JAKARTA, Koranpapua.id- Ditjen Bimas Kristen terus mematangkan penyelenggaraan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV yang akan berlangsung di Manokwari, Papua Barat, pada 20–28 Juni 2026 mendatang.
Ajang nasional ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seni musik gerejawi, tetapi juga sarana penguatan nilai-nilai iman, persatuan, pelestarian lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Hal tersebut dibahas dalam pertemuan Sekretaris Ditjen Bimas Kristen Johni Tilaar, bersama dengan Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor.
Pada pertemuan yang berlangsung di Kantor Ditjen Bimas Kristen, Jl. M.H. Thamrin No.6, Jakarta, Rabu 20 Mei 2026, juga dihadiri Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar.
Luksen Jems Mayor, menjelaskan bahwa Pesparawi Nasional XIV diperkirakan akan diikuti oleh 6.000 hingga 8.000 peserta dari 38 provinsi.
Dan jika ditambah pendamping dan pengunjung, total kehadiran diproyeksikan mencapai sekitar 10.000 orang.
Menurutnya, Pesparawi merupakan wadah pembinaan umat Kristen melalui musik gerejawi yang sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan semangat kebangsaan dan pelayanan yang berdampak nyata.
“Pesparawi bukan sekadar kompetisi paduan suara, tetapi juga perayaan iman dan kebersamaan yang menghadirkan manfaat bagi gereja, masyarakat, dan daerah tuan rumah,” kata Luksen seperti dikutip, Kamis 21 Mei 2026.
Ia menambahkan, Ditjen Bimas Kristen mendorong agar penyelenggaraan Pesparawi XIV mendukung program Kementerian Agama terkait dengan Ekoteologi.
“Sesuai dengan arahan Menteri Agama, pelaksanaan Pesparawi tahun ini akan mengedepankan program ramah lingkungan,” terang Luksen.
“Oleh karenanya semua peserta dan pendukung acara diimbau membawa tumbler pribadi dan tidak menggunakan air minum kemasan plastik,” sambung Luksen.
Bertepatan dengan momen itu, pihaknya juga akan memberikan kesempatan bagi UMKM untuk meningkatkan ekonominya serta melakukan promosi budaya lokal melalui kegiatan Pameran yang akan menjadi rangkaian dari kegiatan Pesparawi XIV.
Selain itu, lanjut Luksen, pada Pesparawi tahun ini juga akan dilakukan program Taman Harmoni Nusantara sebagai wujud nyata semangat kebersamaan seluruh peserta Pesparawi dalam merawat lingkungan dan memperkuat harmoni bangsa.
“Nantinya masing-masing provinsi akan membawa pohon khas daerah masing-masing untuk ditanam di Pulau Mansinam, Papua Barat,” pungkas Luksen.
Pesparawi XIV, kata Luksen, kiranya juga dapat memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat, baik secara sosial, budaya, ekonomi maupun lingkungan hidup. (Redaksi)







