MERAUKE, Koranpapua.id- Pengamanan area Bandara Mopah di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, kini perketat di bawah kendali Satgas Yon Parako 466 Pasgat TNI AU.
Untuk diketahui Yon Parako (Batalyon Pasukan Komando) merupakan satuan tempur darat yang berada di bawah naungan Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) yang adalah pasukan elit Angkatan Udara (AU).
Penempatan personel Yon Parako 466 yang bersinergi petugas Aviation Security (Avsec) menjadi langkah nyata dalam mengamankan salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas).
Dengan pengamanan itu, dipastikan kelancaran dan keamanan operasional penerbangan di Bandara Merauke, berlangsung aman dan lancar.
Letda Pas Setiawan, Pelaksana Harian Korpasgat di Bandara Merauke, menjelaskan prajurit Satgas Yon Parako 466 Pasgat melakukan patroli dan pengawasan melekat di titik-titik krusial.
“Kehadiran prajurit bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jasa transportasi udara,” ujar Setiawan dalam keterangannya kepada koranpapua.id, Sabtu 27 Februari 2026.
Dijelaskan, di area dalam terminal keberangkatan, personel Korpasgat tampak bersiaga mendampingi petugas Avsec di pos pemeriksaan keamanan (Security Check Point/SCP).
Selama berada di SCP, setiap prajurit Korpasgat secara aktif memantau proses pemeriksaan barang bawaan penumpang yang melewati mesin X-Ray.
“Pengawasan ketat di area ini sangat krusial untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, senjata tajam, atau material berbahaya lainnya ke dalam kabin pesawat,” jelas Setiawan.

Kolaborasi ini memastikan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan penerbangan internasional dapat dijalankan tanpa kompromi.
Selain fokus pada area dalam terminal, pengamanan juga menjangkau area airside atau sisi udara.
Personel Satgas Yon Parako 466 Pasgat mengawal langsung proses pergerakan pesawat komersial terutama pesawat perintis, mulai dari proses boarding, bongkar muat bagasi, hingga persiapan lepas landas.
Pengamanan di area apron ini merupakan langkah preventif untuk menghindari adanya pihak tak berkepentingan (unauthorized personnel) yang memasuki area steril operasional pesawat terbang.
Menurutnya, pengamanan Bandara merupakan implementasi dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP).
“Kehadiran prajurit di Bandara bukan untuk membatasi aktivitas warga, melainkan untuk menjamin keamanan penuh,” jelasnya.
Sinergitas Satgas Yon Parako 466 Pasgat dengan pihak Angkasa Pura dan otoritas bandara adalah kunci terciptanya lingkungan penerbangan yang zero accident dan bebas dari ancaman keamanan.
Diharapkan dengan adanya pengamanan berlapis dan sinergi yang kuat antara aparat keamanan dan pihak pengelola bandara, masyarakat dapat menikmati layanan penerbangan dengan tenang, lancar, dan aman. (Redaksi)








