TIMIKA,Koranpapua.id- Situasi keamanan dan ketertiban di sejumlah wilayah di Papua hingga kini belum kondusif.
Konflik bersenjata antara TNI dan Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih terus terjadi. Korban jiwa terus berguguran, sementara ribuan warga sipil terpaksa mengungsi.
Mendukung tugas-tugas TNI dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sebanyak 68 prajurit pilihan dari Brigade Infanteri Tata Prawira (TP) 34 Cakra Buana resmi diberangkatkan ke Papua.
Pelepasan pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Brigif TP 34 Cakra Buana, Kolonel Inf Arief Widyanto, SE., M.Han, Selasa 5 Mei 2026.
Dalam penugasan ini, para prajurit akan tergabung sebagai Personel Bawah Kendali Operasi (BKO) atau diperbantukan ke Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Yonif) 315.
Seperti dilansir, Rabu 6 Mei 2026, Kolonel Arief ketika melepas keberangkatan para prajurit menegaskan pentingnya menjaga sikap profesional serta disiplin selama bertugas di daerah operasi.
Ia juga menaruh harapan besar agar para prajurit mampu memberikan peran positif, baik dalam menjaga keamanan maupun membantu masyarakat setempat.
”Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kehormatan kesatuan, dan yang terpenting adalah selalu waspada serta menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat,” tegasnya.
Penugasan ini menjadi bagian dari upaya TNI dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di wilayah strategis seperti Papua.
Para prajurit diharapkan dapat menyelesaikan misi dengan baik serta kembali ke satuan dalam kondisi aman dan lengkap setelah masa tugas berakhir. (Redaksi)









