JAYAWIJAYA, Koranpapua.id- Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan didesak segera merampungkan proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).
Dikuatirkan, jika dokumen Amdal terlambat diselesaikan maka dananya bisa dialihkan ke program lain.
Hal itu ditegaskan Ribka Haluk, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendgari) dalam Rapat Koordinasi Peninjauan Progres Pembangunan Papua Pegunungan di Baliem Pilamo, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Jumat 6 Maret 2026.
“Saya mohon dukungan dari kita semua, nanti kami akan menyurat ke Kementerian PU supaya dana ini standby, tidak boleh digeser ke mana-mana,” ujar Ribka dalam keterangan tertulis yang dilansir koranpapua.id, Minggu 8 Maret 2026.
Mantan Pj Gubernur Papua Tengah itu, meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup, agar aktif berkoordinasi Kementerian Lingkungan Hidup. Langkah ini dilakukan untuk menyelesaikan berbagai kendala teknis.
Dia juga meminta kepastian titik lokasi pembangunan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Pegunungan yang ada dalam areal KIPP untuk mempercepat realisasi pembangunan fisik.
Menurutnya, penentuan lokasi ini sangat penting agar proses pembukaan lahan (land clearing) yang dibiayai APBD dapat segera dieksekusi.
“Teman-teman di Provinsi Papua Pegunungan, kalau bisa dalam satu minggu ini atau minggu depan silakan sudah harus menentukan titiknya, begitu,” tegasnya.
Ribka juga menyoroti penyesuaian tipe hunian bagi aparatur di KIPP. Merespons usulan pemerintah daerah (Pemda) terkait kondisi dan sosial budaya masyarakat setempat, pemerintah pusat menyetujui rencana awal pembangunan rumah susun (rusun) untuk diubah bentuknya menjadi rumah khusus.
Terkait ini, Ribka menginstruksikan Gubernur Papua Pegunungan untuk segera mengirimkan surat permohonan resmi kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Selain itu, dirinya juga turut mengapresiasi kinerja Pemda yang telah memproses dokumen teknis dan master plan (rencana induk) pembangunan.
“Kami mengucapkan terima kasih karena kita terus melakukan rapat hampir setiap bulan dan saling cross-check, sehingga di tingkat teknis semuanya sudah terproses,” pungkasnya. (Redaksi)









