ADVERTISEMENT
Senin, Juli 27, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Prihatin! Eskalasi Kekerasan Senjata Dorong Lonjakan Pengungsi, Kini Tembus 107.000 Orang

“Mereka juga mendesak investigasi independen atas dugaan pelanggaran HAM dan membuka akses bagi jurnalis asing agar situasi Papua tidak terus tertutup dari sorotan dunia”.

22 April 2026
0
Prihatin! Eskalasi Kekerasan Senjata Dorong Lonjakan Pengungsi, Kini Tembus 107.000 Orang

Dewan Gereja Papua (DGP). (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Lonjakan pengungsi sebagai akibat eskalasi kekerasan senjata dan operasi militer terus terjadi sampai di Bulan April 2026.

Dewan Gereja Papua (DGP) mengungkap saat ini terdapat sekitar 107.000 orang Papua hidup di pengungsian, sebagai akibat dari konflik bersenjata yang terus terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Papua.

ADVERTISEMENT

Dalam keterangan pers yang dirilis di Jayapura, Selasa 21 April 2026, DGP menegaskan, lonjakan pengungsian tidak terlepas dari eskalasi kekerasan dan operasi militer yang kian intens di wilayah sipil.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Secara khusus terjadi sepanjang Maret hingga April 2026 di daerah pegunungan, seperti Lanny Jaya, Intan Jaya, Puncak dan Dogiyai.

Baca Juga

Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

BPS Mimika Genjot Sensus Ekonomi 2026, Target Pendataan Tuntas Akhir Agustus

Pdt. Dorman Wandikbo dalam keterangan pers tersebut menyampaikan bahwa, situasi yang saat ini terjadi di Tanah Papua, bukan lagi situasi biasa.

Warga sipil terus menjadi korban, dipaksa meninggalkan rumahnya, kehilangan akses hidup dasar, dan hidup dalam ketakutan berkepanjangan.

Dorman mengatakan, pengungsian massal terjadi di tengah runtuhnya layanan dasar. Pangan terbatas, layanan kesehatan nyaris tidak menjangkau lokasi pengungsian.

Sementara itu perlindungan terhadap warga sipil dinilai sangat minim. Sementara aktivitas militer telah masuk ke ruang-ruang sipil, kampung, gereja, sekolah, hingga pasar, yang seharusnya menjadi tempat aman.

“Ketika ruang ibadah dan sekolah tidak lagi aman, itu tanda krisis sudah sangat serius,” ujarnya.

Situasi memanas kembali setelah operasi militer pada 12-15 April 2026 di distrik Pogama dan Kembru, kabupaten Puncak, Papua Tengah.

Operasi yang melibatkan kekuatan darat dan udara itu dilaporkan menyebabkan korban jiwa dari kalangan warga sipil serta menghancurkan permukiman.

Data korban pun simpang siur akibat minimnya akses informasi dan transparansi. Laporan menyebut korban meninggal antara sembilan hingga 15 orang, dengan 5 hingga 7 orang luka-luka.

Pastor John Bunay secara tegas mengaitkan situasi ini dengan kebijakan negara.

Ia menilai pendekatan pembangunan yang dibarengi pendekatan keamanan, sebagaimana tertuang dalam Instruksi Presiden nomor 9 tahun 2017 dan 2020, justru memperdalam luka sosial masyarakat Papua.

“Pembangunan yang dikawal senjata bukan solusi. Itu justru memperluas ketakutan dan mempercepat krisis kemanusiaan,” katanya.

Pastor Bunay mengingatkan, berbagai kajian, termasuk oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), telah lama mengidentifikasi akar konflik Papua.

Yakni, rasisme, ketimpangan pembangunan, persoalan politik, serta lemahnya akuntabilitas aparat. Tetapi menurutnya, negara belum menunjukkan keseriusan menjadikan dialog damai sebagai jalan utama.

