ADVERTISEMENT
Senin, Juli 13, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Kecacingan tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh.

13 Juli 2026
0
Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Kegiatan pertemuan sosialisasi dan advokasi POPM yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Senin 13 Juli 2026. (foto:redaksi/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Pertemuan Sosialisasi dan Advokasi Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis dan Kecacingan Tahun 2026, Senin 13 Juli 2026.

Kegiatan ini digelar sebagai langkah memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya menekan angka kecacingan yang masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat, khususnya pada Balita dan anak usia sekolah.

ADVERTISEMENT

Pertemuan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Dr. Sisma HL, S.ST., Bd., M.Keb, diikuti oleh 26 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Mimika, perwakilan Dinas Pendidikan, Kementerian Agama Kabupaten Mimika, serta jajaran Dinas Kesehatan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Dalam sambutannya, Dr. Sisma menegaskan bahwa keberhasilan program POPM tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan agar cakupan pemberian obat cacing dapat mencapai target nasional.

Baca Juga

Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

“Keterlibatan sekolah, tenaga kesehatan, tokoh agama, hingga keluarga sangat menentukan keberhasilan program ini. Semakin tinggi cakupan pemberian obat, semakin besar peluang kita memutus rantai penularan kecacingan di Mimika,” ujarnya.

Pada sesi pemaparan materi, Regina Areim, S.ST., M.H. menjelaskan kebijakan nasional terkait program pengendalian kecacingan serta strategi implementasinya di daerah.

Sementara itu, Kepala Seksi P2M Dinas Kesehatan Mimika, Kamaludin, S.Kep., Ns., memaparkan perkembangan capaian program POPM kecacingan di Kabupaten Mimika.

Ia menyebutkan bahwa pada Februari 2026, sebanyak 50.171 anak atau 81,6 persen dari target 61.472 anak usia 1–12 tahun telah memperoleh obat cacing.

Meski capaian tersebut tergolong baik, angka itu masih berada di bawah target nasional sebesar 95 persen.

Sebelumnya, pada Februari 2025 cakupan POPM mencapai 45.190 anak atau 82,5 persen dari target 54.799 anak, sedangkan pada Agustus 2025 sebanyak 46.485 anak atau 81,9 persen dari target 56.778 anak menerima obat cacing.

Narasumber berikutnya, dr. Susana Namsa, MKM, menyoroti dampak infeksi kecacingan terhadap tumbuh kembang anak.

Menurutnya, kecacingan tidak boleh dianggap sebagai penyakit ringan karena dapat mengganggu penyerapan zat gizi dan vitamin penting yang dibutuhkan tubuh.

“Kecacingan berkaitan erat dengan malnutrisi, anemia, hingga keterlambatan pertumbuhan atau stunting. Pencegahan sejak dini merupakan investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia di masa depan,” jelasnya.

Kecacingan Berkontribusi terhadap Stunting

Dinas Kesehatan Mimika juga menemukan bahwa kecacingan masih menjadi salah satu penyakit menular yang perlu mendapat perhatian serius.

Penyakit ini banyak menyerang Balita dan anak usia sekolah, bahkan diperkirakan berkontribusi hingga 40 persen terhadap kasus stunting.

Karena itu, pemerintah melalui program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) menargetkan penurunan prevalensi kecacingan hingga di bawah 10 persen sehingga penyakit tersebut tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat.

Sejak tahun 2025, pelaksanaan POPM kecacingan tidak lagi digabung dengan program filariasis.

Kini kegiatan dilakukan secara mandiri pada Februari dan Agustus bersamaan dengan pemberian Vitamin A sehingga diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pelayanan kesehatan bagi anak-anak.

Perkuat Kolaborasi untuk Capai Target Nasional

Melalui pertemuan sosialisasi dan advokasi ini, Dinkes Mimika menargetkan meningkatnya dukungan lintas sektor, kesamaan persepsi seluruh pemangku kepentingan, serta meningkatnya cakupan pemberian obat cacing hingga minimal 95 persen.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat edukasi kepada masyarakat dan memutus rantai penularan kecacingan.

Termasuk mengoptimalkan integrasi program pemberian obat cacing dengan distribusi Vitamin A di seluruh Puskesmas di Kabupaten Mimika.

Pertemuan berlangsung dengan metode presentasi dan diskusi interaktif, sehingga seluruh peserta dapat menyampaikan masukan dan menyusun strategi bersama dalam menyukseskan pelaksanaan POPM Kecacingan Tahun 2026 di Kabupaten Mimika. (*)

Penulis: Ril Minggu

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

Dinkes Mimika Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kejar Target 95 Persen POPM Kecacingan untuk Cegah Stunting

13 Juli 2026
Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

Sertijab Tiga Pejabat Pemkab Mimika, Emanuel Kemong Ingatkan Dorong Penguatan Kinerja dan Inovasi

13 Juli 2026
Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

Percepat Eliminasi Kusta dan Penyakit Prioritas, Kadinkes Papua Selatan Siapkan Komitmen Lintas Sektor

13 Juli 2026
Empat Kali Gelar Turnamen Mini Soccer di Timika, Kapolda Papua Tengah: Talenta Alam Anak-Anak Papua Harus Didukung

Empat Kali Gelar Turnamen Mini Soccer di Timika, Kapolda Papua Tengah: Talenta Alam Anak-Anak Papua Harus Didukung

13 Juli 2026
SMA Negeri 1 Manokwari Wakili Papua Barat di Ajang LCC Tingkat Nasional

SMA Negeri 1 Manokwari Wakili Papua Barat di Ajang LCC Tingkat Nasional

13 Juli 2026
Dampak Konflik Senjata di Papua: Pengungsi Harus Ditangani Secara Serius sebagai Bagian Perlindungan Warga Sipil

Dampak Konflik Senjata di Papua: Pengungsi Harus Ditangani Secara Serius sebagai Bagian Perlindungan Warga Sipil

12 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    686 shares
    Bagikan 274 Tweet 172
  • Hasil Seleksi Beasiswa YPMAK Segera Diumumkan, Hanya 15 Peserta yang Lolos ke UPN Veteran Yogyakarta

    601 shares
    Bagikan 240 Tweet 150
  • Bupati Johannes Rettob Lantik Dwi Cholifah sebagai Kepala Inspektorat, Tunjuk Sejumlah Plt

    548 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Penembakan Perempuan Hamil di Intan Jaya Harus Diusut Tuntas, Komnas Perempuan: Ini Tragedi Kemanusiaan

    545 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Rp10 Miliar untuk Gedung Kosong! Perpustakaan Mimika Tak Kunjung Difungsikan

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Markas Kodal Drone TNI untuk Perkuat Operasi di Papua Berdudukan di Timika

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • RDP DPRK Mimika Ungkap Persoalan Pelayanan RSUD, Direktur Beberkan Solusi Atasi Kepadatan Pasien

    518 shares
    Bagikan 207 Tweet 130
Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id