ADVERTISEMENT
Selasa, Maret 10, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami”.

10 Maret 2026
0
Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Peristiwa meninggalnya Martina Biri (22), mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), ramai diberitakan portal media.

Martina dinyatakan meninggal dunia diduga sebagai akibat lambatnya penanganan medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura, Minggu 8 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Bagaimana sikap manajemen rumah sakit, terkait peristiwa ini? Berikut pernyataan Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes seperti dikutip, Selasa 10 Maret 2026.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Maryen menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan audit klinis di rumah sakit tersebut.

Baca Juga

Kasus DBD di Mimika Turun Drastis, Januari Hingga Awal Maret 2026, Dinkes Catat 22 Kasus

Loka POM dan Dinkes Mimika Sidak Gudang Distributor, Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

Sebagai pimpinan, Maryen akan melihat krologis yang sebenarnya sejak kedatangan pasien hingga akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

“Sebagai direktur paling tidak kami akan melakukan audit secara klinis. Saya juga akan mengambil dan melihat CCTV,” ujarnya.

Dengan hasil rekaman CCTV, menurut Maryen akan terpantau jam dan semua Tindakan yang dilakukan dokter.

“Itu akan menjadi laporan saya ke kepala dinas dan bapak bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Menjawab presepsi yang disampaikan keluarga korban terkait kinerja rumah sakit Yowari, Maryen mengatakan, semua masukan dan kritikan akan menjadi bahan evaluasi.

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami,” pungkasnya.

Ditambahkan, semua kritikan akan ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi secara tegas. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah kasus tersebut sebagai akibat dari kelalaian pihak rumah sakit.

“Kasus ini menjadi sesuatu yang harus tindak tegas, apakah kelalaian kami tidak sesuai dengan SOP. Tetapi kalau ada mediasi dengan bapak bupati, silakan dan nanti kita sama-sama,” ajak Maryen.

Seperti disampaikan keluarga korban, Martina Biri merasakan sakit sejak 10 Februari 2026. Pada 13 Februari 2026, ia mendatangi RSUD Yowari untuk berobat.

Saat itu, petugas memberikan penanganan dengan mengeluarkan lender. Setelah itu petugas memintanya untuk kembali kontrol pada 4 Maret 2026.

Pada 4 Maret 2026, ia kembali ke RSUD Yowari sesuai anjuran pertugas medis RSUD Yowari untuk melakukan kontrol.

Namun, hasil pemeriksaan dan penanganan yang diberikan sama seperti sebelumnya. Tidak ada peningkatan penanganan oleh pihak medis.

Ia akhirnya pulang kembali ke rumahnya di Hawai, Sentani. Pada tanggal 8 Maret 2026 pukul 17.15 Waktu Papua, ia diantar menggunakan kendaraan roda dua kembali ke rumah sakit Yowari.

Setelah tiba pukul 17.30 Waktu Papua, pihaknya melapor ke petugas piket, lalu mereka diarahkan untuk mengurus administrasi agar ditangani petugas.

Namun, pengantar pasien kemudian menjelaskan kepada petugas bahwa pasien dalam kondisi kritis dan meminta agar tindakan medis dilakukan segera. Tetapi permintaan tersebut tidak segera dipenuhi.

Karena kondisi pasien semakin memburuk, pengantar kemudian membawa pasien menuju ruang pemeriksaan darah untuk diambil tindakan.

Di tempat pemeriksaan tersebut pasien menunggu sekitar 10–15 menit. Setelah proses pemeriksaan darah selesai, pasien kembali dibawa menuju ke area piket.

Saat pasien menunggu di area penjagaan rumah sakit, pengantar pergi sebentar untuk mengambil hasil pemeriksaan darah.

Ketika pengantar kembali ke lokasi tempat pasien menunggu, pasien sudah meninggal dunia pada pukul 19.00 Waktu Papua. Pasien meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Kasus DBD di Mimika Turun Drastis, Januari Hingga Awal Maret 2026, Dinkes Catat 22 Kasus

Kasus DBD di Mimika Turun Drastis, Januari Hingga Awal Maret 2026, Dinkes Catat 22 Kasus

10 Maret 2026
Loka POM dan Dinkes Mimika Sidak Gudang Distributor, Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

Loka POM dan Dinkes Mimika Sidak Gudang Distributor, Temukan Produk Pangan Tidak Layak Edar

10 Maret 2026
BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

10 Maret 2026
Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

10 Maret 2026
RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

10 Maret 2026
Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

10 Maret 2026

POPULER

  • Bahas Tapal Batas Wilayah Adat di Kapiraya, Kementerian HAM RI Bertemu Tokoh Kamoro di Timika

    Bahas Tapal Batas Wilayah Adat di Kapiraya, Kementerian HAM RI Bertemu Tokoh Kamoro di Timika

    547 shares
    Bagikan 219 Tweet 137
  • Awalnya Diduga Bunuh Diri, Polisi Temukan Kejanggalan pada Kasus Kematian Perempuan di Mimika

    546 shares
    Bagikan 218 Tweet 137
  • Petugas Kebersihan Gelar Aksi Mogok Kerja, Ini Pernyataan Kadis DLH Mimika Jefri Deda

    543 shares
    Bagikan 217 Tweet 136
  • Ini Kronologi Kontak Tembak di Tembagapura, Satu Pelaku Tewas, Enam Diamankan

    533 shares
    Bagikan 213 Tweet 133
  • Bawa Pasien Rujukan ke Timika, Speedboat Puskesmas Agimuga Terobang-Ambing di Perairan Puriri

    530 shares
    Bagikan 212 Tweet 133
  • Kondisi Romario Kritis, Keluarga Desak Polisi Sweeping Penjualan Sopi di Kampung Pomako

    719 shares
    Bagikan 288 Tweet 180
  • Satu Pelaku Perampasan Senjata di Mile 50 Tembagapura Ditangkap

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
Next Post
RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id