TIMIKA, Koranpapua.id– Proses evakuasi salah satu guru di SDI Hoya yang menderita sakit, masih terus diupayakan Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Guru atas nama Maria Elisabeth Mete, dilaporkan menderita sakit serius sehingga harus dievakuasi ke Timika untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Antonius Welerubun, mengatakan upaya evakuasi telah dilakukan sejak Rabu 25 Maret 2026, namun belum dapat terlaksana karena kondisi cuaca yang tidak mendukung penerbangan.
“Upaya evakuasi sudah dilakukan, tetapi terkendala cuaca. Itu informasi dari pilot, jalur penerbangan dari Timika ke lokasi masih belum terbuka. Mereka kasih watu sampai jam 1 siang,” kata Antonius saat dikonfirmasi, Kamis 26 Maret 2026.
Menurutnya, pasien saat ini telah berada di bandara Distrik Hoya sejak pagi dan siap untuk dievakuasi begitu cuaca memungkinkan.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan operator penerbangan untuk memantau perkembangan kondisi cuaca.
“Kalau cuaca di wilayah Jila sudah terbuka, maka evakuasi bisa segera dilakukan. Saat ini pasien hanya menunggu,” ujarnya.
Terkait kondisi kesehatan, Antonius mengungkapkan bahwa informasi yang diterima dari keluarga menyebutkan korban mengalami pendarahan.
Namun, belum diketahui secara pasti jenis pendarahan tersebut karena keterbatasan tenaga medis di lokasi.
“Kebetulan di sana tidak ada medis. Nah, jadi kalau kita dapat informasi dari pasien dan suaminya, dia pendarahan. Nah itu yang kita tidak tahu pendarahan apa,” jelasnya.
Ia menambahkan, laporan mengenai kondisi guru tersebut baru diterima sehari sebelumnya.
Sejak itu, pihak dinas langsung mengambil langkah cepat dengan mengupayakan evakuasi menggunakan helikopter. Namun, rencana tersebut juga terkendala waktu dan cuaca.
Dinas Pendidikan Mimika berharap kondisi cuaca segera membaik agar proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya, sehingga pasien bisa mendapatkan penanganan medis yang memadai. (*)
Penulis: Hayun Nuhuyanan
Editor: Marthen LL Moru







