ADVERTISEMENT
Rabu, Agustus 26, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Hukrim Info Terkini

Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

“Dia pukul ke wajah saya. Dia dorong saya, saya lari dia lempar kursi ke saya juga. Jadi kita tidak siap, kita pikir mau mediasi, tapi dia sepertinya sudah berencana dari rumah”.

24 Februari 2026
0
Tidak Terima Anak Ditegur, Orang Tua Murid Aniaya Guru di SMPN 5 Mimika

Yuli, guru di SMP Negeri 5 Mimika yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tua murid. (foto: ist/koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Ibu Yuli, guru di SMP Negeri 5 Mimika diduga menjadi korban penganiayaan oleh salah satu orang tua murid saat proses mediasi di sekolah.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam pada bagian mata kanan.

ADVERTISEMENT

Peristiwa terjadi pada Senin 23 Februari 2026 di ruang Bimbingan Konseling (BK) sekolah.

Advertisement. Scroll to continue reading.

Sehari kemudian, korban mendatangi Polres Mimika untuk melaporkan insiden tersebut secara resmi.

Baca Juga

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

Upaya Penyelundupan Amunisi Kaliber 5,56 di Bandara Tanah Merah Digagalkan Satgas pasgat 

Menurut keterangan korban, mediasi dilakukan untuk membahas persoalan kedisiplinan siswa.

Namun suasana berubah tegang ketika orang tua siswa diduga tidak menerima penjelasan dari pihak sekolah.

“Di sekolah. Di ruang BK. Kita lagi mediasi di ruang kesiswaan. Kita mau kasih tahu baik-baik, tapi ibu itu sudah emosi, dia marah-marah,” ujar Yuli kepada wartawan di Polres Mimika Selasa 24 Februari 2026.

Yuli menjelaskan, persoalan bermula saat dirinya menegur seorang siswa yang masih berada di luar kelas saat jam pelajaran berlangsung.

Ia membantah tudingan bahwa teguran tersebut menyebabkan cedera serius.

“Masa saya pukul siswa sampai begini bisa patah? Satu kali pukulan saja, bukan berkali-kali. Cuma pakai tangan saja, tidak pakai sapu,” tegasnya.

Dalam mediasi yang turut dihadiri guru BK, wali kelas, dan pihak kesiswaan itu, situasi disebut semakin memanas hingga berujung pada dugaan tindak kekerasan.

“Iya, dia pukul ke wajah saya. Dia dorong saya, saya lari dia lempar kursi ke saya juga. Jadi kita tidak siap, kita pikir mau mediasi, tapi dia sepertinya sudah berencana dari rumah,” ungkapnya.

Selain dugaan pemukulan, korban juga menyebut adanya ancaman pembakaran rumah.

Terkait klaim orang tua siswa bahwa anaknya mengalami retak atau patah tulang akibat teguran tersebut, korban meminta agar hal itu dibuktikan secara medis.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih mendalami laporan yang telah disampaikan. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

Tim Ekspedisi Patriot UNDIP Bangun Irigasi dan Demplot Kolaboratif di Perbatasan Papua

25 Agustus 2026
Upaya Penyelundupan Amunisi Kaliber 5,56 di Bandara Tanah Merah Digagalkan Satgas pasgat 

Upaya Penyelundupan Amunisi Kaliber 5,56 di Bandara Tanah Merah Digagalkan Satgas pasgat 

25 Agustus 2026

Natalius Pigai Desak 10 Persen Saham Freeport Jadi Hak Papua Tengah

25 Agustus 2026
500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

500 Hektare Perkebunan Kopi Arabika akan Dikembangkan di Papua Tengah

25 Agustus 2026
Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

Karhutla di Papua Tengah Capai 396 Hektare, Kabupaten Nabire Terjadi di Tujuh Distrik

25 Agustus 2026
Polisi Sita 288 Liter Miras Lokal dari Penumpang KM Leuser di Pelabuhan Pomako Timika

Polisi Sita 288 Liter Miras Lokal dari Penumpang KM Leuser di Pelabuhan Pomako Timika

25 Agustus 2026

POPULER

  • Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    Bupati Mimika Soroti P3K “Kepala Batu”, Kinerja Buruk Bisa Berujung Pemberhentian

    634 shares
    Bagikan 254 Tweet 159
  • 26 Pejabat Polres Mimika Dimutasi, Wakapolres hingga Kapolsek Berganti, Ini Daftarnya

    608 shares
    Bagikan 243 Tweet 152
  • Sembilan Perempuan di Jila Mimika Dikabarkan Disandera, Seorang Ibu Dilaporkan Tewas

    615 shares
    Bagikan 246 Tweet 154
  • Wabup Mimika Dorong Dana Kampung Ikut Biayai Pencegahan HIV, TBC, dan Malaria

    528 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Terima Paket dari Jayapura, IRT di Timika Ditangkap Bawa 10 Paket Ganja

    527 shares
    Bagikan 211 Tweet 132
  • Kontraktor OAP Palang UPBJ, Bupati Mimika: “Kalau Sudah Dipercaya, Jangan Jual Proyek”

    560 shares
    Bagikan 224 Tweet 140
  • Lima Sekolah di Mimika Bersiap Rebut Predikat Adiwiyata Nasional

    525 shares
    Bagikan 210 Tweet 131
Next Post
Tahap Pertama Rp47.533.658.000, Progres Pembangunan Kantor Baru PUPR Mimika 91 Persen

Tahap Pertama Rp47.533.658.000, Progres Pembangunan Kantor Baru PUPR Mimika 91 Persen

Tiga Tokoh Penting KKB Dipindahkan ke Mapolda Papua, Ini Rangkaian Kasus Berat Mereka

Tiga Tokoh Penting KKB Dipindahkan ke Mapolda Papua, Ini Rangkaian Kasus Berat Mereka

Kabar Duka! Teror KKB di Yahukimo Enam Bulan Terakhir Tewaskan 34 Orang

Kekerasan Kelompok Bersenjata di Papua Meningkat, Januari-Februari 2026 Terjadi 23 Kasus

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id