JAKARTA, Koranpapua.id- Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Papua akan mulai digenjot dalam sisa waktu tahun anggaran 2026.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dipercaya untuk membangun tiga kawasan di Provinsi Papua dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,07 triliun.
Proyek tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.
Proyek yang ditargetkan rampung dalam waktu 5,5 bulan dan dapat dimanfaatkan awal Januari 2027 itu, dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita–Adhi–PAB.
Adapun lokasi pembangunan SR tersebut yakni, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor.
Corporate Secretary WSKT, Ermy Puspa Yunita, mengatakan bahwa, SR Papua merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Khususnya pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Ini merupakan amanah yang kami jawab melalui kualitas pelaksanaan, inovasi konstruksi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Ermy dalam keterangannya seperti dikutipm Selasa 7 Juli 2026.
Menurutnya, lokasi proyek yang berada di wilayah paling timur Indonesia menghadirkan tantangan logistik tersendiri.
Meski demikian, Perseroan telah menyiapkan strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya secara terintegrasi dengan memanfaatkan jalur distribusi melalui Pelabuhan Jayapura, Sarmi, dan Biak.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, rumah susun guru.
Termasuk rumah ibadah, kantin, lapangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang akan dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Serta membuka lapangan kerja, menggerakkan rantai pasok daerah, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (Redaksi)








