TIMIKA, Koranpapua.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Nabire mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah Papua Tengah, khususnya Perairan Kokonao, Kabupaten Mimika.
Pada prakiraan cuaca yang berlaku hingga Selasa 28 Juli 2026, diharapkan nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir diimbau meningkatkan kewaspadaan karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai 2,5 meter.
Berdasarkan prakiraan cuaca maritim BMKG yang dirilis Senin 27 Juli 2026 menyebutkan, kondisi cuaca di Perairan Kokonao didominasi awan tebal dengan suhu udara sekitar 25 derajat Celsius dan kelembapan udara mencapai 85 persen.
Kecepatan angin diperkirakan berkisar 12–14 knot, dengan hembusan maksimum mencapai 29 knot.
Sementara itu, suhu permukaan laut berada di kisaran 26 derajat Celsius, dengan arus laut bergerak ke arah barat daya (Southwest/SW) berkecepatan 1,08–2,69 knot.
BMKG memprediksi tinggi gelombang di kawasan tersebut berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter, sehingga aktivitas pelayaran.
Terutama yang menggunakan perahu berukuran kecil karena berpotensi menghadapi risiko lebih tinggi apabila cuaca memburuk.
Memasuki Selasa 28 Juli besok, kondisi cuaca diprakirakan berubah menjadi udara kabur dengan suhu berkisar 24–25 derajat Celsius dan kelembapan meningkat hingga 88 persen.
Kecepatan angin diperkirakan berada pada kisaran 6–14 knot, dengan hembusan maksimum yang masih dapat mencapai 29 knot.
Tinggi gelombang juga diperkirakan tetap berada pada kisaran 1,25–2,5 meter, sehingga potensi gangguan terhadap aktivitas pelayaran masih perlu diwaspadai.
BMKG mengingatkan para nelayan, khususnya pengguna perahu kecil dan perahu tradisional, agar selalu memantau perkembangan informasi cuaca sebelum berangkat melaut.
Apabila kondisi angin menguat atau gelombang meningkat, nelayan disarankan menunda pelayaran hingga kondisi kembali aman.
Selain itu, operator kapal penumpang maupun kapal barang juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh prosedur keselamatan pelayaran dipenuhi sebelum berlayar.
BMKG menegaskan bahwa kondisi cuaca di laut dapat berubah dengan cepat. Oleh karena itu, masyarakat pesisir diharapkan terus mengikuti informasi prakiraan cuaca terbaru.
Ini bertujuan agar dapat meminimalkan risiko kecelakaan laut akibat gelombang tinggi, angin kencang, maupun perubahan cuaca yang tidak menentu. (*)
Penulis: Ril Minggu
Editor: Marthen LL Moru










