TIMIKA, Koranpapua.id– PT Freeport Indonesia (PTFI) menyalurkan 90 ton bantuan bahan makanan dan kebutuhan Natal untuk warga di wilayah dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin 29 Desember 2025.
Bantuan yang disalurkan melalui program Community Christmas Flights, diangkut menggunakan helikopter menuju lembah Aroanop, Tsinga, dan Jila.
Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa, menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut.
Menurutnya, bantuan pengiriman logistik ini sangat membantu masyarakat karena biaya sewa helikopter komersial sangat mahal.
“Terima kasih atas bantuan pengiriman bahan makanan ke lembah Tsinga dan Aroanop. Saya mewakili kepala suku mengucapkan terima kasih kepada PTFI. Tuhan memberkati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain mahal, pengiriman barang ke kampung-kampung juga berisiko.

Setelah turun dari helikopter, warga masih harus berjalan kaki selama 2–4 jam melewati medan pegunungan yang berat, termasuk sungai dan jembatan sederhana.
Hal senada disampaikan Tokoh Masyarakat Yoab Beanal. Dengan dukungan helikopter PTFI, bahan makanan dan kebutuhan Natal dapat tiba tepat waktu.
“Kami bersyukur kepada Tuhan yang memberkati kami melalui perusahaan ini. Setiap upaya yang dilakukan sangat kami hargai,” katanya.
Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, mengatakan program Community Christmas Flights telah rutin dilaksanakan sejak 2015 untuk masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Program ini bertujuan memudahkan warga membawa bahan makanan dan kebutuhan Natal yang dibeli di Timika agar bisa diterbangkan langsung ke kampung-kampung,” jelasnya.

“Dengan helikopter PTFI, pengangkutan menjadi lebih cepat dan efektif sehingga warga dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” tambah Nathan.
Dari total 90 ton logistik yang diangkut, 8,4 ton di antaranya merupakan bantuan bahan makanan langsung dari PTFI.
Seluruh barang telah melalui pemeriksaan X-ray di Bandara sebelum diterbangkan menggunakan metode sling load, yaitu kargo digantung di bawah helikopter dengan kabel baja sesuai standar keselamatan penerbangan.
Penerbangan helikopter dilakukan sebanyak 35 kali pada periode 7–23 Desember 2025, dengan titik keberangkatan dari Bandara Mozes Kilangin Timika.
Pengiriman dilakukan ke Lembah Aroanop (Kampung Ainggogin dan Jagamin), Lembah Tsinga (Kampung Beanekogom dan Dolinigogin), Lembah Jila (Kampung Pasir Putih).
Dikatakan, waktu tempuh penerbangan pulang-pergi rata-rata sekitar satu jam.
Metode ini dinilai efektif karena warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk menjemput barang.
Di Lembah Aroanop terdapat tujuh kampung, di antaranya Baluni, Jagamin, Ainggogin, Ainggigi 1 dan 2, serta Ombani 1 dan 2.
Lembah Tsinga memiliki delapan kampung, sedangkan Lembah Jila mencakup 12 kampung, termasuk Diloa, Pasir Putih, Jengkon, Bomogin, hingga Wandud.
Nathan menambahkan, biaya sewa helikopter komersial untuk pengiriman barang di wilayah ini berkisar Rp25–40 juta dengan kapasitas angkut 600–800 kilogram.
Sementara itu, pesawat komersial bersubsidi membatasi bagasi hingga 16 kilogram per penumpang, dengan biaya kelebihan bagasi Rp23.000 per kilogram.
Di wilayah tersebut lanjut Nathan tidak tersedia kendaraan darat sehingga distribusi barang sepenuhnya mengandalkan tenaga pikul.
“Dengan helikopter PTFI yang langsung menjangkau kampung melalui sling load, waktu pengiriman jauh lebih singkat dan warga bisa berhemat karena tidak perlu membayar biaya angkut tambahan,” pungkasnya.
Selain penerbangan kargo, PTFI juga mendukung angkutan darat Natal bagi warga di sekitar wilayah operasional, seperti Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak.
Layanan ini berlangsung pada 15–24 Desember 2025, dengan 36 perjalanan bus, mengangkut 1.473 penumpang serta 126 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal.
Di wilayah dataran rendah, PTFI turut mendukung mobilitas dan angkutan barang masyarakat Suku Kamoro, antara lain di Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka, dan Nawaripi. (Redaksi)










