ADVERTISEMENT
Kamis, September 24, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

“Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu”. 

9 Agustus 2026
0
Hadir di Papua Barat: Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Berdayakan UMKM Lewat Inovasi Olahan Buah Matoa

Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, Muhammad Iqbal Fathoni dalam kelompok 12 TEP melakukan pengabdian masyarakat. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

MANOKWARI, Koranpapua.id– Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya kini hadir ke wilayah transmigrasi di Papua Barat, dengan membawa inovasi pemanfaatan buah Matoa. 

Pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan tajuk Hilirisasi Komoditas Matoa Prafi: Transformasi Kawasan Melalui Ekosistem Ekonomi Terpadu.

ADVERTISEMENT

TEP kelompok 12 dipimpin oleh Mhd Zamal Nasution, SSi MSc PhD dengan anggota Luthfi Aqil Muyassar, Muhammad Irsyad Setiyawan, Fira Adila Puteri, Muhammad Benoit Hakeem Al Riso, dan Muhammad Iqbal Fathoni. 

Advertisement. Scroll to continue reading.

Mereka akan melakukan misi pengabdian masyarakat selama empat bulan dari Agustus – November 2026, di Kawasan Prafi, Manokwari, Papua Barat.

Baca Juga

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Inovasi Produk Berbasis Matoa 

Zamal mengatakan, Prafi memiliki potensi sumber daya alam besar, seperti padi, hortikultura, dan perkebunan. Selain itu komoditas lokal seperti buah Matoa juga tumbuh melimpah, apalagi pada musim panen. 

Namun sayangnya, selama ini masyarakat setempat kurang memanfaatkannya, dan mereka hanya menjual dalam bentuk buah segar. 

Sehingga, nilai tambahnya masih rendah dan seringkali langsung menebang pohon Matoa ketika panen tiba. 

“Berangkat dari alasan tersebut, kami ingin mengajarkan kepada mereka cara lain menikmati buah Matoa dan disulap menjadi produk lainnya,” ujar Zamal seperti dikutip Minggu 9 Agustus 2026. 

Di antaranya, dodol matoa, selai, stik buah, sambal matoa, kacang dari biji matoa, teh antioksidan dari kulit matoa, hingga es krim matoa berbasis susu. 

Produk-produk ini juga berpotensi menjadi menu pendamping Program Makan Bergizi (MBG). 

Enam produk dari buah Matoa tersebut memanfaatkan seluruh bagian dari pohon Matoa, kecuali kayu dan daunnya. 

“Selain itu, kami juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa ketika panen tiba itu dipetik, bukan malah langsung ditebang,” tambah Zamal. 

Kemudian, mereka juga akan melakukan pemberdayaan kepada kelompok UMKM, khususnya perempuan pekerja yang menjadi tumpuan hidup keluarganya. Sehingga, nantinya Prafi memiliki ekosistem yang terdapat demand dan supply. 

“Jadi ketika UMKM berkembang, harapannya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi para perempuan dan anak-anak muda juga di sana,” ujar Zamal. 

Bangga Produk Lokal 

Tantangan terbesar bukanlah teknologi, melainkan membangun kepercayaan masyarakat. 

“Setiap daerah memiliki karakter sosial, budaya, dan pengalaman yang berbeda terhadap berbagai program pembangunan. Karena itu, pendekatan kami adalah mendengarkan sebelum menawarkan solusi,” tutur Zamal. 

Hal tersebut tercapaikan melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. 

Harapannya melalui program ini dapat memiliki dampak jangka panjang. “Kami ingin masyarakat Prafi semakin bangga terhadap potensi yang mereka miliki, terutama matoa sebagai buah asli Papua,” katanya. 

“Kemudian, kami juga merencanakan pemasaran yang akan diarahkan melalui toko-toko souvenir di Manokwari, platform digital, dan jejaring sepuluh perguruan tinggi peserta Tim Ekspedisi Patriot, sehingga produk lokal memiliki akses pasar yang lebih besar,” lanjut Zamal.

Terlaksananya program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi SDG 12: Responsible Consumption and Production, SDG 1: No Poverty, SDG 5: Gender Equality, SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dan SDG 15: Life on Land. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Rp1,7 Miliar Masuk Investasi, Rp500 Juta Menghilang: Nasabah Laporkan Dugaan Masalah AXA Mandiri ke Polisi

Rp1,7 Miliar Masuk Investasi, Rp500 Juta Menghilang: Nasabah Laporkan Dugaan Masalah AXA Mandiri ke Polisi

24 September 2026
754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

754 Koperasi Tercatat di Mimika, Samuel Yogi Dorong Pengurus Aktif Benahi Tata Kelola

23 September 2026
Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

Adi Sumarrna Tegaskan RAT Bukan Sekadar Kewajiban, Tapi Penentu Arah Koperasi

23 September 2026
LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

LKPP: Pengadaan di Papua Jangan Berhenti pada Administrasi, Harus Berdampak bagi Masyarakat

23 September 2026
Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

Martinus Agapa: Pengadaan Jangan Sekadar Administrasi, Harus Berdampak bagi Pembangunan Papua

23 September 2026
Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

23 September 2026

POPULER

  • Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    Tragedi Jila: Siswi Diduga Tewas Kelaparan, 7 Anak Masih Disandera, Tokoh Amungme Desak TNI Tarik Pos Baru

    555 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Ketua Lemasa Sem Bukaleng Soroti Eksekusi Tanah SP 2, Minta Mediasi Dibuka Kembali

    541 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
  • Diburu Berbulan-bulan, TN Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di Kali Wania Ditangkap Polisi

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
  • Pelaku Utama Pembunuhan di Jalan Kelimutu Timika Ditangkap, Polisi Ungkap Motif Dendam

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Puskesmas Mapurujaya Dapat Dukungan PMT Rp200 Juta dari Distrik Mimika Timur

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Tagih “Kuota Emas” CPNS 2024, Aliansi Pemuda Amungme Demo di Kantor Bupati Mimika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Pria Tewas Ditikam di Jalan Poros SP5, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Next Post
666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

666 Tahun Islam Masuk Fakfak, Sekretaris PWM Papua Barat: Bukan Sekadar Hitungan Waktu

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

Delapan Tahun Tanpa Sekolah, Anak-anak Banti Akhirnya Punya Harapan Kembali ke Ruang Kelas

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

DPO KKB GW Dilumpuhkan di Tembagapura, Satgas Gabungan Masih Buru Jejaknya di Hutan

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id