ADVERTISEMENT
Kamis, Agustus 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua

Ketua Lemasa Soroti Nasib Perajin Papua: Jangan Biarkan Kerajinan Lokal Dijual di Pinggir Jalan

Pemerintah tidak hanya melihat kerajinan sebagai aktivitas jual beli, tetapi juga sebagai identitas budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat asli Papua.

13 Agustus 2026
0
Ketua Lemasa Soroti Nasib Perajin Papua: Jangan Biarkan Kerajinan Lokal Dijual di Pinggir Jalan

Ketua Lembaga Masyarakat Hukum Adat (Lemasa) Kabupaten Mimika, Sem Bukaleng. (foto:rill/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Ketua Lembaga Masyarakat Hukum Adat (Lemasa) Kabupaten Mimika, Sem Bukaleng meminta pemerintah lebih serius memperhatikan para perajin asli Papua di Mimika.

Kepada koranpapua.id, Sem menilai mama-mama Papua yang menghasilkan noken dan berbagai kerajinan budaya memiliki potensi ekonomi besar, tetapi belum mendapat ruang pemasaran yang layak.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pemerintah seharusnya menyediakan sentra khusus kerajinan dan budaya Papua agar para perajin tidak lagi berjualan di pinggir jalan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

“Pemerintah harus menyediakan tempat khusus, semacam gedung atau sentra kerajinan, supaya hasil karya mama-mama Papua bisa dipasarkan dengan baik,” ujarnya, Kamis 13 Agustus 2026.

Baca Juga

Lomba Kebersihan HUT ke-81 RI, Kelurahan Wanagon Juara Pertama Tingkat Distrik Mimika Baru

Merah Putih Berkibar di Pedalaman Memberamo Raya: Satgas Pasgat Kobarkan Semangat Nasional hingga ke Ujung Negeri 

Sem juga menyoroti keberadaan sejumlah penjual kerajinan di ruas jalan yang dinilai mengganggu aktivitas lalu lintas. 

Menurutnya, persoalan tersebut harus ditata pemerintah tanpa mematikan mata pencaharian masyarakat.

Ia mendorong agar produk seperti noken, koteka dan kerajinan khas berbagai suku Papua ditempatkan dalam satu kawasan yang mudah dikunjungi masyarakat maupun wisatawan.

Jangan Sampai Kerajinan Papua Justru Tak Punya Ruang

Sem mengatakan, setiap suku memiliki karakter dan model kerajinan yang berbeda. Karena itu, kerajinan tersebut harus diberi ruang untuk berkembang sekaligus menjadi bagian dari promosi budaya Papua.

“Kerajinan orang Dani berbeda dengan suku lainnya. Noken juga memiliki model dan makna yang berbeda sesuai budaya masing-masing. Ini yang harus dijaga dan dikembangkan,” katanya.

Ia berharap pemerintah tidak hanya melihat kerajinan sebagai aktivitas jual beli, tetapi juga sebagai identitas budaya sekaligus sumber ekonomi masyarakat asli Papua.

Sem juga meminta penataan pedagang di pinggir jalan dilakukan secara tegas dan adil. Pedagang dapat diarahkan ke pasar atau lokasi khusus sehingga tidak menggunakan badan jalan dan mengganggu pengguna jalan.

“Kalau ada tempat yang disediakan, silakan jualan di situ. Jangan sampai badan jalan dipakai untuk berjualan dan akhirnya jalan menjadi sempit,” tegasnya.

Sem mengusulkan agar pemerintah bersama lembaga adat dapat mencari solusi untuk memberikan ruang bagi masyarakat Papua untuk berkarya, berjualan, mempertahankan budaya, sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Sengketa Tanah SP2 berakhir, Sem Bukaleng Tegaskan Kehadiran Lemasa sebagai Pembawa Solusi 

Sengketa Tanah SP2 berakhir, Sem Bukaleng Tegaskan Kehadiran Lemasa sebagai Pembawa Solusi 

13 Agustus 2026
Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

Awalnya Sempat Pesimis: Gladys Manuella Aibekob, Wakili Papua Tengah Kibarkan Merah Putih di Istana Negara 

13 Agustus 2026
DPMPTSP Mimika Dorong Pelaku Usaha Pahami Perizinan Berbasis Risiko

DPMPTSP Mimika Dorong Pelaku Usaha Pahami Perizinan Berbasis Risiko

13 Agustus 2026
Kapolres Puncak: Ada 13 Kantor Pemerintah yang Rusak dan Dibakar Massa

Kapolres Puncak: Ada 13 Kantor Pemerintah yang Rusak dan Dibakar Massa

13 Agustus 2026
Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

Dinas PUPR Mimika Kebut Ranperda Perumda Air Minum dan Limbah Domestik

12 Agustus 2026
Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

Dari Seminar Kesehatan Reproduksi, Kepala Suku Dani: Cegah Risiko Kehamilan Dimulai dari Keluarga

12 Agustus 2026

POPULER

  • Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    Percepat Pembangunan Kantor Pusat Pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Pempus Gelontorkan Rp 355,36 Miliar 

    834 shares
    Bagikan 334 Tweet 209
  • “Kami Siap Perang” KKB Ingatkan Tidak Boleh Gelar Perayaan HUT RI ke-81 di Kota Wamena

    655 shares
    Bagikan 262 Tweet 164
  • Aksi Gerakan Seribu Rupiah: Dinsos Mimika Minta Rekomendasi, APELCAMI Pertanyakan Dasar Hukumnya 

    585 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Aktivis HAM Tantang Kapolres Mimika: Berani Tegas di Kwamki Narama dan Tuntaskan Kasus Pembunuhan oleh Oknum Polisi 

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Sekda Mimika Ingatkan Kepala Kampung: Dana Desa Bukan untuk Kepentingan Pribadi

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Palang Jalan Cenderawasih SP2-Timika Dibuka, Sengketa Tanah Diserahkan ke Lemasa

    531 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id