ADVERTISEMENT
Selasa, Juli 7, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Papua Tengah Freeport

Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

Freeport Indonesia menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 12.000 hektare, terdiri atas 10.000 hektare di wilayah Papua dan 2.000 hektare di luar Papua.

7 Juli 2026
0
Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Toni Wenas. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

SUMBAWA, Koranpapua.id- PT Freeport Indonesia (PTFI) menegaskan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan upaya pengendalian perubahan iklim melalui program rehabilitasi mangrove.

Komitmen itu diwujudkan dengan penanaman mangrove dalam kegiatan bertajuk “Tobat Ekologis Nasional” di Pelabuhan Alas, Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa, Selasa 7 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Toni Wenas, mengatakan program penanaman mangrove merupakan bagian dari strategi besar perusahaan dalam mendukung pengurangan emisi karbon.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Menurutnya, keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari capaian produksi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga

Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

124 Pelajar OAP Dikirim Belajar ke Lima Provinsi di Indonesia

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Menteri Lingkungan Hidup dalam kegiatan ini. Penanaman mangrove adalah bagian dari komitmen Freeport Indonesia,” ujar Toni seperti dikutip dari samawarea.com.

“Kami tidak hanya memikirkan produksi, tetapi juga lingkungan, khususnya dalam menghadapi perubahan iklim dan upaya menurunkan emisi karbon,” kata Toni.

Ia menjelaskan, Freeport Indonesia menargetkan rehabilitasi mangrove seluas 12.000 hektare, terdiri atas 10.000 hektare di wilayah Papua dan 2.000 hektare di luar Papua.

Untuk Provinsi NTB, perusahaan mengalokasikan rehabilitasi seluas 484 hektare, dengan rincian 445 hektare di Kabupaten Sumbawa dan 39 hektare di Kabupaten Lombok Timur.

Luasan tersebut menjadikan NTB sebagai wilayah rehabilitasi mangrove terbesar Freeport di luar Papua.

Pemilihan NTB bukan tanpa alasan. Berbagai kajian menunjukkan wilayah ini memiliki potensi besar serta ekosistem yang sangat mendukung pertumbuhan mangrove.

“Melalui penelitian di berbagai daerah, kami melihat NTB memiliki potensi yang sangat baik. Ekosistemnya mendukung sehingga menjadi salah satu lokasi terbaik untuk program rehabilitasi mangrove di luar Papua,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberlangsungan hidupnya.

Karena itu, Freeport akan melakukan pemantauan dan pemeliharaan secara berkelanjutan.

Di Papua, tingkat keberhasilan hidup mangrove mencapai sekitar 90 persen. Pencapaian serupa diharapkan dapat diwujudkan di NTB melalui pengawasan rutin serta kolaborasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan para ahli.

“Kami akan terus memantau hingga mangrove tumbuh dengan baik. Setelah itu, secara alami ekosistem akan berkembang. Semua ini dilakukan bersama pemerintah daerah, universitas, dan para ahli,” jelasnya.

Toni menambahkan, hasil pemantauan terhadap lokasi penanaman mangrove sebelumnya di Sumbawa menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Tingkat keberhasilan tumbuh tanaman juga mencapai sekitar 90 persen.

Menurutnya, mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim karena kemampuannya menyerap karbon jauh lebih besar dibandingkan pohon daratan.

Selain berfungsi sebagai penyerap karbon, mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut dan tempat berkembang biaknya ikan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir, terutama nelayan.

“Semakin banyak mangrove, ekosistem laut akan semakin baik. Nelayan pun berpotensi memperoleh hasil tangkapan yang lebih besar. Jadi manfaatnya bukan hanya bagi lingkungan, tetapi juga ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Program rehabilitasi ini juga diperkirakan menyerap banyak tenaga kerja karena jutaan bibit mangrove akan ditanam dengan teknik khusus yang memerlukan keterampilan.

“Menanam mangrove tidak bisa sembarangan. Harus memperhatikan pasang surut air laut dan teknik tertentu agar tingkat keberhasilannya tinggi. Karena itu, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” ujarnya.

Toni berharap program rehabilitasi mangrove dapat terus didukung melalui edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat sehingga kesadaran menjaga kawasan pesisir semakin meningkat. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

7 Juli 2026
Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

Freeport Jadikan NTB Jadi Lokasi Rehabilitasi Mangrove Terbesar di Luar Papua

7 Juli 2026
124 Pelajar OAP Dikirim Belajar ke Lima Provinsi di Indonesia

124 Pelajar OAP Dikirim Belajar ke Lima Provinsi di Indonesia

7 Juli 2026
Panglima TNI Pimpin Kenaikan Pangkat 23 Prajurit di Timika

Panglima TNI Pimpin Kenaikan Pangkat 23 Prajurit di Timika

7 Juli 2026
Viral di Media Sosial: Kematian Pilot AMA Air Picu Sorotan, Warganet Pertanyakan Kesetaraan Nilai Nyawa OAP

Viral di Media Sosial: Kematian Pilot AMA Air Picu Sorotan, Warganet Pertanyakan Kesetaraan Nilai Nyawa OAP

6 Juli 2026
Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat, Pasgat Nabire Salurkan Bantuan Sembako bagi Anak-anak Papua

Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat, Pasgat Nabire Salurkan Bantuan Sembako bagi Anak-anak Papua

6 Juli 2026

POPULER

  • Kombes dr. Rommy Sebastian: Pilot AMA Tewas Akibat Tembakan di Kepala

    Amerika Bereaksi Usai Warga Negaranya Tewas Ditembak Kelompok Bersenjata di Yahukimo

    603 shares
    Bagikan 241 Tweet 151
  • Berkabung Atas Tewasnya Pilot Nicholas: AMA Hentikan Sementara Seluruh Penerbangan di Papua

    554 shares
    Bagikan 222 Tweet 139
  • Pendeta GKI Tewas di Intan Jaya, Menham Minta Panglima TNI dan Kapolri Kendalikan Anggotanya

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Pertamina Berlakukan Harga Terbaru BBM Non-Subsidi di Papua-Maluku, Berikut Daftarnya

    544 shares
    Bagikan 218 Tweet 136
  • Bupati Mimika Kritik Keras Kinerja Pejabat: “Sudah Dikasih Jabatan, Malas Masuk Kantor”

    534 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Ini Identitas Pilot Amerika yang Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik

    532 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Dr. Abraham Kateyau Ingatkan Kepala Kampung Jalankan Amanah dengan Baik, Tim Evaluasi Masih Bekerja

    529 shares
    Bagikan 212 Tweet 132
Next Post
Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

Waskita Karya Tangani Proyek Sekolah Rakyat di Provinsi Papua, Kontrak Rp1,07 Triliun

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id