ADVERTISEMENT
Sabtu, Oktober 31, 2026
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
Koran Papua
No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto
ADVERTISEMENT
Home Ekonomi

Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Warga pengungsi juga menghadapi kerusakan tenda akibat cuaca buruk, keterbatasan air bersih, serta sulitnya akses layanan kesehatan karena ketiadaan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

5 Februari 2026
0
Hidup Semakin Susah, Pengungsi Konflik Tapal Batas di Mimika Barat Tengah Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Situasi tempat tinggal para pengungsi di Mimika Barat Tengah yang semakin prihatin. Mereka berharap perhatian Pemda Mimika. (foto redaksi koranpapua.id)

Bagikan ke FacebookBagikan ke XBagikan ke WhatsApp

TIMIKA, Koranpapua.id– Masyarakat terdampak konflik tapal batas wilayah di Distrik Mimika Barat Tengah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, saat ini hidup semakin susah.

Mereka mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika, terhadap kondisi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dasar selama berada di pengungsian.

Ketua Aliansi Pemuda Kampung Kapiraya, Alpius Minama, mengatakan bahwa sejak mengungsi, masyarakat kehilangan akses mata pencaharian, pendidikan, serta aktivitas sosial lainnya.

Kondisi tersebut kata dia diperparah dengan belum adanya realisasi bantuan lanjutan dari pemerintah.

Baca Juga

Polda Papua Amankan 25 Motor Diduga Hasil Curanmor di Uncen

37 Kasus Narkoba Ditangani Polres Mimika, 15 Orang Direhabilitasi BNNK

“Pertama-tama, yang saya mau mengeluh kepada pemerintah itu persoalan ekonomi. Kami masyarakat yang terdampak konflik tapal batas ini, tidak ada perhatian soal ekonomi untuk kami di pengungsian yang ada tinggal di sekitar sini,” ujarnya kepada koranpapua.id, Kamis 5 Februari 2026.

Ia menyebutkan, bantuan terakhir yang diterima masyarakat terjadi pada akhir Desember 2025 dan hanya berupa bahan makanan (Bama).

 

“Kami terima terakhir itu di akhir bulan Desember dan sampai saat ini kami tidak dapat perhatian penuh dari pihak pemerintah terkait masalah ekonomi kami pengungsi yang sangat minim,” katanya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Kampung Wumuka, Willem Tewa, menyampaikan bahwa lima kampung di Distrik Mimika Barat Tengah, telah meninggalkan kampung halaman mereka sejak Oktober dan kini hidup dalam keterbatasan di lokasi pengungsian.

Willem Tewa salah satu masyarakat kampung Wumuka yang mengungsi akibat konflik tapal batas di kapiraya. (foto:ist/koranpapua.id)

“Warga lima kampung Wakia, Wumuka, Kapiraya, Mupuruka dan Uta yang sementara ini mengalami masalah, yang sekarang meninggalkan kampung sudah dari bulan Oktober,” terangnya.

Meski menghadapi kondisi sulit, Willem menegaskan bahwa masyarakat tetap menghargai langkah pemerintah daerah yang tengah menjalankan proses penyelesaian konflik tapal batas.

“Kami sangat menghargai kepada pemerintah sementara jalani proses hukum, dan kami minta tolong supaya segera selesaikan persoalan itu supaya antara kami dengan suku saudara-saudara kami itu semua hidup aman dan damai.”

Selain persoalan ekonomi, warga pengungsi juga menghadapi kerusakan tenda akibat cuaca buruk, keterbatasan air bersih, serta sulitnya akses layanan kesehatan karena ketiadaan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM).

Karena itu, melalui penyampaian ini, mereka berharap Pemkab Mimika dapat memberikan perhatian yang lebih serius dan berkelanjutan.

Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti bahan makanan, tenda layak, air bersih, serta dukungan akses kesehatan, sambil menunggu proses penyelesaian tapal batas diselesaikan secara menyeluruh. (*)

Penulis: Hayun Nuhuyanan

Editor: Marthen LL Moru

Cek juga berita-berita Koranpapua.id di Google News

Baca Artikel Lainnya

Polda Papua Amankan 25 Motor Diduga Hasil Curanmor di Uncen

Polda Papua Amankan 25 Motor Diduga Hasil Curanmor di Uncen

30 Oktober 2026
37 Kasus Narkoba Ditangani Polres Mimika, 15 Orang Direhabilitasi BNNK

37 Kasus Narkoba Ditangani Polres Mimika, 15 Orang Direhabilitasi BNNK

30 Oktober 2026
Polres Mimika Tangani 37 Laporan Narkoba hingga Oktober 2026

Polres Mimika Tangani 37 Laporan Narkoba hingga Oktober 2026

30 Oktober 2026
HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga Perbatasan Bomakia

HUT ke-79 Korpasgat, Satgas Pasgat Berbagi Sembako dengan Warga Perbatasan Bomakia

30 Oktober 2026
BNNK Mimika Rehabilitasi 15 Penyalahguna Narkoba, Lampaui Target 2026

BNNK Mimika Rehabilitasi 15 Penyalahguna Narkoba, Lampaui Target 2026

30 Oktober 2026
TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

TPNPB Klaim Eksekusi Tiga Perempuan di Dekai, Ancam Operasi Lanjutan

30 Oktober 2026

POPULER

  • Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    Pemkab Mimika tetapkan Jadwal Libur dan Cuti Bersama Mimika Oktober–Desember 2026

    581 shares
    Bagikan 232 Tweet 145
  • Monev Malam Hari di Puskesmas Ipaya, Dinkes Mimika Tekankan Inovasi dan Disiplin Pelayanan

    523 shares
    Bagikan 209 Tweet 131
  • BNN Mimika Identifikasi Dua Tanaman Diduga Ganja di Timika

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Dugaan Penyimpangan Dana Pilkada Mimika Rp54 Miliar, Penyidik Tunggu Audit BPKP

    520 shares
    Bagikan 208 Tweet 130
  • Uang Transportasi Peserta Belum Dibayar, Pelatihan Public Speaking di Mimika Disorot

    535 shares
    Bagikan 214 Tweet 134
  • DPO Penembakan Karyawan Freeport Ditangkap di Timika

    517 shares
    Bagikan 207 Tweet 129
  • Menko Polkam Dudung Kunjungi Mimika, Bahas Stabilitas Keamanan Papua Tengah

    516 shares
    Bagikan 206 Tweet 129
Next Post
Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Menyalakan Asa dari Asrama SATP Timika: Dua Pelajar Papua Menembus Prestasi Nasional dan Dunia

Kawasan Perbatasan Papua bukan Sekadar Garis Pembatas Kedaulatan, Melainkan Etalase Martabat Bangsa

Kawasan Perbatasan Papua bukan Sekadar Garis Pembatas Kedaulatan, Melainkan Etalase Martabat Bangsa

Upaya Pengentasan Kemiskinan, Kementerian PKP Berencana Bangun 400.000 Rumah, Papua Menjadi Prioritas

Upaya Pengentasan Kemiskinan, Kementerian PKP Berencana Bangun 400.000 Rumah, Papua Menjadi Prioritas

Koran Papua

© 2024 Koranpapua.id

Menu

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Papua
  • Nusantara
  • Politik
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Hukrim
  • Kesehatan
  • Opini
  • Pendidikan
  • Foto

© 2024 Koranpapua.id