DENPASAR, Koranpapua.id- Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Papua Barat memfasilitasi 20 wartawan dari Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya untuk mengunjungi Pulau Bali.
Rombongan jurnalis tiba di Bali pada Rabu 10 Juni 2026 dan berkesempatan mengunjungi Kantor Redaksi NusaBali di Denpasar.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Capacity Building Jurnalis yang diselenggarakan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Papua Barat.
Sebelum bertandang ke NusaBali, rombongan terlebih dahulu mengunjungi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bali.
Kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai tantangan industri media di tengah perubahan pola konsumsi informasi yang semakin didominasi platform digital.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat Bidang Ekonomi dan Moneter, Arief Rahadian, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan para jurnalis mengenai perkembangan industri media.
Termasuk memberikan tambahan pengetahuan dan strategi yang dilakukan media daerah untuk tetap bertahan dan berkembang.
“Hari ini kami juga berkunjung ke PWI Bali untuk berdiskusi mengenai kondisi media dan dunia jurnalistik di Bali”.
“Selanjutnya kami datang ke NusaBali untuk melihat secara langsung bagaimana salah satu grup media di Bali berkembang dan bertahan,” ujar Arief seperti dikutip, Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, pengalaman NusaBali dalam menghadapi perubahan lanskap media dapat menjadi pembelajaran bagi para jurnalis dari Papua Barat dan Papua Barat Daya, terutama dalam merespons perkembangan media digital, media sosial, hingga tren jurnalisme data.
Dalam sesi diskusi, Pimpinan Redaksi NusaBali I Ketut Suardana memaparkan strategi yang dijalankan perusahaan untuk menjaga keberlangsungan media cetak sekaligus mengembangkan platform digital.
Ia menjelaskan NusaBali tetap konsisten menerbitkan koran harian 16 halaman setiap hari selama tujuh hari dalam sepekan.
“Kami tetap menggarap media cetak secara serius. Jumlah halaman tetap kami pertahankan, rubrikasi tetap lengkap, dan wartawan tetap ditempatkan di seluruh kabupaten/kota di Bali. Dari sisi penggarapan tidak ada yang berubah,” jelas Suardana.
Menurutnya, meskipun tren pembaca media cetak mengalami penurunan secara nasional, koran masih memiliki segmen pembaca yang loyal.
Selain itu, NusaBali terus menjaga kedekatan dengan komunitas pembaca yang selama ini menjadi basis kekuatan media tersebut.
“Komunitas pembaca itu yang terus kami rawat. Ketika masyarakat mencari informasi politik, pemerintahan, maupun dinamika daerah di Bali, mereka masih menjadikan NusaBali sebagai referensi,” ujarnya.
Suardana menambahkan, transformasi digital tetap dilakukan tanpa mengabaikan kualitas konten jurnalistik.
Pengembangan platform digital dan media sosial terus diperkuat untuk menjangkau generasi pembaca baru, namun prinsip-prinsip jurnalistik tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan publik.
Diskusi berlangsung interaktif. Para wartawan peserta capacity building banyak menanyakan strategi pengelolaan newsroom dan pengembangan media digital.
Termasuk penguatan bisnis media, hingga upaya mempertahankan loyalitas pembaca di tengah persaingan dengan media sosial. (Redaksi)









