrik Iwaka, dari 188 ibu hamil yang menjadi sasaran, baru 85 orang atau 45,2 persen yang tercatat mengakses pelayanan kesehatan.

Sementara itu, ibu hamil yang telah mencapai kunjungan pemeriksaan kehamilan keenam baru 33 orang atau 17,6 persen. Padahal, pemeriksaan kehamilan dianjurkan dilakukan enam kali, termasuk dua kali pemeriksaan oleh dokter dan USG.

“Yang kami harapkan adalah 100 persen, semua ibu harus mengakses pelayanan kesehatan,” kata Carolina.

Dinas Kesehatan juga mencatat 25 ibu hamil di Iwaka memiliki faktor risiko 4T, yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu sering hamil atau jarak kehamilan terlalu dekat, serta terlalu banyak anak.

Selain itu, 17 ibu hamil tercatat mengalami anemia dan 11 lainnya mengalami kekurangan energi kronis.

Carolina mengatakan deteksi dini penting agar kondisi tersebut segera ditangani. Pemeriksaan di Posyandu, termasuk pengukuran lingkar lengan atas (LILA), dapat membantu mendeteksi ibu yang mengalami kekurangan gizi.

Dinas Kesehatan juga telah membekali puskesmas dengan alat USG dan tenaga dokter yang terlatih. Fasilitas tersebut diharapkan membuat pemeriksaan kehamilan lebih mudah dijangkau masyarakat.

“Kalau di Posyandu dia hanya diperiksa, tetapi kalau ke Puskesmas dia akan diperiksa oleh dokter dan USG dua kali,” ujarnya.

Menurut Carolina, USG diperlukan untuk mendeteksi kemungkinan kelainan atau komplikasi sejak dini. Dengan begitu, tenaga kesehatan memiliki waktu untuk melakukan penanganan atau rujukan jika diperlukan.

Ia meminta masyarakat tidak menunggu hingga perut ibu hamil membesar atau kondisi memburuk baru membawa mereka ke fasilitas kesehatan.

“Jadi sejak dini kita temukan, kita mencegah supaya jangan sampai terjadi komplikasi yang berat,” katanya. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

Seribu Pelajar Mimika Bakal Belajar Tanggap Darurat Lewat IFRC 2026

21 Oktober 2026
Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

Freeport Gelar IFRC 2026 di Mimika, 17 Tim Adu Kemampuan

21 Oktober 2026
Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

Sambut HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Manggellum Berbagi Makanan dan Layani Kesehatan Warga

21 Oktober 2026
APELPA Desak Pemkab dan DPRK Mimika Audit Pelatihan Kerja Dana Otsus Rp12 Miliar

APELPA Desak Pemkab dan DPRK Mimika Audit Pelatihan Kerja Dana Otsus Rp12 Miliar

21 Oktober 2026
Donor Darah HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Kumpulkan 84 Kantong

Donor Darah HUT ke-75 Humas Polri, Polda Papua Kumpulkan 84 Kantong

21 Oktober 2026
Kesbangpol Mimika Bekali 200 ASN untuk Perkuat Kesadaran Bela Negara

Kesbangpol Mimika Bekali 200 ASN untuk Perkuat Kesadaran Bela Negara

21 Oktober 2026

POPULER

  • Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    Pastor Ditemukan Tak Sadarkan Diri di Dasar Kolam Renang Kuala Kencana, Nyawanya Tak Tertolong

    648 shares
    Bagikan 259 Tweet 162
  • Gaji ASN Lewat Kopdes, BPKAD Mimika Tunggu Aturan Resmi

    623 shares
    Bagikan 249 Tweet 156
  • DPMK Mimika Dorong 133 Kampung Susun Program Prioritas 2027

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Waspada Kabut Asap Karhutla dan El Niño

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
  • Kepala Puskesmas Atuka Apresiasi Monev Dinkes Mimika, Dorong Perbaikan Layanan

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
  • Baru Satu Sekolah Ajukan PJJ, Disdik Mimika Pantau Kondisi Siswa

    515 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
  • Waspada Influenza! Kenali 8 Gejala dan Cara Mencegahnya

    514 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Penindakan di Yahukimo, Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas, Enam Diamankan

Penindakan di Yahukimo, Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas, Enam Diamankan

Satgas Pasgat Amankan Kunjungan Wabup dan Pertamina, SPBU Luban Segera Dibangun

Satgas Pasgat Amankan Kunjungan Wabup dan Pertamina, SPBU Luban Segera Dibangun

Jembatan Miyoko Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Pemerataan hingga Kampung

Jembatan Miyoko Mulai Dibangun, Pemkab Mimika Dorong Pemerataan hingga Kampung

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id