PANIAI, Koranpapua.id– Bupati Paniai, Yampit Nawipa dipastikan akan turun memperkuat Persepani Paniai pada kompetisi Liga 4 Piala Presiden 2026.
Jika nanti ini terwujut, Bupati Yampit merupakan satunya-satu kepala daerah aktif di Indonesia yang terdaftar sebagai pemain dalam kompetisi resmi Pengurus Besar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Seperti dilansir dari infosumbar menyebutkan, Persipani Paniai tergabung dalam Grup I dan dijadwalkan bersaing dengan sejumlah klub reguler seperti Persebi Boyolali, Persika 1951 Karawang, dan Persindra Indramayu.
Turunnya Bupati Yampit di lapangan hijau bukan sekadar aksi seremonial. Pria kelahiran 15 Januari 1989 yang akrab disapa Womaki ini memiliki rekam jejak panjang di kancah sepak bola amatir regional.
Sebelum memenangi kontestasi politik, Yampit tercatat pernah menyabet penghargaan sebagai Pemain Terbaik Liga 3 Zona Papua selama dua musim berturut-turut, yakni pada musim 2022 dan 2023.
Karier politiknya baru dimulai secara masif setelah ia resmi dilantik sebagai Bupati Paniai periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 lalu, berpasangan dengan Wakil Bupati Ham Yogi.
Keputusannya untuk tetap merumput di Liga 4 memicu perhatian publik terkait manajemen waktu sebagai kepala daerah.
Di sektor birokrasi, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan berlatar belakang pendidikan teknik (A.Md.Tek.) ini tengah dihadapkan pada sejumlah agenda daerah.
Pada awal tahun 2026, Yampit baru saja merombak jajaran birokrasi dengan melantik 24 kepala distrik baru di Kabupaten Paniai untuk mempercepat pelayanan publik.
Selain itu, Pemkab Paniai saat ini sedang menjalankan program ekonomi kampung mandiri, yang berfokus pada verifikasi faktual bantuan modal bagi pembudidaya ikan lokal di Paniai Barat serta sektor pertanian.
Meski memiliki agenda kerja padat di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar Paniai, Yampit memilih tetap menjaga statusnya sebagai atlet profesional. (Redaksi)










