DOGIYAI, Koranpapua.id- Anggota kepolisian dari sejumlah unsur yang diberangkatkan Markas Besar (Mabes) Polri di Jakarta, telah tiba di Dogiayai, Selasa 7 April 2026.
Kedatangan personel polisi Bawah Kendali Operasi (BKO) Mabes Polri ini, disambut oleh Wakapolres Dogiyai bersama para Pejabat Utama (PJU) di Polres tersebut.
Setelah proses penyambutan, pada pukul 01.00 WIT seluruh rombongan diarahkan menuju rumah dinas untuk beristirahat.
Rombongan yang hadir terdiri dari personel Mabes Polri meliputi Baintelkam, Bareskrim, Div Propam, serta Resimen III Korbrimob.
Selain itu, turut hadir personel dari Polda Papua Tengah di antaranya Direktorat Reserse Kriminal Umum, Dit Intelkam, dan Bidang Propam.
Kehadiran personel BKO Mabes Polri dan Polda Papua Tengah merupakan langkah yang diambil Polri untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Dogiyai pasca insiden berdarah tanggal 31 Maret 2026.
Seperti diberitakan media ini sebelumnya, peristiwa berdarah di Kabupaten Dogiayai yang menewaskan lima warga sipil dan satu anggota polisi, kini menjadi perhatian Polri di Jakarta.
Untuk memperkuat pengamanan di wilayah itu pasca peristiwa berdarah yang terjadi pada tanggal 31 Maret 2026, Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan.
Penambahan personel juga dalam rangka penguatan Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), serta memastikan stabilitas wilayah tetap terjaga.
Sebelum diberangkatkan ke Dogiayai, telah dilaksanakan apel yang berlangsung di Mako Brimob pada Sabtu 4 April 2026.
Wakapolri Irjen Dedi Prasetyo berkenan hadir meninjau langsung kesiapan personel sebelum diberangkatkan ke Dogiayai.
Dalam pengecekan tersebut, Wakapolri memastikan kesiapan serta kelengkapan pendukung para personel sebelum bertolak ke lokasi penugasan.
Adapun rincian personel gabungan yang dikirimkan khusus ke wilayah Papua Tengah terdiri dari, 100 Personel Brimob, 20 Personel Bareskrim.
Mabes Polri juga mengirim 14 personel Divpropam, 10 Personel Badan Intelijen Keamanan (BIK) dan empat personel Itwasum.
Seluruh personel diberangkatkan menuju Nabire pada Minggu 5 April dini hari pukul 01.00 WIB.
Penugasan personel lintas fungsi ini merupakan langkah antisipatif untuk mendukung penegakan hukum dan fungsi pengawasan di lapangan.
Fokus utama perkuatan ini akan diarahkan ke sejumlah titik di wilayah hukum Papua Tengah, termasuk Kabupaten Dogiyai dan Nabire. (Redaksi)








