ADVERTISEMENT
Minggu, Agustus 9, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Sebby dalam keterangannya mengaitkan aksi tersebut dengan penolakan terhadap berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan Indonesia yang berlangsung di Papua.

9 Agustus 2026
0
Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAWIJAYA, Koranpapua.id – Suasana Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, mendadak berubah mencekam setelah terjadi aksi penembakan di sekitar pintu masuk kawasan festival, Sabtu 8 Agustus 2026 sekitar pukul 12.45 WIT.

Insiden tersebut terjadi ketika masyarakat tengah menuju kawasan festival untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Dua warga sipil dilaporkan menjadi korban dalam penembakan yang dilakukan oleh Orang Tidak Dikenal (OTK).

ADVERTISEMENT

Kedua korban diketahui bernama Laode Muhammad Ojo (43) dan Salbia (50) yang merupakan warga Jalan Hom-Hom, Wamena.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sehari setelah kejadian, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM, Sebby Sambom, muncul dengan klaim bahwa kelompoknya bertanggung jawab atas aksi penembakan tersebut.

Baca Juga

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Dalam siaran pers pada Minggu 9 Agustus 2026 pagi, Sebby menyebut aksi tersebut dilakukan oleh TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dan menargetkan aparat keamanan di sepanjang Jalan Trans Wamena hingga memasuki wilayah Kampung Walesi.

Sebby mengklaim aksi berlangsung sekitar pukul 12.04 hingga 13.00 WIT dan diwarnai baku tembak dengan aparat keamanan.

“TPNPB Kodap III Ndugama Derakma dengan tegas menolak kemerdekaan bangsa lain (Indonesia) di atas Tanah Papua sehingga kami sudah melakukan penembakan dan penyerangan terhadap aparat militer Indonesia sepanjang jalan Trans Wamena,” kata Sebby dalam keterangannya.

Sebby juga menyebut sejumlah nama yang diklaim terlibat dalam aksi tersebut, yakni Ebarowak Gwijangge, Paldo Nirigi, dan Batalyon 8 Albu TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. Menurutnya, aksi tersebut dilakukan atas perintah Brigjen Egianus Kogoya dan Mayor Maleo Kogoya.

Namun, hingga keterangan tersebut disampaikan, Sebby mengaku belum dapat memastikan kondisi korban maupun dampak keseluruhan dari penyerangan yang diklaim dilakukan kelompoknya.

Festival Budaya Berubah Jadi Lokasi Penembakan

Penembakan di kawasan FBLB menjadi sorotan karena terjadi ketika masyarakat sedang mengikuti kegiatan budaya yang seharusnya menjadi ruang perjumpaan dan perayaan masyarakat di Lembah Baliem.

Insiden tersebut juga terjadi di tengah rangkaian persiapan dan kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Tanah Papua.

Sebby dalam keterangannya mengaitkan aksi tersebut dengan penolakan terhadap berbagai kegiatan perayaan kemerdekaan Indonesia yang berlangsung di Papua.

Meski demikian, klaim TPNPB-OPM tersebut masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada aparat keamanan dan pihak berwenang untuk memastikan kronologi, pelaku, sasaran penembakan, serta kondisi seluruh korban.

Yang jelas, aksi kekerasan bersenjata di tengah aktivitas masyarakat kembali menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan warga sipil di Papua Pegunungan.

Publik kini menunggu penjelasan resmi aparat mengenai siapa pelaku penembakan, apa motif di balik serangan tersebut, serta bagaimana kondisi dua warga yang menjadi korban.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keamanan masyarakat sipil harus menjadi prioritas utama, terlebih ketika sebuah kegiatan budaya yang seharusnya berlangsung aman justru diwarnai aksi kekerasan. (*) 

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

Penembakan di Pintu Masuk FBLB Jayawijaya, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab

9 Agustus 2026
DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

9 Agustus 2026
Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

9 Agustus 2026
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

9 Agustus 2026
Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

9 Agustus 2026
Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

Pembangunan Papua Tidak Semata Agenda Wilayah Tertinggal, tetapi Menjadi Pertumbuhan Baru Indonesia di Kawasan Pasifik 

9 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    664 shares
    Bagikan 266 Tweet 166
  • APBD Triliunan: Mama Martina Bertahan dengan Anyaman Papua di Tengah Minimnya Perhatian Pemkab Mimika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • PN Timika Tunda Eksekusi Sengketa Tanah SP II Demi Keamanan, Putusan Tetap Inkrah

    542 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

    538 shares
    Bagikan 215 Tweet 135
  • Polres Mimika Tolak Izin Demo KNPB 3 Agustus, Massa Terancam Ditangkap Jika Memaksa

    537 shares
    Bagikan 215 Tweet 134
  • Kecelakaan Tunggal di Jalan Irigasi Timika, Pengendara Kabur Tinggalkan Motor

    536 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id