ADVERTISEMENT
Selasa, Agustus 4, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Suara yang Terkubur di Tanah Emas

Mereka bukan perusuh. Mereka adalah anak negeri yang hanya ingin diperlakukan adil. Mereka tidak meminta belas kasihan, tetapi hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi haknya.

19 Maret 2026
0
Retret yang Dibubarkan: Luka Lama Kebebasan Beragama di Negeri Pancasila

Gabriel Zezo, Ketua Flobamora Mimika.(foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

Oleh Gabriel Zezo: Pemerhati Sosial, Tinggal di Timika

TIMIKA, Koranpapua.id- Sudah sembilan tahun suara itu berteriak namun tak kunjung terdengar. Suara para karyawan yang pernah menjadi tulang punggung keluarga dan penggerak ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

Mereka juga penyumbang nyata bagi negara melalui keringat dan pajak yang dmereka bayarkan setiap bulan.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Hari ini, mereka berdiri di titik yang sama, menuntut hak yang diabaikan, menunggu keadilan yang tak kunjung datang.

Baca Juga

Bupati Johannes Rettob Warning Kepala OPD yang Absen di Pembahasan LKPJ DPRK

10 Anggota Paskibraka Mimika Berangkat ke Nabire, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI

Di tanah yang kaya akan emas dan sumber daya alam, ironi justru tumbuh subur.

Mereka yang bekerja di dalamnya justru hidup dalam ketidakpastian.

Mogok kerja yang awalnya adalah bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan, kini berubah menjadi simbol panjangnya penderitaan.

Sembilan tahun bukan waktu yang singkat itu adalah hampir satu dekade kehilangan penghasilan, kehilangan martabat, bahkan kehilangan harapan.

Lebih menyakitkan lagi, perjuangan ini bukan tanpa korban. Ada yang ditinggalkan keluarga, ada yang kehilangan arah hidup, bahkan ada yang mengakhiri hidupnya sendiri karena tak lagi melihat jalan keluar.

Pertanyaannya sederhana namun mengguncang. Di mana negara ketika rakyatnya berjuang sendirian?

Berbagai pintu telah diketuk dari daerah hingga pusat. Aspirasi telah disampaikan, laporan telah dibuat, janji-janji telah diucapkan.

Namun yang tersisa hanyalah kesunyian. Negara seolah hadir dalam teks undang-undang, tetapi absen dalam kenyataan.

Para wakil rakyat yang dahulu datang dengan janji manis, kini hilang tanpa jejak. Suara-suara yang dulu lantang membela kini redup di balik kepentingan.

Apakah keadilan hanya milik mereka yang kuat? Apakah hak hanya berlaku bagi mereka yang punya kuasa?

Jika demikian, lalu di mana posisi rakyat kecil dalam sistem yang katanya menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia?

Para pekerja ini bukan musuh perusahaan. Mereka bukan perusuh. Mereka adalah anak negeri yang hanya ingin diperlakukan adil.

Mereka tidak meminta belas kasihan, tetapi hanya menuntut apa yang seharusnya menjadi haknya.

Hak atas pekerjaan yang layak, hak atas penghidupan yang manusiawi, dan hak untuk didengar sebagai warga negara.

Ironi terbesar adalah ketika suara mereka justru tenggelam bukan karena tidak ada, tetapi karena tidak didengar.

Seolah-olah jeritan mereka hanyut bersama arus sungai Ajikwa, lalu hilang di kedalaman Laut Arafura.

Padahal, di balik setiap teriakan itu ada keluarga yang menunggu, ada anak-anak yang berharap, ada kehidupan yang sedang dipertaruhkan.

Tulisan ini bukan sekadar keluhan. Ini adalah panggilan. Panggilan kepada negara untuk hadir, kepada pemimpin untuk bertanggung jawab, dan kepada semua pihak untuk tidak lagi menutup mata.

