TIMIKA, Koranpapua.id- Sebanyak 13 putra-putri asli Papua di Kabupaten Mimika yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan tinggi melalui program beasiswa Yayasan Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta.
Program ini menjadi bagian dari upaya YPMAK mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) anak-anak Papua yang memiliki kompetensi dan keahlian untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Sekretaris Pengurus YPMAK, Kristianus Ukago, mengatakan para penerima beasiswa tersebut merupakan hasil seleksi ketat dari 247 calon mahasiswa.
“YPMAK memberikan kewenangan kepada UPN untuk menentukan mahasiswa yang lolos sesuai standar yang ditetapkan. Jadi 13 mahasiswa ini adalah mereka yang terpilih dari seleksi 247 calon mahasiswa,” kata Kristianus di Timika, Selasa 11 Agustus 2026.
Para mahasiswa tersebut diterima pada sejumlah program studi strategis, antara lain Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Teknik Lingkungan, Teknik Metalurgi, Teknik Perminyakan, dan Teknik Geofisika.
Pilihan bidang studi tersebut dinilai penting karena berkaitan erat dengan kebutuhan tenaga terampil dalam pembangunan dan pengelolaan SDM di Papua Tengah.
Dari proses seleksi, sebenarnya terdapat 15 mahasiswa yang dinyatakan terpilih. Namun, baru 13 mahasiswa yang berangkat dan mengikuti pendidikan di Yogyakarta.
Sementara dua peserta lainnya masih dalam proses evaluasi terkait keberlanjutan keikutsertaannya dalam program tersebut.
Kristianus meminta para penerima beasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Selain mengejar prestasi akademik, mahasiswa juga diharapkan mengikuti seluruh proses pembinaan dan pendampingan yang diberikan selama berada di Yogyakarta.
“Kami berharap ada hasil yang nantinya bisa kita dapatkan di Timika. Kami percaya pihak kampus akan terus mendidik dan memberikan pendampingan yang baik kepada anak-anak kita,” ujarnya.
Target Empat-Lima Tahun Kembali ke Mimika
Sementara itu, Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama UPN Veteran Yogyakarta, Hendro Widjanarko menegaskan kampus berkomitmen mendampingi mahasiswa hingga menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan program beasiswa tidak hanya diukur dari keberangkatan mahasiswa ke Yogyakarta, tetapi terutama dari kemampuan mereka menyelesaikan pendidikan dan kembali membangun daerah asal.
“Kita sepakat anak-anak ini nanti semuanya harus lulus dan semuanya harus kembali ke Papua. Saya ingin empat atau lima tahun ke depan mereka kembali dan membangun Timika,” kata Hendro.
UPN, kata dia, tidak hanya memberikan pendidikan akademik. Para mahasiswa juga akan dibekali kemampuan nonakademik atau soft skill termasuk pembentukan karakter dan nilai-nilai bela negara.
Kampus juga menyiapkan pendamping akademik serta berbagai fasilitas untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan selama menjalani perkuliahan.
Hendro berpesan agar para penerima beasiswa menjaga fokus utama selama berada di Yogyakarta.
“Fokus utama adalah menyelesaikan pendidikan sesuai target,” tegasnya.
Kini, 13 mahasiswa tersebut memikul harapan besar. Mereka bukan sekadar penerima beasiswa, tetapi diproyeksikan menjadi generasi terdidik asal Mimika yang suatu saat kembali membawa ilmu dan keahlian untuk membangun tanah kelahirannya. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru








