MERAUKE, Koranpapua.id- Abrasi yang terjadi di Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke, Papua Selatan saat ini tergolong serius.
Di sejumlah titik pada kawasan tersebut terlihat garis pantai telah bergeser hingga sekitar 100 meter akibat terjangan gelombang laut.
“Kawasan itu sudah sangat terabrasi, bahkan ada yang tergeser garis pantainya sepanjang 100 meter,” ujar Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo dalam keterangannya seperti dikutip, Selasa 14 Juli 2026.
Menurutnya, Balai Wilayah Sungai Papua Merauke sudah memprogramkan kegiatan penanganan sejak tahun 2022 dengan total yang sudah ditangani sekitar 639 meter.
Untuk melanjutkan upaya tersebut, pada 2026 Kementerian PU akan membangun pengamanan pantai tambahan sepanjang 120 meter dengan alokasi anggaran sekitar Rp8 miliar.
Pekerjaan konstruksi akan menggunakan revetment berbahan kubus beton berukuran 60 x 60 x 60 sentimeter dan 30 x 30 x 30 sentimeter.
Struktur tersebut diperkuat dengan lapisan geotekstil sebagai fondasi agar lebih tahan terhadap tekanan gelombang dan pergerakan tanah.
Dikatakan, Kementerian Pekerjaan Umum melanjutkan pembangunan pengamanan di kawasan itu, sebagai upaya melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi, erosi, dan intrusi air laut.
Proyek yang dikerjakan melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjaga wilayah pesisir sekaligus melindungi masyarakat dan aset strategis di kawasan pantai.
Menteri Dody Hanggodo mengatakan pengamanan pesisir merupakan salah satu program prioritas Kementerian PU.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur pengaman pantai tidak hanya berfungsi meredam gelombang laut, tetapi juga melindungi permukiman warga serta berbagai aset strategis dari dampak banjir rob, abrasi, dan erosi.
Ia menjelaskan, pembangunan pengaman pantai juga memiliki manfaat penting dalam menjaga ketersediaan sumber air tawar di Merauke. Dengan berkurangnya intrusi air laut, kualitas air yang dimanfaatkan masyarakat diharapkan tetap terjaga.
Selain itu, keberadaan bangunan pengaman pantai diharapkan mampu menahan laju abrasi yang selama ini terus mengikis garis pantai di kawasan Lampu Satu Merauke. (Redaksi)