Karena jika keadilan terus dibiarkan diam, maka yang tumbuh bukan hanya kekecewaan tetapi ketidakpercayaan.

Dan ketika rakyat sudah tidak percaya lagi pada keadilan, maka sesungguhnya yang runtuh bukan hanya harapan, tetapi juga fondasi negara itu sendiri.

Sudah saatnya suara yang terkubur ini diangkat kembali ke permukaan. Didengar, dipahami, dan diselesaikan bukan dengan janji, tetapi dengan tindakan nyata.

Karena mereka bukan sekadar angka dalam statistik. Mereka adalah manusia seperti penguasa di negeri ini. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Bupati Johannes Rettob Warning Kepala OPD yang Absen di Pembahasan LKPJ DPRK

Bupati Johannes Rettob Warning Kepala OPD yang Absen di Pembahasan LKPJ DPRK

4 Agustus 2026
10 Anggota Paskibraka Mimika Berangkat ke Nabire, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI

10 Anggota Paskibraka Mimika Berangkat ke Nabire, Siap Kibarkan Merah Putih di HUT RI

4 Agustus 2026
Satgas Pamtas RI-PNG Pos Timika Ikut Donor Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah

Satgas Pamtas RI-PNG Pos Timika Ikut Donor Darah, Bantu Penuhi Kebutuhan Stok Darah

4 Agustus 2026
Buang Sampah di Jalan, Pemilik Usaha di Timika Terancam Sanksi hingga Penutupan

Buang Sampah di Jalan, Pemilik Usaha di Timika Terancam Sanksi hingga Penutupan

4 Agustus 2026
Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

Pulihkan Pendidikan Wa Banti, Freeport Bangun PAUD dan SD Dua Lantai Beroperasi 2027

4 Agustus 2026
Kapolres Jayapura Minta Maaf, Janji Evaluasi Anggota usai Dugaan Intimidasi Wartawan

Kapolres Jayapura Minta Maaf, Janji Evaluasi Anggota usai Dugaan Intimidasi Wartawan

4 Agustus 2026

POPULER

  • Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    Oknum Polisi Tembak Warga di Timika, Kapolres Ungkap Dugaan Perselingkuhan Jadi Motif

    650 shares
    Bagikan 260 Tweet 163
  • “Babi Saja Naik Pesawat,” Bupati Nabire Desak Pusat Prioritaskan Infrastruktur Papua

    610 shares
    Bagikan 244 Tweet 153
  • 12 Poin Kesepakatan Timika Resmi Diserahkan kepada Presiden, Meki Nawipa Beberkan Isinya

    584 shares
    Bagikan 234 Tweet 146
  • Tiga Tahun Harumkan Nama Papua di Panggung Reggae Dunia: Dave Baransano Masih Berjuang Sendiri, Butuh Dukungan

    606 shares
    Bagikan 242 Tweet 152
  • Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Timika, Penyebab Belum Diketahui

    568 shares
    Bagikan 227 Tweet 142
  • Wamen PPN Ingatkan Kepala Daerah, Jangan Kelola Dana Otsus di Luar Perencanaan

    553 shares
    Bagikan 221 Tweet 138
  • Lima Pekerja Proyek Jalan PT SHJ Tewas Ditembak di Tolikara, Satu Korban Belum Dievakuasi

    539 shares
    Bagikan 216 Tweet 135
Next Post
Polri Masih Menjadi Pilihan Putra-Putri Mimika, 2026 Pendaftar Mencapai 383 Peserta

Polri Masih Menjadi Pilihan Putra-Putri Mimika, 2026 Pendaftar Mencapai 383 Peserta

Satu Unit Rumah Ludes Dibakar Orang Tidak Dikenal

Satu Unit Rumah Ludes Dibakar Orang Tidak Dikenal

Tiga Bintang Polri Jatuh di Tanah Papua

Tiga Bintang Polri Jatuh di Tanah Papua

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id