MAKASSAR, Koranpapua.id- Jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 29 sebanyak 392 orang telah kembali dari Tanah Suci Mekkah dan tiba di Makassar.
Kedatangan mereka disambut Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji Sudiang Makassar.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Papua, H. Musa Narwawan, mengatakan pihaknya bersyukur atas kepulangan jemaah setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Dia berharap jemaah bisa menjadi teladan di tengah masyarakat nantinya. “Selamat datang kembali di Tanah Air,” ungkap Musa di Makassar seperti dikutip, Selasa 23 Juni 2026.
Ia berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah serta mampu menjaga kemabruran di tengah masyarakat.
Musa juga mengajak jemaah meningkatkan kualitas iman, ibadah, dan amal saleh setelah kembali ke daerah masing-masing.
Ia turut mendoakan satu haji yang wafat di Tanah Suci agar mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Wakil Koordinator Bidang Penjemputan dan Penerimaan Jemaah PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar, Wahyuddin Hakim, mengapresiasi seluruh petugas, pemerintah daerah, dan jajaran Kementerian Haji dan Umrah Papua yang mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga pemulangan.
Menurutnya, Kloter 29 menunjukkan disiplin dan kebersamaan yang baik selama berhaji. Ia juga mengajak hadirin mendoakan jemaah yang wafat di Tanah Suci serta seorang jemaah yang masih dirawat di Madinah.
“Kami berharap pengalaman spiritual selama 42 hari di Tanah Suci dapat meningkatkan kualitas ibadah, kepedulian sosial, dan akhlak para jemaah setelah kembali ke tengah masyarakat,” harapnya.
Usai sambutan, Wahyuddin atas nama PPIH Embarkasi/Debarkasi Makassar menyerahkan secara resmi Jemaah Haji Kloter 29 kepada Pemerintah Provinsi Papua yang diterima oleh H. Musa Narwawan.
Meskipun berasal dari Papua, mayoritas merupakan warga keturunan Bugis-Makassar dan Jawa yang telah lama menetap di Kabupaten Jayapura, Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Sarmi, Keerom, Waropen, Supiori, dan Mamberamo Raya.
Hal itu tercermin dengan pakaian yang digunakan ala jemaah haji asal Sulawesi Selatan. Pakaian tersebut merupakan tradisi bagi jemaah Bugis-Makassar saat pulang usai menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Dengan kepulangan Kloter 29 menutup operasional pemulangan jemaah Papua melalui Embarkasi Makassar. (Redaksi)