“Yang terjadi justru pendekatan keamanan terus diulang, seolah kekerasan bisa menyelesaikan masalah,” ujar Pastor John seperti dikutip Suarapapua.com.

Dalam sikap resminya, Dewan Gereja Papua menyampaikan tuntutan tegas, yakni penghentian segera operasi militer di wilayah sipil, perlindungan nyata bagi warga, serta pembukaan akses kemanusiaan tanpa hambatan.

Mereka juga mendesak investigasi independen atas dugaan pelanggaran HAM dan membuka akses bagi jurnalis asing agar situasi Papua tidak terus tertutup dari sorotan dunia.

“Papua tidak butuh lebih banyak senjata. Papua butuh keadilan, kemanusiaan, dan dialog yang sungguh-sungguh,” tegasnya. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

27 Juli 2026
BPS Mimika Genjot Sensus Ekonomi 2026, Target Pendataan Tuntas Akhir Agustus

BPS Mimika Genjot Sensus Ekonomi 2026, Target Pendataan Tuntas Akhir Agustus

27 Juli 2026
Wabup Mimika Soroti Rendahnya Serapan APBD dan Dana Otsus, Siapkan LKPJ Kepala OPD Tidak Boleh ke Luar Daerah

Wabup Mimika Soroti Rendahnya Serapan APBD dan Dana Otsus, Siapkan LKPJ Kepala OPD Tidak Boleh ke Luar Daerah

27 Juli 2026
Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

Gelombang Laut di Perairan Kokonau-Mimika Capai 2,5 Meter, Nelayan Diminta Tunda Melaut Jika Cuaca Memburuk

27 Juli 2026
TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

26 Juli 2026
Operasi Sikat Noken 2026: Polres Mimika Sita Belasan Sajam, Ganja, Puluhan Kendaraan hingga Sopi

Operasi Sikat Noken 2026: Polres Mimika Sita Belasan Sajam, Ganja, Puluhan Kendaraan hingga Sopi

26 Juli 2026

POPULER

  • Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    Diwarnai Kontak Tembak, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah Tiga Korban Penembakan di Yahukimo

    705 shares
    Bagikan 282 Tweet 176
  • TPNPB-OPM Tetapkan Sejumlah Pejabat Papua dan Warga Sipil sebagai Target

    594 shares
    Bagikan 238 Tweet 149
  • Terekam CCTV! Aksi Begal di SP2 Timika, IRT Terjatuh hingga Kepalanya Membentur Aspal

    639 shares
    Bagikan 256 Tweet 160
  • Pabrik Daur Ulang Sampah DLH Mimika: Dua Tahun Beroperasi, Produksi Belum Dijual, Satu Mesin Menganggur

    575 shares
    Bagikan 230 Tweet 144
  • Pengemudi Ojek di Timika Tewas dengan Sejumlah Luka Tusukan, Polisi Selidiki Motif Pembunuhan

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Proyek IPA Rp3,87 Miliar di SP5 Mimika Empat Tahun Mangkrak, Warga Belum Nikmati Air Bersih

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Kunker ke Timika: Komisi III DPR RI Soroti Pertambangan Ilegal, Dugaan Korupsi hingga Dana Otsus di Papua Tengah

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
Next Post
DPD RI Soroti Dinamika Situasi Keamanan Papua, Yorrys: Jangan Dianggap Remeh

DPD RI Soroti Dinamika Situasi Keamanan Papua, Yorrys: Jangan Dianggap Remeh

Pemkab Mimika Genjot Pemerataan Akses Pendidikan, 2027 Anak Wajib TK Sebelum Masuk SD

SK LMHA Belum Bisa Terbit, Bupati Johannes Rettob: Diperbaiki atau Musda Ulang

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Dinsos Puncak Distribusi Bantuan untuk Pengungsi Sinak

Satgas Yon Parako 466 Pasgat Bantu Dinsos Puncak Distribusi Bantuan untuk Pengungsi Sinak

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id