ADVERTISEMENT
Jumat, Oktober 30, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Headline

Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami”.

10 Maret 2026
0
Mahasiswi Uncen Meninggal Diduga Terlambat Ditangani, Ini Pernyataan Direktur RSUD Yowari

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura. (foto:ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

JAYAPURA, Koranpapua.id- Peristiwa meninggalnya Martina Biri (22), mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen), ramai diberitakan portal media.

Martina dinyatakan meninggal dunia diduga sebagai akibat lambatnya penanganan medis di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani-Jayapura, Minggu 8 Maret 2026.

Bagaimana sikap manajemen rumah sakit, terkait peristiwa ini? Berikut pernyataan Direktur RSUD Yowari, drg. Maryen Braweri, M.Kes seperti dikutip, Selasa 10 Maret 2026.

Maryen menyampaikan bahwa pihaknya akan segera melakukan audit klinis di rumah sakit tersebut.

Baca Juga

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

Dinkes Mimika Satukan Layanan HIV, TBC, Malaria, dan Hepatitis

Sebagai pimpinan, Maryen akan melihat krologis yang sebenarnya sejak kedatangan pasien hingga akhirnya dilaporkan meninggal dunia.

“Sebagai direktur paling tidak kami akan melakukan audit secara klinis. Saya juga akan mengambil dan melihat CCTV,” ujarnya.

Dengan hasil rekaman CCTV, menurut Maryen akan terpantau jam dan semua Tindakan yang dilakukan dokter.

“Itu akan menjadi laporan saya ke kepala dinas dan bapak bupati dan wakil bupati,” jelasnya.

Menjawab presepsi yang disampaikan keluarga korban terkait kinerja rumah sakit Yowari, Maryen mengatakan, semua masukan dan kritikan akan menjadi bahan evaluasi.

“Yang mereka sampaikan tadi, mungkin di rumah sakti sini pilih-pilih dalam pelayanan, itu menjadi masukan-masukan dan kritikan yang menjadi bahan evaluasi untuk kami,” pungkasnya.

Ditambahkan, semua kritikan akan ditindaklanjuti dengan melakukan evaluasi secara tegas. Meski demikian, ia belum bisa memastikan apakah kasus tersebut sebagai akibat dari kelalaian pihak rumah sakit.

“Kasus ini menjadi sesuatu yang harus tindak tegas, apakah kelalaian kami tidak sesuai dengan SOP. Tetapi kalau ada mediasi dengan bapak bupati, silakan dan nanti kita sama-sama,” ajak Maryen.

Seperti disampaikan keluarga korban, Martina Biri merasakan sakit sejak 10 Februari 2026. Pada 13 Februari 2026, ia mendatangi RSUD Yowari untuk berobat.

Saat itu, petugas memberikan penanganan dengan mengeluarkan lender. Setelah itu petugas memintanya untuk kembali kontrol pada 4 Maret 2026.

Pada 4 Maret 2026, ia kembali ke RSUD Yowari sesuai anjuran pertugas medis RSUD Yowari untuk melakukan kontrol.

Namun, hasil pemeriksaan dan penanganan yang diberikan sama seperti sebelumnya. Tidak ada peningkatan penanganan oleh pihak medis.

Ia akhirnya pulang kembali ke rumahnya di Hawai, Sentani. Pada tanggal 8 Maret 2026 pukul 17.15 Waktu Papua, ia diantar menggunakan kendaraan roda dua kembali ke rumah sakit Yowari.

Setelah tiba pukul 17.30 Waktu Papua, pihaknya melapor ke petugas piket, lalu mereka diarahkan untuk mengurus administrasi agar ditangani petugas.

Namun, pengantar pasien kemudian menjelaskan kepada petugas bahwa pasien dalam kondisi kritis dan meminta agar tindakan medis dilakukan segera. Tetapi permintaan tersebut tidak segera dipenuhi.

Karena kondisi pasien semakin memburuk, pengantar kemudian membawa pasien menuju ruang pemeriksaan darah untuk diambil tindakan.

Di tempat pemeriksaan tersebut pasien menunggu sekitar 10–15 menit. Setelah proses pemeriksaan darah selesai, pasien kembali dibawa menuju ke area piket.

Saat pasien menunggu di area penjagaan rumah sakit, pengantar pergi sebentar untuk mengambil hasil pemeriksaan darah.

Ketika pengantar kembali ke lokasi tempat pasien menunggu, pasien sudah meninggal dunia pada pukul 19.00 Waktu Papua. Pasien meninggal dunia sebelum mendapatkan penanganan medis. (Redaksi)

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Hantam Pembatas Jalan, Minibus Terbalik di SP 3 Timika

Hantam Pembatas Jalan, Minibus Terbalik di SP 3 Timika

29 Oktober 2026
Operasi Damai Cartenz Kawal HUT Paroki St. Michael Bilogai, Perayaan Berlangsung Aman

Operasi Damai Cartenz Kawal HUT Paroki St. Michael Bilogai, Perayaan Berlangsung Aman

29 Oktober 2026
Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Bahaya Narkoba kepada Generasi Muda

29 Oktober 2026
Pria Ditemukan Meninggal di Budi Utomo Ujung Timika

Pria Ditemukan Meninggal di Budi Utomo Ujung Timika

29 Oktober 2026
Dinkes Mimika Satukan Layanan HIV, TBC, Malaria, dan Hepatitis

Dinkes Mimika Satukan Layanan HIV, TBC, Malaria, dan Hepatitis

29 Oktober 2026
Pengiriman Senapan Angin ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

Pengiriman Senapan Angin ke Timika Digagalkan di Bandara Sentani

29 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • Dinsos Mimika Sosialisasikan Kampung Siaga Bencana

    522 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

    519 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

RDP Bersama DPRK Mimika, Petugas Kebersihan DLH Keluhkan Status Kerja hingga Besaran THR

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

Berkunjung ke Panti Asuhan Santa Susana Timika, Koops TNI Papua Salurkan Santuan dan Peralatan Sekolah

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

BPKP Papua Tengah Kawal Tata Kelola Koperasi Merah Putih di Mimika

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id